Home / Investigasi

Senin, 20 Februari 2023 - 14:26 WIB

Sekjend Prodem Kecam Kekerasan Oknum Tentara Terhadap 5 Warga Sumbawa Besar

Penulis : Marjuddin Nazwar

JAKARTA| PERISTIWAINDONESIA.COM

Dikutip dari media sumbawanews.com.- Kericuhan yang terjadi antara oknum anggota LSM Garuda dengan oknum prajurit TNI di di Cafe Azena 2 Dusun Labuhan Badas Desa Labuhan Badas Kecamatan Labuhan Badas Kabupaten Sumbawa, Sabtu (18/2/2023) pukul 02.30 wita mengakibat setidaknya 5 oknum anggota LSM Garuda babak belur dan dilarikan ke rumah sakit setempat mendapat perhatian dari Gubernur NTB Dr. Zulkieflimansyah.

PRODEM ANGKAT BICARA

Jaringan Aktivis Pro-Demokrassi (PRODEM) mengecam aksi kekerasan anggota TNI Kompi B Yonif 742/SWY terhadap 5 Anggota Lembaga Swadaya Masyarakat di Sumbawa Besar, Nusa Tenggara Barat. “ PRODEM mengecam keras tindakan kekerasan oknum aparat TNI pada hari sabtu, 18 Februari 2023 di depan Kompi B Yonif 742/SWY terhadap 5 anggota LSM Garuda.

Tindakan kekerasan jelas merupakan tindak pidana dan melanggar beberapa ketentuan hukum yang berlaku serta prinsip-prinsip umum dalam penegakan hukum dan hak asasi manusia.“ Ujar Sekjend PRODEM, Mujib Hermani yang juga putra asli Sumbawa.

Sekjend Prodem, Mujib Hermani menilai perbuatan oknum anggota TNI Kompi B Yonif 742/SWY itu jauh dari standar dan norma HAM yang menjunjung tinggi harkat serta martabat manusia. tindakan itu masuk dalam kategori perbuatan yang kejam dan tidak manusiawi jika merujuk pada Konvensi Anti Penyiksaan PBB yang sudah diratifikasi Indonesia.

“Tindakan penganiayaan yang dilakukan oknum anggota TNI Kompi B Yonif 742/SWY itu bertentangan dengan jati diri TNI sebagai tentara profesional yaitu tentara yang terdidik, terlatih”

Ditegaskannya, Harus tetap ada pertanggungjawaban hukum atas tindakan pemukulan masyarakat sipil, tidak ada mekanisme penerapan hukum dengan pemukulan. Ujar Sekjend PRODEM.

Kembali Mujib Hermani menambahkan, Jaringan Aktivis Pro Demokrasi akan ikut mengawal jalannya proses hukum kasus tindakan kekerasan oleh oknum anggotaTNI Kompi B Yonif 742/SWY tersebut.

“PRODEM siap dan bersedia mendampingi korban selama proses hukum. PRODEM terus melakukan pemantauan penanganan kasusnya bila perlu akan melakukan advokasi ke Sumbawa Besar”

Penanganan bukan hanya soal hukumnya tetapi pemulihan korban yang sekarang masih sekarat di Rumah Sakit Sumbawa. Bukti-bukti foto dan Video kesaksian korban sudah menyebar dan viral dijaringan aktivis pro demokrasi saat ini.

Saya berharap kejadian ini tidak terulang lagi karena saya tau TNI lahir dari rakyat dan selalu harus melindungi rakyat. Orang Sumbawa sangat menghormati TNI, TNI mendapat tempat yang sangat terhormat dihati orang sumbawa.

Isu yang beredar ada yang menghina TNI itu harus terklarifikasi dari kedua belah pihak. Tapi bahwa ada oknum TNI yang menjadi pengaman cafe ilegal itu jelas pelanggaran.

Anggota TNI tak boleh digerakkan oleh kekuatan apapun selain institusi, tidak boleh mudah digunakan oleh pengusaha apalagi untuk bisnis gelap” pungkas Sekjend PRODEM yang Asli Putra Sumbawa. (RED)

Share :

Baca Juga

Investigasi

Padahal Dilarang, Kasek SD Tetap Jual Pakaian Seragam Ke Siswa Baru

Hukum

Lapor Pak Kapolri ; Tambang Emas Ilegal di Desa Sungai Besar dan Desa Matang Gadong, Kec.Matan Hilir Selatan,Kab.Ketapang, Semakin Terkesan Kebal Hukum*

Headline

DPP DJM 1 Kali Lagi Minta Menteri Perhubungan Segera Copot Kepala KSOP Samarinda

Investigasi

Berdialog Bersama Warga Desa Satai Lestari, Anggota Polsek Pulau Maya Karimata, Pastikan Merespon Curhatan Warga Masyarakat

Investigasi

Restan Sawit Tidak Diangkut Vendor, TBS Menumpuk di AFD 3 PTPN IV Kebun Pulu Raja

Daerah

Kurang Dari 24 Jam, Polres Padang Lawas Ringkus Pelaku Perampokan.

Headline

Diduga Biaya Proyek Pengelolaan Terminal Type B Pulogadung Sumber Dana Siluman

Infrastruktur

Diduga Terjadi Anggaran Ganda Pada Kegiatan Proyek di SMP Negeri 33 Kota Bekasi.