Langsa (peristiwaindonesia.com) Di tengah zaman yang kerap meninabobokan nalar kritis dengan kenyamanan instan, denyut perlawanan dan idealisme mahasiswa Islam di Kota Langsa kembali berdetak keras. Pratama Aditya resmi disumpah sebagai nakhoda baru Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (SEMMI) Cabang Kota Langsa periode 2026–2028.
Amanah suci ini diemban melalui Konferensi Cabang (Konfercab) Jilid III yang digelar di Aula SBSN IAIN Langsa, Jumat (30/10/2026).
Bukan sekadar suksesi kepemimpinan biasa, forum ini menjadi ajang konsolidasi barisan pemuda pejuang yang gelisah melihat ketimpangan sosial dan tantangan zaman. Mengusung panji bertuliskan “Meneguhkan Idealisme, Membangun Solidaritas, Mewujudkan Reposisi SEMMI yang Progresif dan Berintegritas,” para kader menegaskan bahwa perjuangan belum selesai.
Barisan yang Tak Pernah Padam
Bagi SEMMI, kursi kepemimpinan bukanlah singgasana kehormatan, melainkan garda depan pertempuran ide dan gagasan. Di bawah komando Pratama Aditya, organisasi ini dituntut untuk kembali ke marwah aslinya: menjadi mata dan telinga rakyat, serta perisai keadilan bagi kaum yang tertindas.
Ada api perjuangan yang harus dinyalakan kembali melalui tiga medan juang utama:
-
Menolak Apatisme, Merawat Nurani: Menghidupkan kembali ruang-ruang diskursus kritis di kampus-kampus dan basis akar rumput, memastikan pemuda Langsa tidak menjadi penonton di rumah sendiri.
-
Menjadi Oposisi Moral yang Tajam: Berdiri tegak mengawal kebijakan publik di Kota Langsa agar senantiasa berpihak pada kesejahteraan rakyat, bukan kepentingan oligarki atau segelintir elite.
-
Solidaritas Tanpa Batas: Merajut kembali persatuan antarmahasiswa dan elemen pemuda, karena musuh terbesar pergerakan hari ini adalah perpecahan dan ego sektoral.
Genderang perang terhadap ketidakadilan telah ditabuh. Tantangan di depan mata memang berat, namun sejarah telah membuktikan bahwa di tangan para pemuda pejuang yang memegang teguh idealisme, tidak ada tembok kekuasaan yang terlalu tinggi untuk diruntuhkan. (red)



















