Home / Hukum

Rabu, 8 Februari 2023 - 08:38 WIB

Hendak Konfirmasi Toko Tramadol, Dua Wartawan Diintimidasi Oknum Warga

Penulis : Marjuddin Nazwar

BOGOR, PERISTIWAINDONESIA.COM |

Dua orang awak media Online Jabarexpres di Cileungsi Kabupaten Bogor mendapat intimidasi dari seorang pemuda tak dikenal didepan toko penjual Tramadol dan Exymer yang berkedok toko kosmetik di Desa Cileungsi Kidul Kecamatan Cileungsi Kabupaten Bogor Jawa Barat.

Intimidasi itu berawal Selasa sekitar pukul 11: 30 wib Siang tanggal (31/1/2023) lalu tepatnya di Kampung Cibereum RT 04/05 Desa Cileungsi Kidul saat dua orang wartawan mendatangi toko tersebut dan ingin mengkonfirmasi kepada pemilik toko tentang dugaan penjualan obat Keras Golongan G Tramadol dan Exymer yang ada ditoko tersebut.

Saat itu Dua wartawan Jabarexpres Viktor Tobing dan Riska hendak mengambil gambar dari depan toko yang kebetulan ada penjaga toko dan warga yang duduk depan toko.

Namun tiba-tiba salah satu warga protes membentak dengan nada keras sambil menghampiri Riska yang saat itu sedang memvidiokan sekitar lokasi toko dan hampir merampas Hp nya.

“Kamu Photo photo apa, Aku gak terima ini, aku gak terima ini,” bentaknya dalam Vidio yang beredar.

Kemudian, Viktor Tobing yang saat itu juga menanyakan kepada oknum warga tersebut dan berdebat hingga bernada keras.

“Kamu siapa, Kamu siapa sebagai apa kamu disini dan apa urusanmu,” ujar Tobing.

Selanjutnya oknum warga tersebut menjawab dengan nada keras juga.

“Aku teman disini,” jawabnya oknum warga dengan nada keras.

Atas kejadian tersebut Pimpinan Redaksi Media Online Jabarexpres Daniel Apolo Hutabarat mengecam aksi intimidasi dan arogansi oknum warga tersebut melarang wartawan melakukan liputan peristiwa hingga hampir melakukan perampasan peralatan kerja Jurnalistik.

Daniel menyebut aksi intimidasi terhadap wartawan dan melarang wartawan mengambil photo dan Vidio itu kriminal tapi juga bertententangan dengan hukum dan hak asasi manusia (HAM). “Aksi kekerasan intimidasi, melarang liputan, itu pidana, dan melanggar UU Pers No 40 tahun 1999,” katanya Selasa (7/2/2023)

Kekerasan yang dimaksud yakni oknum warga terhadap dua wartawan saat meliput dugaan pelanggaran yang dilakukan Toko Obat Berkedok Toko Kosmetik yang diduga menjual obat keras jenis Tramadol dan Exymer.

“Siapa pun itu tidak boleh ada yang menghalang-halangi tugas Wartawan dalam melakukan pekerjaan,”tegasnya

Menurut dia, wartawan tidak boleh mengalami intimidasi dan kekerasan saat peliputan. Sebab, wartawan dilindungi undang-undang. “Wartawan dilindungi Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik. Maka, kekerasan kepada wartawan sangat disayangkan,” kata Daniel lagi

Dirinya meminta pihak Kepolisian Polsek Cileungsi Polres Bogor agar segera mengusut kejadian itu dan juga harus segera menertibkan kan toko obat tersebut dengan menangkap Bandar dan penjualnya karena obat tersebut berbahaya buat orang yang mengkonsumsinya berlebihan apa lagi menjualnya tidak pakai resep dokter,”tutupnya.(RED)

Share :

Baca Juga

Daerah

Kejatisu Periksa Para Saksi Kasus BOK Dan Jaspel Dinkes Tapteng

Hukum

SPBU 34-171-27 Margahayu Diduga Salah Gunakan Izin Usaha

Hukum

Diduga adanya peredaran narkoba di dalam Lapas Siantar. Mengapa bisa terjadi?

Hukum

Pemburu Biawak Tewas Terpeleset Saat Memancing

Daerah

Kejatisu Diminta Tuntaskan Kasus Dugaan Korupsi di Dinas Pendidikan Tapanuli Tengah

Daerah

Oknum Wartawati di Sibolga-Tapteng Diduga Melakukan Tindak Pidana Penipuan.

Hukum

APPP Minta Kejari Paluta Tindaklanjuti Kasus Dugaan Korupsi Dana Bos Afirmasi Dan Kinerja TA 2019

Hukum

Ratusan Kilogram Ganja, maupun Sabu-Sabu Diamankan Poldasu dari 65 Tersangka