• Home
  • Redaksi
  • Info Iklan
Sabtu, September 12, 2026
  • Login
peristiwaindonesia.com
Advertisement
  • Home
  • Nasional
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Kriminal
  • Nusantara
  • Investigasi
  • Selebritis
  • Sportaiment
  • Kesehatan
  • Suara Buruh
  • Daerah
  • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Kriminal
  • Nusantara
  • Investigasi
  • Selebritis
  • Sportaiment
  • Kesehatan
  • Suara Buruh
  • Daerah
  • Pariwisata
No Result
View All Result
peristiwaindonesia.com
No Result
View All Result
Home Nusantara

APAKAH PROGRAM KETAHANAN PANGAN BERDAMPAK KEPADA PENINGKATAN PRODUKSI BERAS NASIONAL TAHUN 2025

MTPM 01 by MTPM 01
7 Agustus 2025
in Nusantara
0
APAKAH PROGRAM KETAHANAN PANGAN BERDAMPAK KEPADA PENINGKATAN PRODUKSI BERAS NASIONAL TAHUN 2025
0
SHARES
24
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta – peristiwaindonesia.com

Penyusutan luas lahan pertanian di Indonesia, khususnya lahan sawah, merupakan masalah serius yang terus berlanjut. Berbagai faktor seperti alih fungsi lahan untuk pemukiman, industri dan infrastruktur serta perubahan iklim dan juga adanya masalah kesuburan tanah menjadi penyebab utama penyusutan luas lahan pertanian. Dampak dari menyusutnya luas lahan pertanian meliputi penurunan produksi pangan, ketidakstabilan harga, hingga potensi krisis pangan nasional.

Masalah pangan adalah masalah global yang kompleks yang melibatkan berbagai aspek, seperti produksi, budidaya, hama penyakit tanaman, iklim, pasca panen, pengolahan, distribusi dan konsumsi. Kemungkinan terjadinya krisis pangan global bisa diperparah oleh adanya konflik antar negara, geopolitik , dan ketidaksetaraan ekonomi, yang bisa menyebabkan jutaan orang akan mengalami kelaparan dan kekurangan gizi.

*Beberapa Program Ketahanan Pangan*

Tujuan utama dari program ketahanan pangan adalah untuk mewujudkan ketersediaan, keterjangkauan dan keamanan pangan bagi seluruh rakyat Indonesia, dengan fokus pada produksi pangan dari dalam negeri, peningkatan kualitas gizi dan membangun kembali diversifikasi pangan yang berbasis sumber daya lokal dan kearifan lokal.

Program program ketahanan pangan juga bertujuan untuk mengurangi ketergantungan pangan dari negara lain, menghindari kerentanan pangan, memperkuat sistem logistik pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyaraka kususnya bagi petani, peternak dan nelayan.

*Program Cetak Sawah*

Program cetak sawah adalah bagian dari upaya pemerintah untuk memperkuat ketahanan pangan untuk meningkatkan produksi beras nasional melalui pembukaan lahan pertanian baru. Tujuan program cetak sawah antara lain adalah :

*Pertama* adalah program cetak sawah merupakan upaya strategis pemerintah untuk mencapai swasembada pangan, yaitu kemampuan suatu negara untuk memenuhi kebutuhan pangannya sendiri tanpa tergantung pada impor.

*Kedua* adalah untuk meningkatankan produksi beras, dengan membuka lahan sawah baru diharapkan produksi beras nasional dapat meningkat, sehingga dapat memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat.

*Ketiga* adalah untuk memperkuat ketahanan pangan nasional, yaitu kemampuan suatu negara untuk menyediakan pangan yang cukup, aman dan bergizi bagi seluruh penduduknya.

*Keempat* adalah untuk meningkatan kesejahteraan petani. Program cetak sawah dapat memberikan dampak positif bagi petani, seperti peningkatan pendapatan dan kesejahteraan, melalui peningkatan hasil produktifitas pertanian dan akses yang lebih baik terhadap sumber daya.

*Program Optimalisasi Lahan*

Optimalisasi lahan merupakan upaya berkelanjutan yang memerlukan perencanaan, penerapan teknologi, partisipasi aktif dari petani dan berbagai pihak terkait. Tujuan utama dari optimalisasi lahan adalah meningkatkan produktifitas dan efisiensi pemanfaatan lahan pertanian sehingga memberikan manfaat ekonomi dan sosial yang lebih besar, selain itu tujuan lainnya adalah :

*Pertama* adalah peningkatan indeks pertanaman maupun peningkatan hasil panen per hektar. Dengan meningkatkan indeks pertanaman dan hasil panen, petani dapat memperoleh hasil yang lebih tinggi dari lahan yang sama.

*Kedua* adalah memanfaatkan lahan tidur, mengubah lahan yang sebelumnya tidak produktif menjadi lahan pertanian yang aktif dan menghasilkan.

*Ketiga* adalah meningkatkan kesejahteraan petani, pendapatan petani dapat meningkat seiring dengan peningkatan produktivitas dan hasil panen.

*Keempat* adalah mengoptimalkan penggunaan sumber daya alam terutama air, program optimalisasi lahan juga melibatkan perbaikan sistem irigasi untuk memastikan ketersediaan air yang cukup bagi tanaman.

*Kelima* adalah ikut mendorong partisipasi petani, program optimalisasi lahan melibatkan kelompok tani (Poktan) dan petani secara langsung dalam proses perencanaan dan pelaksanaan kegiatan.

*Mengukur Capaian Program Ketahanan Pangan Tahun 2024 dan 2025*

Salah satu parameter untuk mengukur capaian kinerja pemerintah di bidang pertanian adalah mengukur berapa banyak produksi beras nasional. Jika kita perhatikan data BPS tercatat bahwa ada penurunan produksi beras nasional, produksi beras nasional tahun 2024 diperkirakan mengalami penurunan sekitar 30,34 juta ton, ada penurunan produksi beras sekitar 760 ribu ton atau 2,43% dibandingkan dengan produksi beras nasional tahun 2023.

Agar tahun 2025 pemerintah bisa meraih swasembada beras maka pemerintah harus memproduksi beras sebanyak 35 atau 36 juta ton. Dengan adanya dukungan anggaran APBN tahun 2025 untuk program cetak sawah dan optimalisasi lahan sekitar 21 trilyun, tentu harapan pemerintah adalah berdampak kepada peningkatan produksi beras.

Kita tunggu kinerja pemerintah apakah tahun 2025 produksi beras nasional meningkat dan bisa meraih swasembada beras ?

Jika tahun 2025 ternyata program ketahanan pangan belum berdampak kepada peningkatan produksi beras maka pemerintah perlu melakukan evaluasi secara mendalam dan perlu adanya gagasan baru yang visioner seperti memanfaatkan potensi lahan kering pemerintah, berikan ijin menggarap kepada petani dan tanam padi gogo agar tahun 2026 bisa swasembada beras, produksi beras dari padi gogo ikut menambah produksi beras nasional selain pemerintah menproduksi beras dari padi sawah.

Penulis :
Tonny Saritua Purba
– Pokja Bidang Tani dan Nelayan DPP Partai Golkar
– Ketua Bidang dan Tani Depinas SOKSI

Previous Post

Managemen Richeese Factory : PBG Terbit, Bangunan Kami Bangun

Next Post

APH Diminta Tertibkan Dan Segera Menangkap Para Pelaku Pengedar Rokok Ilegal Tanpa Pajak di Tarumajaya, Kab Bekasi

MTPM 01

MTPM 01

RelatedPosts

Polres Metro Bekasi Kota Gelar Jumpa Pers Guna Paparan Hasil Operasi Berantas Jaya Telah Ungkap 77 Kasus.!!
Kesehatan

Polres Metro Bekasi Kota Gelar Jumpa Pers Guna Paparan Hasil Operasi Berantas Jaya Telah Ungkap 77 Kasus.!!

22 Agustus 2026
Tanpa Dokumen dan Pita Cukai, 73.200 Bungkus Rokok Ilegal Berhasil Diamankan
Nusantara

Tanpa Dokumen dan Pita Cukai, 73.200 Bungkus Rokok Ilegal Berhasil Diamankan

16 Mei 2026
“Koperasi Kuat, Desa Berdaulat”: Kintamani “Gaspol” Koperasi Merah Putih, Semua Pihak Terlibat, Kemandirian Ekonomi Desa Jadi Tujuan Utama!
Nusantara

“Koperasi Kuat, Desa Berdaulat”: Kintamani “Gaspol” Koperasi Merah Putih, Semua Pihak Terlibat, Kemandirian Ekonomi Desa Jadi Tujuan Utama!

30 Januari 2026
Bangli Ulurkan Tangan untuk Denpasar & Badung: TPA Landih Siap Tampung Sampah, Tapi Ada Syaratnya?
Nusantara

Bangli Ulurkan Tangan untuk Denpasar & Badung: TPA Landih Siap Tampung Sampah, Tapi Ada Syaratnya?

5 Januari 2026
Polres Gianyar Bongkar Sindikat Copet Internasional di Ubud, Suami Artis Korea Jadi Korban!
Nusantara

Polres Gianyar Bongkar Sindikat Copet Internasional di Ubud, Suami Artis Korea Jadi Korban!

3 Desember 2025
DPRD Bali Sidak Proyek Hotel Marriot di Payangan: Diduga Langgar Tata Ruang dan Perizinan!
Nusantara

DPRD Bali Sidak Proyek Hotel Marriot di Payangan: Diduga Langgar Tata Ruang dan Perizinan!

27 November 2025
Next Post
APH Diminta Tertibkan Dan Segera Menangkap Para Pelaku Pengedar Rokok Ilegal Tanpa Pajak di Tarumajaya, Kab Bekasi

APH Diminta Tertibkan Dan Segera Menangkap Para Pelaku Pengedar Rokok Ilegal Tanpa Pajak di Tarumajaya, Kab Bekasi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Stay Connected test

  • 24k Followers
  • 99 Subscribers
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Sejarah Lahirnya Tahlilan Dalam Upacara Kematian, Khususnya Di Tanah Jawa, Indonesia

Sejarah Lahirnya Tahlilan Dalam Upacara Kematian, Khususnya Di Tanah Jawa, Indonesia

23 Februari 2021
SBSI 1992 Minta Jokowi Berikan Pekerjaan Pengganti 514 Korda dan 7.230 Pendamping BSP Kemensos yang Kehilangan Pekerjaan

SBSI 1992 Minta Jokowi Berikan Pekerjaan Pengganti 514 Korda dan 7.230 Pendamping BSP Kemensos yang Kehilangan Pekerjaan

7 Januari 2022
Ditjen PFM Dihapus, Komisi VIII Berjanji Akan Tindaklanjuti Aspirasi Korda dan Pendamping Kecamatan

Ditjen PFM Dihapus, Komisi VIII Berjanji Akan Tindaklanjuti Aspirasi Korda dan Pendamping Kecamatan

18 Januari 2022
RUU Pertanahan Yang Baru, Hak Milik Dicabut Jika Tanah Tak Dipakai

RUU Pertanahan Yang Baru, Hak Milik Dicabut Jika Tanah Tak Dipakai

7 Agustus 2020
Atasi Krisis Air Bersih, Tapanuli Utara Butuh Dana Rp 60 Miliar

Atasi Krisis Air Bersih, Tapanuli Utara Butuh Dana Rp 60 Miliar

0
Mikie Funland Beroperasi Kembali Dengan Protokol New Normal

Mikie Funland Beroperasi Kembali Dengan Protokol New Normal

0
Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan yang juga Juru bicara pemerintah untuk penanganan COVID-19 Achmad Yurianto menjawab pertanyaan saat wawancara di Graha BNPB, Jakarta, Kamis (18/6/2020)

Yurianto yang Dijuluki “Pembawa Berita Kematian” karena Sampaikan Data Covid-19

0
Konimex Dukung Masyarakat Siapkan Diri Hadapi Pandemi & New Normal

Konimex Dukung Masyarakat Siapkan Diri Hadapi Pandemi & New Normal

0
Seret Oknum ke Propam hingga Puspom TNI, Pelapor Siap Bongkar Praktik Culas ‘Uang Jalan’ BBM Ilegal

Seret Oknum ke Propam hingga Puspom TNI, Pelapor Siap Bongkar Praktik Culas ‘Uang Jalan’ BBM Ilegal

19 Juli 2026
Polres Metro Bekasi Kota Gelar Jumpa Pers Guna Paparan Hasil Operasi Berantas Jaya Telah Ungkap 77 Kasus.!!

Polres Metro Bekasi Kota Gelar Jumpa Pers Guna Paparan Hasil Operasi Berantas Jaya Telah Ungkap 77 Kasus.!!

22 Agustus 2026
Ketum SOKSI: Momentum Presiden Prabowo Memimpin Reformasi Nasional untuk Mengakhiri Paradoks Indonesia

Ketum SOKSI: Momentum Presiden Prabowo Memimpin Reformasi Nasional untuk Mengakhiri Paradoks Indonesia

17 Juli 2026
Bisnis Berkedok ‘Home SPA’ Berjamur di Sentra Kota Wisata

Bisnis Berkedok ‘Home SPA’ Berjamur di Sentra Kota Wisata

22 Agustus 2026

Recent News

Seret Oknum ke Propam hingga Puspom TNI, Pelapor Siap Bongkar Praktik Culas ‘Uang Jalan’ BBM Ilegal

Seret Oknum ke Propam hingga Puspom TNI, Pelapor Siap Bongkar Praktik Culas ‘Uang Jalan’ BBM Ilegal

19 Juli 2026
Polres Metro Bekasi Kota Gelar Jumpa Pers Guna Paparan Hasil Operasi Berantas Jaya Telah Ungkap 77 Kasus.!!

Polres Metro Bekasi Kota Gelar Jumpa Pers Guna Paparan Hasil Operasi Berantas Jaya Telah Ungkap 77 Kasus.!!

22 Agustus 2026
Ketum SOKSI: Momentum Presiden Prabowo Memimpin Reformasi Nasional untuk Mengakhiri Paradoks Indonesia

Ketum SOKSI: Momentum Presiden Prabowo Memimpin Reformasi Nasional untuk Mengakhiri Paradoks Indonesia

17 Juli 2026
Bisnis Berkedok ‘Home SPA’ Berjamur di Sentra Kota Wisata

Bisnis Berkedok ‘Home SPA’ Berjamur di Sentra Kota Wisata

22 Agustus 2026
peristiwaindonesia.com

Penerbit :
PT Rajawali Sukmajaya Pers
SK MENKUMHAM Nomor: AHU-41733.40.10.2014
SIUP Nomor: 2472/2306/1.1/0904/08/2017

Follow Us

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

©2008 www.peristiwaindonesia.com "Mandiri Terpercaya dan Profesional"

No Result
View All Result

©2008 www.peristiwaindonesia.com "Mandiri Terpercaya dan Profesional"

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In