Home / Headline

Sabtu, 27 Februari 2021 - 11:10 WIB

Kader Demokrat Protes, Pemecatan Marzuki Alie Dinilai Bentuk Kegagalan AHY Urus Partai

Abednego Panjaitan Sekretaris DPC Partai Demokrat Kabupaten Tapanuli Tengah Periode 2011-2016

Abednego Panjaitan Sekretaris DPC Partai Demokrat Kabupaten Tapanuli Tengah Periode 2011-2016

Penulis: Marjuddin Nazwar

Jakarta, PERISTIWAINDONESIA.com |

Eks Sekretaris Partai Demokrat Kabupaten Tapanuli Tengah Abednego Panjaitan menilai pemecatan Marzuki Alie menunjukkan bentuk kegagalan AHY dalam mengurus partai.

“Partai Demokrat jangan lagi membawa nama demokrasi, karena partai yang menganut sistem demokrasi akan memberikan kebebasan kadernya untuk menyampaikan pendapat,” kata Abednego Panjaitan, yang juga Sekretaris Jenderal DPP Ormas Indonesia Bersatu Tiga Pilar ini, Sabtu (27/2/2021) di Jakarta.

Menurutnya, pemecatan Marzuki Alie tidak lagi mencerminkan nilai-nilai demokrasi dan menjadi bukti kegagalan AHY dalam mengurus partai.

Apalagi, kata Abednego, publik mengetahui latarbelakang Marzuki Alie buka suara.

“Kesalahan apa yang dilakukan oleh pak Marzuki Alie sehingga beliau dipecat oleh partai? Tidak ada. Beliau hanya klarifikasi, karena tuduhan kepadanya tidak benar. Beliau difitnah. Tuntutannya sederhana, yaitu agar orang-orang yang menuduhnya terlibat kudeta meminta maaf, kok malah dipecat?” sesal Abednego.

Baca Juga  Dukung BTP dan Erick Thohir, AHOK Indonesia Bawa Sapu ke Gedung BUMN

Mantan Ketua Dewan Pimpinan Daerah Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (DPD SBSI) 1992 Provinsi Sumatera Utara ini menyebut 3 (tiga) hal yang membuat Marzuki Alie buka suara.

Hal pertama, Marzuki Alie difitnah. Menurut Abednego, sejak awal Marzuki Alie mengaku difitnah dan menuntut klarifikasi dan permohonan maaf dari orang-orang yang telah menuduhnya terlibat kudeta.

Marzuki Alie telah mengingatkan SBY agar orang-orang yang menuduhnya terlibat isu kudeta segera diberikan sanksi.

Selain itu, Marzuki Alie juga meminta agar orang-orang yang menuduhnya terlibat kudeta segera meminta maaf, jikalau tidak meminta maaf maka orang yang memfitnahnya akan dibawa ke ranah hukum.

Hal kedua Marzuki Alie menagih janji SBY. Dikatakan Abednego, sejak awal Marzuki Alie menagih janji SBY menjadikan partai Demokrat sebagai partai yang demokratis.

Baca Juga  DPD Ormas Indonesia Bersatu Tiga Pilar Lampung Selatan Ucapkan Selamat HUT Ke-48 PDI Perjuangan

Menurut Abednego, Marzuki Alie menagih janji SBY yang dulu mengajaknya masuk ke parpol dengan komitmen tidak akan menjadikan Demokrat sebagai politik dinasti.

“Janji inilah yang ditagih oleh pak Marzuki Alie,” ujar Abednego.

Hal ketiga Marzuki Alie berniat membesarkan partai. Menurut Abednego, sebagai salah satu pendiri partai, Marzuki Alie sangat mencintai partai Demokrat dan murni ingin membesarkan partai Demokrat.

Pasalnya, Marzuki Alie mengalami sendiri pengorbanan dalam membesarkan partai Demokrat.

“Apa yang diungkapkan pak Marzuki Alie ke publik sebenarnya adalah ungkapan hati. Beliau merasa gelisah melihat keadaan partai berdasarkan laporan para kader kepadanya. Para kader dimintai uang jumlahnya bervariasi. Seharusnya ini disikapi AHY, SBY dan elit partai,” ujar Abednego (*)

Share :

Baca Juga

Headline

48 Tahun Bangga Jembatani Nusantara, ASDP Fokus 3 Program Prioritas Game Changer

Headline

Kedua Kalinya, Walikota Terpilih Pematang Siantar Meninggal Dunia Sebelum Dilantik

Headline

Konflik di Papua Terus Terjadi, Presiden Jokowi Dinilai Salah Memposisikan Pejabat

Headline

Jhoni Allen Marbun Kecewa DPP Partai Demokrat Buat Aturan Amputasi Hak-hak Pengurus DPD dan DPC

Headline

KLB Demokrat Sumut Tetapkan Moeldoko Jadi Ketua Umum Dan Marzuki Alie Ketua Dewan Pembina

Headline

Bangga Menjadi Anak Tokoh Buruh Prof. Dr. Muchtar Pakpahan, S.H., M.A (1)
Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan yang juga Juru bicara pemerintah untuk penanganan COVID-19 Achmad Yurianto menjawab pertanyaan saat wawancara di Graha BNPB, Jakarta, Kamis (18/6/2020)

Headline

Yurianto yang Dijuluki “Pembawa Berita Kematian” karena Sampaikan Data Covid-19

Headline

Lenis Kogoya Ajak Masyarakat Bangun Komunikasi Wujudkan Papua Damai