• Kam. Apr 25th, 2024

Bantu Pemerintah Wujudkan Program Ketahanan Pangan, KOPITU DIY Perbanyak Mitra Binaan Bidang Agrobisnis Pertanian Modern

Penulis: M Affifudin

Yogyakarta, PERISTIWAINDONESIA.com |

Sebagai gebrakan awal tahun baru 2021, Komite Pengusaha Mikro Kecil Menengah Indonesia Bersatu (KOPITU) propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengadakan penyuluhan agrobisnis pertanian modern kepada para anggotanya, Senin (4/1/2021) dimulai sekira pukul 10.00 WIB – 12.00 WIB di Gedung ILP Jl Juwadi No 5 Kotabaru, Yogyakarta.

Ketua KOPITU propinsi DIY Handoko Aji Wibowo selaku narasumber penyuluhan tersebut menjelaskan di masa Pandemi Covid-19 seperti sekarang ini tidak ada yang tahu sampai kapan berakhir.

Oleh karena itu, kata Ketua Relawan Doakan Jokowi Menang (DJM) 1 Kali Lagi propinsi DIY ini, tujuan penyuluhan ini dibuat agar para anggota yang memiliki berbagai macam Jenis usaha UMKM akan dapat menambah penghasilan mereka dengan memanfaatkan halaman rumah atau pun lahan yang dimiliki untuk dikelola menjadi lahan aneka budidaya tanaman unggul.

“Maka dalam rangka mendukung pemerintah dalam program ketahanan pangan Indonesia, penyuluhan Agrobisnis pertanian modern ini akan dilaksanakan secara rutin kepada seluruh anggota KOPITU DIY, juga melalui seminar-seminar di berbagai daerah jika dibutuhkan. Tujuannya, agar bisa memperbanyak mitra binaan untuk mencukupi kuota kebutuhan suply hasil panen ke pasar online, supermarket dan target ekspor,” jelas pria yang akrab disapa Hans ini.

Menurut Ketua Ormas Indonesia Bersatu Tiga Pilar propinsi DIY ini, KOPITU DIY juga telah memiliki beberapa titik lokasi mitra binaan pertanian modern, sekaligus juga membuat konsep Greenhouse di daerah Bantul, Sleman, Kulonprogo, dan direncanakan akan menyusul juga ke daerah-daerah lain.

Pantauan Kru PERISTIWAINDONESIA.com yang mengikuti acara penyuluhan di Kantor KOPITU DIY ini, tampak hadir pengurus KOPITU kabupaten Bantul, Kota Yogyakarta, kabupaten Sleman dan kabupaten Kulonprogo.

Adapun penyuluhan Agro Bisnis Pertanian modern yang disampaikan meliputi materi: 1. Budidaya Tanaman Unggul; 2. System Hydrophonik; 3. Dripping System; 4. Pencegahan dan Mengatasi Hama Tanaman; 5. Tehnik Pembuahan Diluar Musim; 6. Teknik Mengawetkan Hasil Panen dan Makanan Secara Alami.

Materi tersebut dikupas tuntas bersamaan dengan analisis bisnisnya.

Ada wawasan baru bagi peserta penyuluhan yang mengubah image pertanian tradisional yang selama ini disekitar kita dengan modal dan SDM yang sangat besar. Ternyata, dengan pertanian modern ini kita bisa melakukan kegiatan pertanian dengan cara efektif, praktis, hemat tenaga, bebas insektisida serta meningkatkan kwalitas dan kwantitas hasil panen dengan target standart ekspor atau pasar Supermarket.

Penyuluhan ini diharapkan mampu membangkitkan semangat masyarakat dalam upaya membantu pemerintah dalam program ketahanan pangan (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *