• Kam. Apr 25th, 2024

Jalan Jogoragan-Pleret Rusak Parah Mulai Diaspal

Byabed nego panjaitan

Mar 22, 2021

Penulis: Eko Rihantoro

Bantul, PERISTIWAINDONESIA.com |

Jalan Jogoragan-Pleret yang rusak parah, akhirnya di tahun anggaran 2021 akan mulai diaspal Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan ruang (PUPR) Pemerintah Kabupaten Bantul.

Hal ini terungkap dalam acara sosialisasi pekerjaan peningkatan jalan Jogoragan-Pleret, yang dilaksanakan Jumat (18/03/2021) di aula Desa Jambidan Kabupaten Bantul.

Kegiatan sosialisasi dihadiri Dinas PUPR Bantul, Dinas Perhubungan Bantul, Polsek Banguntapan, PT Sarana Persada Jaya Raya, Lurah Jambidan, Lurah Potorono dan perwakilan Tokoh Masyarakat.

Kepala Bidang Binamarga Bantul Eka Budisantoso ST MT menjelaskan bahwa paket lelang pekerjaan jalan Jogoragan-Pleret senilai Rp3,1 miliar yang berasal dari dana APBD Bantul tahun anggaran 2021 dan telah ditunjuk pemenangnya yaitu PT Sarana Persada Jaya Raya.

Setelah proses sosialisasi ini, kata Eka Budisantoso, maka pelaksanaan pekerjaannya akan segera dimulai.

Lurah Jambidan Zubaidi mengaku sangat senang menanggapi rencana pengaspalan jalan ini.

Lurah berharap dalam pengerjaannya nanti pihak kontraktor melaksanakannya sesuai isi kontrak sehingga kualitas jalan bisa tahan lama, karena selama ini masyarakat sangat mengeluhkan keadaan jalan Jogoragan-Pleret yang banyak lobang dan sangat rusak parah ini.

Sementara Lurah Potorono Prawata dan Polsek Banguntapan mengharapkan untuk pekerjaan jalan ini bisa sampai ke batas wilayah bagian jalan Utara, karena kalau cuma batas pekerjaan di SPBU Balong, maka harapan masyarakat masih belum terealisasi tahun ini.

Perwakilan dari PT Sarana Persada Jaya Raya mengatakan pelaksanaan paket pekerjaan ini akan dikerjakan sesuai dengan kontrak. Mengenai masukan dan usulan warga dalam acara sosialisasi ini akan diputuskan mereka setelah rapat koordinasi dengan Dinas PUPR Bantul.

Salah satu warga kepada kru Media ini mengungkapkan harapan masyarakat agar pemerintah daerah memperbaiki seluruh jalan Pleret, yang dimulai dari depan BPD DIY Ngipik sampai ke kecamatan Pleret.

“Keadaannya sudah rusak parah pak dan sangat berbahaya untuk masyarakat yang melewatinya,” keluhnya (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *