Penulis: Hasrul
Kutai Barat, PERISTIWAINDONESIA.com|
Slamet Arifin adalah karyawan rekrutan dari Jawa Tengah kabupaten Temanggung yang dipekerjakan PT KAM (PT Kalimantan Agro Makmur), tepatnya di afdeling 4 (empat) di Kampung Abit, Kecamatan Mook Manaar Bulatn, Kabupaten Kutai Barat, Propinsi Kalimantan Timur.
Yang bersangkutan di bawah pengawasan mandor Weri Fransandi Sinaga petang itu pergi ke blok 11 sekira pukul 15.00 Wita, Senin (5/6/2023).
Menurut keterangan istrinya, Slamet Arifin cuma izin untuk pergi buang air kecil (kencing) ke istrinya, tapi sampai sore menjelang malam suaminya tersebut belum nongol dan akhirnya istrinya memutuskan untuk pulang karena disangkanya suaminya tersebut telah pulang ke rumah mereka.
Tiba di mess Afdeling 4, ternyata isteri Slamet Arifin tidak menemukan suaminya, sampai hari ini, Selasa (6/6/2023) Slamet Arifin belum ditemukan.
Atasannya yang bertindak sebagai Manager kebun mengarahkan sekitar 20 karyawan dan keamanan Perusahaan yang dipimpin oleh Syarifuddin turun tangan mencarinya, mulai dari pagi sampai malam tapi tidak membuahkan hasil apa-apa.
Berkembang rumor di kalangan karyawan, Slamet Arifin sudah pulang ke kampung halamannya, namun ada juga yang menyebutkan Slamet Arifin disembunyikan mahluk gaib di alam lain.
Banyak karyawan yang justru menyalahkan mandor karena lalai dari tugasnya sebagai pengawas pekerja, padahal Slamet masih tergolong orang baru yang belum tau rute jalan dan luas blok, tutur salah satu teman kerja Slamet.
Sampai malam ini, Pihak perusahaan dan pekerja masih tetap melakukan usaha pencarian, namun belum membuahkan hasil.
Salah satu karyawan mengusulkan agar kasus ini segera dilaporkan ke pihak yang berwajib agar kiranya mendapatkan bantuan dari Tim SAR yang memang ahli di bidangnya mencari orang hilang.
Namun sejauh ini pihak perusahaan belum mengambil tindakan apapun karena kuatir Slamet Arifin bersembunyi di suatu tempat.
Istri dan anak Slamet sangat merasa kehilangan, mereka meratap dan meminta pertolongan ke teman-teman pekerja lainnya agar suaminya dapat ditemukan kembali, namun apalah daya Slamet Arifin sampai berita ini dirilis pukul 22.00 Wita belum juga ditemukan (*)