• Home
  • Redaksi
  • Info Iklan
Sabtu, Agustus 22, 2026
  • Login
peristiwaindonesia.com
Advertisement
  • Home
  • Nasional
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Kriminal
  • Nusantara
  • Investigasi
  • Selebritis
  • Sportaiment
  • Kesehatan
  • Suara Buruh
  • Daerah
  • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Kriminal
  • Nusantara
  • Investigasi
  • Selebritis
  • Sportaiment
  • Kesehatan
  • Suara Buruh
  • Daerah
  • Pariwisata
No Result
View All Result
peristiwaindonesia.com
No Result
View All Result
Home Headline

Inilah Tiga Kesalahan Fatal AHY Soal Tuding Kudeta

abed nego panjaitan by abed nego panjaitan
6 Februari 2021
in Headline
0
Inilah Tiga Kesalahan Fatal AHY Soal Tuding Kudeta

Ketua Dewan Penanggungjawab relawan DJM 1 Kali Lagi Sudiarto SH MH saat menyambut Jokowi di Papua

0
SHARES
1.4k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Penulis: Marjuddin Nazwar

Jakarta, PERISTIWAINDONESIA.com |

Tudingan Kudeta yang dilontarkan Ketua Umum Partai Demokrat (PD) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) semakin memanas.

Setelah mantan Wakil Ketua Umum PD Max Sopacua dan mantan Sekjen PD Marzuki Alie membantahnya, disusul Kepala Staf Presiden Jenderal Purn TNI Moeldoko.

Menanggapi isu ini, sejumlah tokoh seperti Mahfud MD, Yasonna Laoly dan tokoh lainnya, mulai angkat bicara. Mereka menilai tuduhan kudeta tersebut terlalu mengada-ada dan tidak berdasar.

“Jenderal Moeldoko itu Tokoh Bangsa dan dekat dengan SBY, apakah mungkin beliau ingin menggulingkan AHY? Kalau niatnya itu benar, maka itu telah dilakukan jauh dari sekarang. Lagi pula, sebagai Tokoh Bangsa, apakah salah jika pak Moeldoko mendengar dan menampung aspirasi Kader Partai? Tuduhan AHY benar-benar tak berdasar,” kata Ketua Dewan Penanggungjawab Ormas Indonesia Bersatu Tiga Pilar Sudiarto SH MH, Sabtu (6/2/2021) di Jakarta.

“Tuduhan tanpa bukti adalah fitnah dan fitnah masuk ke ranah pidana,” timpal Advokad ini.

Menurutnya, sikap yang di pertontonkan AHY menunjukkan kelemahannya sendiri. Seharusnya AHY memahami AD/ART Partai, karena untuk menggulingkan seorang Ketua Umum harus lewat mekanisme yang ditetapkan oleh AD/ART Partai.

Menurutnya, terdapat 3 (tiga) kesalahan fatal soal tudingan Kudeta AHY.

Pertama, Kesalahan menyebut Istilah Kudeta.

Menurut Sudiarto, pernyataan AHY menuding Jenderal Purn TNI Moeldoko ingin mengkudeta jabatan Ketua Umum PD dianggap kesalahan fatal dan menyasar ke fitnah.

Pasalnya, arti Kudeta itu adalah pengambilalihan kekuasaan. Istilah Kudeta itu dilakukan oleh orang yang berkompeten untuk itu.

Artinya, orang yang ingin mengambilalih kekuasaan itu haruslah dari jajaran kepengurusan di internal partai itu sendiri, bukan orang dari luar sebagaimana mekanisme yang tertulis di dalam AD/ART Partai.

“Kalau Max Sopacua dan Marzuki Alie dituding ingin mengkudeta AHY, sah-sah saja karena mereka orang Partai itu sendiri, sedangkan pak Moeldoko kan tidak,” jelas Sudiarto.

Kesalahan yang Kedua adalah Menyurati Presiden.

Dikatakan Sudiarto, sikap buru-buru AHY menyurati Jokowi adalah kesalahan fatal karena masih praduga sehingga dapat dikualifikasi sebagai fitnah.

“Dengan menulis surat kepada Presiden, apalagi menuduh Moeldoko ingin mengkudeta dirinya, maka AHY patut diduga ingin mencemarkan nama baik Kepala Staf Presiden Moeldoko.

Surat yang ditulis oleh AHY tersebut akan dapat dijadikan sebagai bukti di pengadilan adanya praduga tindakan pencemaran nama baik.

“AHY harus dapat membuktikan tuduhannya secara hukum, jikalau tidak, maka nama baik pak Moeldoko harus dipulihkan oleh AHY,” jelas Sudiarto.

Kesalahan yang Ketiga adalah Sengaja Menyiarkan isu yang masih bersifat praduga.

Menurut Sudiarto, sebagai seorang Ketua Umum AHY mestinya hati-hati dalam mengeluarkan pernyataan. Apalagi menuduh orang lain tanpa dasar, maka akan dapat menciderai nama baik orang lain.

“Kesalahan fatal AHY adalah mengadakan konferensi pers dan menuduh orang baik sebagai dalang yang ingin mengkudeta dirinya. Ini sangat fatal karena menciderai nama baik orang lain tersebut,” ujar Sudiarto.

Pernyataan AHY ini telah dibantah keras KSP Moledoko dan 2 (dua) petinggi Partai Demokrat, seperti mantan Wakil Ketua Umum Max Sopacua dan mantan Sekjen Marzuki Alie.

Artinya, keterangan yang disampaikan oleh AHY dalam temu Pers tersebut ternyata tidak benar. Karena kedua Petinggi Partai tersebut membantahnya dan menantang AHY untuk membuktikannya.

Selain itu, masih kata Sudiarto, isu kudeta yang dilontarkan oleh AHY tidak akan terjadi jika di internal PD solid. Dan peristiwa ini telah membuka aib sendiri, bahwa di internal PD saat ini sedang tidak solid.

“Jadi, inilah tiga kesalahan fatal AHY menurut saya. Dan kesalahan ini tidak main-main, karena disiarkan ke seluruh dunia dan telah merusak nama baik orang lain,” ulas Sudiarto.

Disisi lain, Sudiarto mengimbau AHY supaya segera meminta maaf kepada Moeldoko, karena pernyataannya itu telah menciderai nama baik tokoh bangsa tersebut.

“AHY jangan membawa-bawa nama Presiden seolah-oleh pak Jokowi tau peristiwa ini. AHY membangun opini bahwa dirinya terkesan sedang dizolimi. Padahal tidak ada hubungan Presiden dengan isu kudeta tersebut. Sebagai relawan Jokowi, saya tidak menerima pernyataan AHY tersebut, karena melibatkan nama pak Jokowi. Pernyataan AHY ini harus segera ditariknya dan meminta maaf secara terbuka. Kalau tidak, maka saya akan melaporkan keterangan bohong ini,” tandas Ketua Dewan Penanggungjawab relawan Doakan Jokowi Menang (DJM) 1 Kali Lagi ini (*)

Tags: Headline
Previous Post

Gubernur Aceh Ground Breaking Pembangunan Ruas Jalan Aceh Selatan-Singkil

Next Post

Kepala BNNP Sulbar Kunjungi Lapas dan Berikan Bantuan Obat-obatan

abed nego panjaitan

abed nego panjaitan

RelatedPosts

Seret Oknum ke Propam hingga Puspom TNI, Pelapor Siap Bongkar Praktik Culas ‘Uang Jalan’ BBM Ilegal
Headline

Seret Oknum ke Propam hingga Puspom TNI, Pelapor Siap Bongkar Praktik Culas ‘Uang Jalan’ BBM Ilegal

19 Juli 2026
Ketum SOKSI: Momentum Presiden Prabowo Memimpin Reformasi Nasional untuk Mengakhiri Paradoks Indonesia
Headline

Ketum SOKSI: Momentum Presiden Prabowo Memimpin Reformasi Nasional untuk Mengakhiri Paradoks Indonesia

17 Juli 2026
Bisnis Berkedok ‘Home SPA’ Berjamur di Sentra Kota Wisata
Headline

Bisnis Berkedok ‘Home SPA’ Berjamur di Sentra Kota Wisata

22 Agustus 2026
Anggaran Kelurahan Muara Ampolu Diduga Disalahgunakan, Masyarakat Minta Lurah Dievaluasi
Headline

Anggaran Kelurahan Muara Ampolu Diduga Disalahgunakan, Masyarakat Minta Lurah Dievaluasi

14 Juli 2026
Dugaan Prostitusi Terselubung Sentra Eropa Kotwis: Praktik “Koordinasi” Mencuat, Kinerja Satpol PP Bogor Dipertanyakan
Headline

Dugaan Prostitusi Terselubung Sentra Eropa Kotwis: Praktik “Koordinasi” Mencuat, Kinerja Satpol PP Bogor Dipertanyakan

14 Juli 2026
Diduga Bekingi Mafia BBM Oknum Aparat TNI Aktif Dan POM Sibolga Berkerjasama Dengan Pemilik SPBU   14.225.315 Terancam Dilaporkan Ke BPH Migas dan Puspomad TNI AD Dijakarta
Headline

Diduga Bekingi Mafia BBM Oknum Aparat TNI Aktif Dan POM Sibolga Berkerjasama Dengan Pemilik SPBU 14.225.315 Terancam Dilaporkan Ke BPH Migas dan Puspomad TNI AD Dijakarta

9 Juli 2026
Next Post
Kepala BNNP Sulbar Kunjungi Lapas dan Berikan Bantuan Obat-obatan

Kepala BNNP Sulbar Kunjungi Lapas dan Berikan Bantuan Obat-obatan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Stay Connected test

  • 24k Followers
  • 99 Subscribers
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Sejarah Lahirnya Tahlilan Dalam Upacara Kematian, Khususnya Di Tanah Jawa, Indonesia

Sejarah Lahirnya Tahlilan Dalam Upacara Kematian, Khususnya Di Tanah Jawa, Indonesia

23 Februari 2021
SBSI 1992 Minta Jokowi Berikan Pekerjaan Pengganti 514 Korda dan 7.230 Pendamping BSP Kemensos yang Kehilangan Pekerjaan

SBSI 1992 Minta Jokowi Berikan Pekerjaan Pengganti 514 Korda dan 7.230 Pendamping BSP Kemensos yang Kehilangan Pekerjaan

7 Januari 2022
Ditjen PFM Dihapus, Komisi VIII Berjanji Akan Tindaklanjuti Aspirasi Korda dan Pendamping Kecamatan

Ditjen PFM Dihapus, Komisi VIII Berjanji Akan Tindaklanjuti Aspirasi Korda dan Pendamping Kecamatan

18 Januari 2022
RUU Pertanahan Yang Baru, Hak Milik Dicabut Jika Tanah Tak Dipakai

RUU Pertanahan Yang Baru, Hak Milik Dicabut Jika Tanah Tak Dipakai

7 Agustus 2020
Atasi Krisis Air Bersih, Tapanuli Utara Butuh Dana Rp 60 Miliar

Atasi Krisis Air Bersih, Tapanuli Utara Butuh Dana Rp 60 Miliar

0
Mikie Funland Beroperasi Kembali Dengan Protokol New Normal

Mikie Funland Beroperasi Kembali Dengan Protokol New Normal

0
Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan yang juga Juru bicara pemerintah untuk penanganan COVID-19 Achmad Yurianto menjawab pertanyaan saat wawancara di Graha BNPB, Jakarta, Kamis (18/6/2020)

Yurianto yang Dijuluki “Pembawa Berita Kematian” karena Sampaikan Data Covid-19

0
Konimex Dukung Masyarakat Siapkan Diri Hadapi Pandemi & New Normal

Konimex Dukung Masyarakat Siapkan Diri Hadapi Pandemi & New Normal

0
Seret Oknum ke Propam hingga Puspom TNI, Pelapor Siap Bongkar Praktik Culas ‘Uang Jalan’ BBM Ilegal

Seret Oknum ke Propam hingga Puspom TNI, Pelapor Siap Bongkar Praktik Culas ‘Uang Jalan’ BBM Ilegal

19 Juli 2026
Polres Metro Bekasi Kota Gelar Jumpa Pers Guna Paparan Hasil Operasi Berantas Jaya Telah Ungkap 77 Kasus.!!

Polres Metro Bekasi Kota Gelar Jumpa Pers Guna Paparan Hasil Operasi Berantas Jaya Telah Ungkap 77 Kasus.!!

22 Agustus 2026
Ketum SOKSI: Momentum Presiden Prabowo Memimpin Reformasi Nasional untuk Mengakhiri Paradoks Indonesia

Ketum SOKSI: Momentum Presiden Prabowo Memimpin Reformasi Nasional untuk Mengakhiri Paradoks Indonesia

17 Juli 2026
Bisnis Berkedok ‘Home SPA’ Berjamur di Sentra Kota Wisata

Bisnis Berkedok ‘Home SPA’ Berjamur di Sentra Kota Wisata

22 Agustus 2026

Recent News

Seret Oknum ke Propam hingga Puspom TNI, Pelapor Siap Bongkar Praktik Culas ‘Uang Jalan’ BBM Ilegal

Seret Oknum ke Propam hingga Puspom TNI, Pelapor Siap Bongkar Praktik Culas ‘Uang Jalan’ BBM Ilegal

19 Juli 2026
Polres Metro Bekasi Kota Gelar Jumpa Pers Guna Paparan Hasil Operasi Berantas Jaya Telah Ungkap 77 Kasus.!!

Polres Metro Bekasi Kota Gelar Jumpa Pers Guna Paparan Hasil Operasi Berantas Jaya Telah Ungkap 77 Kasus.!!

22 Agustus 2026
Ketum SOKSI: Momentum Presiden Prabowo Memimpin Reformasi Nasional untuk Mengakhiri Paradoks Indonesia

Ketum SOKSI: Momentum Presiden Prabowo Memimpin Reformasi Nasional untuk Mengakhiri Paradoks Indonesia

17 Juli 2026
Bisnis Berkedok ‘Home SPA’ Berjamur di Sentra Kota Wisata

Bisnis Berkedok ‘Home SPA’ Berjamur di Sentra Kota Wisata

22 Agustus 2026
peristiwaindonesia.com

Penerbit :
PT Rajawali Sukmajaya Pers
SK MENKUMHAM Nomor: AHU-41733.40.10.2014
SIUP Nomor: 2472/2306/1.1/0904/08/2017

Follow Us

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

©2008 www.peristiwaindonesia.com "Mandiri Terpercaya dan Profesional"

No Result
View All Result

©2008 www.peristiwaindonesia.com "Mandiri Terpercaya dan Profesional"

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In