Home / Headline

Minggu, 24 Oktober 2021 - 21:32 WIB

Ketum SBSI 1992: Ideologi Jadi Landasan Dalam Menentukan Sikap

Majelis Pertimbangan Organisasi (MPO) Sudiarto menyerahkan Pataka kepada Ketua Umum SBSI 1992 periode 2021-2026 Abednego Panjaitan, Minggu (24/10/2021) di Gedung Mula Kota Tua, Jakarta

Majelis Pertimbangan Organisasi (MPO) Sudiarto menyerahkan Pataka kepada Ketua Umum SBSI 1992 periode 2021-2026 Abednego Panjaitan, Minggu (24/10/2021) di Gedung Mula Kota Tua, Jakarta

Penulis: Marjuddin Nazwar

Jakarta, PERISTIWAINDONESIA.com |

Ketua Umum DPP Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) 1992 Abednego Panjaitan menegaskan ideologi menjadi landasan dalam menentukan sikap bagi organisasi.

“Ideologi sangat penting bagi suatu bangsa karena ia merupakan harapan dan ide-ide yang menempati derajat tertinggi dalam bernegara. Ideologi ini lahir sebagai cerminan dari harapan serta ide warga Negara. Dengan demikian, ideologi ini pun menjadi landasan dalam menentukan sikap dan tindakan hidup suatu bangsa,” jelas Abednego Panjaitan, Minggu pagi (24/10/2021) di Jakarta.

Menurutnya, SBSI 1992 didirkan oleh para pahlawan bangsa dan telah menorehkan nama besar seperti KH Abdulrahman Wahid atau Gus Dur, Mukhtar Pakpahan, Rachmawati Soekarno Putri, Sabam Sirait dan puluhan pendiri SBSI 1992 lainnya.

“SBSI 1992 ini berazaskan Pancasila dan UUD 1945, oleh karena itu, SBSI 1992 memiliki ideologi Pancasila,” terangnya.

Disampaikannya, ideologi sangatlah diperlukan bagi suatu negara. Jika suatu negara tidak miliki ideologi, maka bangsa tersebut akan rapuh serta perlahan-lahan akan hancur. Karenanya ideologi merupakan suatu pandangan beserta falsafah hidup dari suatu bangsa.

“Ideologi Pancasila adalah nilai-nilai luhur budaya dan religius bangsa Indonesia yang berdasarkan pada Lima Sila. Aspek tersebut misalnya membantu sesama warga, bergotong-royong, menghormati hak dan kewajiban orang lain dan diri sendiri, serta menjunjung tinggi nilai persatuan dalam bermasyarakat,” pungkasnya.

Menurut Sekretaris Jenderal Relawan Doakan Jokowi Menang Satu Kali Lagi ini Pancasila dijadikan sebagai ideologi bangsa karena kelima sila di dalamnya bukan merupakan hasil pemikiran seseorang atau sekelompok orang.

Namun, menurutnya, Pancasila diangkat dari nilai adat istiadat, nilai kebudayaan, dan nilai religius yang terdapat dalam pandangan hidup masyarakat Indonesia sebelum membentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Tanpa ideologi, maka manusia tidak akan memiliki pengetahuan untuk memahami dan menafsirkan dunia. Tanpa ideologi, maka manusia tidak memiliki wawasan yang luas untuk memberikan makna dan tujuan. Tanpa ideologi, manusia tidak akan memiliki norma, pedoman, dan pegangan untuk melangkah maju dan bertindak ke depan,” jelasnya.

Ditegaskan Abednego, besarnya keanggotaan SBSI 1992 saat ini, karena menanamkan ideologi Pancasila dalam setiap kegiatan pendidikan dan pelatihan organisasi.

“Jadi, karena SBSI 1992 selalu mengedepankan Ideologi Pancasila, maka kerukunan antar umat beragama sangat menonjol dan terbangun dengan baik dalam setiap pergerakan SBSI 1992 di Indonesia,” tandasnya (*)

Share :

Baca Juga

Headline

SBSI 1992 Minta Pemerintah Jangan Hapus Tunjangan Profesi Guru. Kesejahteraan Akan Cegah Pungli dan Korupsi

Headline

Kunjungi PBNU, Kapolri Listyo Sigit Akan Sinergikan Ulama dan Umara Jaga Kamtibmas

Headline

Lahan Petani Diduga Dicaplok, 7.000 Petani Minta Bantuan Hukum DPP SBSI 1992 Jakarta

Headline

Bima Tabagsel Kembali Unjuk Rasa Minta Kejari Padangsidimpuan Usut Dugaan Dana Fiktif Desa Batang Bahal

Headline

Lapor Pak Kapolda Kalbar Dan Mabes Polri Judi Togel Di Sintang Setoran Ke Bos Besar Bernama Ilong,Minta Segera Di Tindak

Daerah

Saat Pimpin Rapat di Kantor Dinkes, Ketua DPRD Tiba-tiba Nyelonong Masuk dan Bentak-bentak Pj Bupati Tapteng

Headline

Soal JHT Cair Usia 56, Ketum SBSI 1992: “Tolong Hak Buruh Jangan Dipermainkan”

Headline

Tuntutan LMA 8 KABUPATEN PROVINSI PAPUA PENGUNUNGAN Kepada MPR PROVINSI PAPUA PEGUNUNGAN