Home / Nusantara

Sabtu, 6 Agustus 2022 - 14:42 WIB

Dinilai Tebang Pilih, PKL Metland Cileungsi Pertanyakan Penerapan Aturan

Penulis: Paulus Witomo

Bogor, PERISTIWAINDONESIA.com |

Pedagang Kaki Lima (PKL) yang biasa mangkal diwilayah jalur tengah antara Ruko PTM 3 dan RPM 5 serta sekitanya mengeluh penghasilannya menurun setelah seminggu diterapkan aturan Zona Merah oleh pihak Menejemen Perum Metland kecamatan Cileungsi Kabupaten Bogor Jawa Barat.

Pasalnya dengan adanya aturan yang diberlakukan oleh pihak keamanan Metland terkait zona merah pembeli jadi berkurang, mereka pun menilai aturan yang diterapkan tidak jelas dan tidak adil.

“Aturan aneh, masak wilayah kami doang yang dibatasi untuk jualan, sementara tempat lain gak bahkan bebas,” kata salah satu pedagang insial A yang biasa mangkal di wilayah Ruko PTM 5 kepada Wartawan Jumat (5/8/2022)

Dirinya juga menyesalkan tentang aturan yang diterapkan keamanan Metland yang terkesan tebang pilih karena ada beberapa tempat yang dianggap zona merah tidak ditutup untuk PKL malah bebas berjualan tanpa dilarang dan ditegur oleh keaamanan Menejemen Metland.

“Kalau mau ditegakan aturan menejemen Metland bahwa tidak boleh dagang dizona merah seharusnya semua sama jangan cuma pihak kami aja yang di batasi berjualan sementara dari pihak sana tidak diberlakukan aturan tersebut,”sesalnya

Menurutnya wilayah urban yang saat ini juga termasuk Zona Merah Sesuai Peta yang pihak Metland miliki malah ramai PKL yang jualan tapi tidak diusir dan tidak dibatasi oleh pihak keaamanan Metland.

“Wilayah Urban kami nyebutnya Petshop banyak PKL yang jualan tapi gak diusir, padahal itu jalan utama yang berpotensi bikin macet dan menganggu penguna jalan, tapi tempat kami yang dipojok dan bukan jalan utama malah ditutup, aturan kok diterapkan hanya sebagian,”terangnya.

Ditempat yang sama Pur selaku ketua Paguyuban Pedagang Kaki Lima (PKL) membenarkan hal yang dikeluhkan anggotanya bahwa semenjak diberlakukan aturan beberapa tempat ditutup anggota mengalami penurunan pendapatan.

“Iya betul itu, akibat ditutup beberapa jalan yang biasa jualan pendapatan mereka pada turun,” tuturnya

Lanjutnya dirinya menduga bahwa aturan yang diterapkan saat ini oleh pihak keamanan Metland hanyalah akal-akalan oknum, kalau memang aturannya dari atas seharusnya semua rata tidak boleh jualan disini,

“Ini mah cuma tempat kami doang yang ditutup yang jualan dijalan utama deket dengan kantor pemasaran Metland malah tidak dilarang,”kesalnya

Pur juga meminta pada pihak keamanan Metland untuk lebih bijak dalam menerapkan kebijakan dan aturan untuk lebih adil, Dirinya menjelaskan pedagang disini hanya cari makan tanpa menganggu kemacetan dan tetap menjaga kebersihan.

“Saya meminta pihak Metland dalam menerapkan aturan lebih bijak dan merata, kami cuma numpang cari makan tanpa menganggu ketertiban dan tidak membuat kumuh suasana Metland,”pintanya

Ia juga berharap dengan adanya aturan tidak berlarut-larut karna kalau aturan ini diberlakukan selamanya namun tidak seluruh wilayah diberlakukan khawatir malah terjadia Konflik antar pedagang

“Saya berharap aturan ini tidak lama diberlakukan, jika terus diberlakukan namun tidak seluruh wilayah diberlakukan dikhawatirkan terjadi Konflik internal antar Pedagang,” harapnya.

Sementara Acep Komarudin Kepala Bagian Keamanan saat dikonfimasi wartawan terkait hal ini tidak menjawab hingga berita ini diturunkan.(REL)

Share :

Baca Juga

Nusantara

Inilah Surat Terbuka Korban Asuransi Jiwa Kresna Life Untuk Menkopolhukam Mahfud MD

Nusantara

LMA Papua Ucapkan Selamat Atas Pelantikan 3 Orang Pj Gubernur DOB Papua dan Meminta Segera Proses Pemekaran DOB Kabupaten/Kota

Nusantara

Sidang Majelis Sinode Tahunan Gereja Toraja Mamasa Akan Digelar Tanggal 19-22 Juli 2022

Nusantara

Pelantikan Pengurus Ipelmabar Banda Aceh Terlaksana Sesuai Protokol Covid-19

Nusantara

Aulia Rachman Ajak Masyarakat Dukung Pendataan Yang Dilakukan Pemko Medan

Nusantara

Digelar BI, Plt Bupati Langkat Buka Edukasi BSNT

Nusantara

77,5 Persen Warga Medan Puas dengan Kinerja Pemko Medan

Nusantara

Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama Sumatera Utara : Tolak Kekerasan Terhadap Masyarakat Gurilla Kota Pematang Siantar