Home / Daerah

Senin, 29 April 2024 - 09:13 WIB

Tapanulibl Tengah Sumatera Utara Butuh Pemimpin Yang Empat Pada Masyarakat.

Kilas Peristiwa Indonesia.com

Oleh : Demak MP Panjaitan/Pance.

Tapteng, peristiwaindonesia.com ~ Ketua KPU-RI Hasyim Asy’ari, S.H., M.Si., Ph.D. Pilkada Serentak 2024 akan dilaksanakan pada 27 November 2024. ‚ÄúPilkada Serentak tahun 2024 akan diikuti sebanyak 37 provinsi, kemudian 508 Kabupaten/Kota yang akan menyelenggarakan Pilkada Serentak 2024.

Kepemimpinan. Dr. Sugeng Riyanta, S.H., M.H., menjadi Penjabat Bupati Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) memotivasi bagaimana pemimpin yang baik di Tapteng, dan menjadi tolok ukur bagi masyarakat.

Bukan tidak punya alasan, tentunya berangkat dari pengalaman kepemimpinan masa lalu di Tapteng sampai tiga Pejabat Bupati.

Ada berpendapat siapapun yang akan memimpin di Tapteng, tidak perduli dengan backgroundnya, asal jangan seperti “Kim Jong-un”.

Pemimpin dalam etika politik seyogyanya memiliki empati terhadap keadaan masyarakat yang di layani dengan meratakan dan memahami perasaan serta kebutuhan masyarakat Tapteng.

Animo masyarakat adalah memperhatikan berbagai sikap dan mindset yang ada di masyarakat dengan mendengarkan aspirasi dan kekhwatiran berbagai kelompok serta bersedia untuk berdialog serta bernegosiasi.

Ekspektasi masyarakat pemimpin memperhitungkan dengan seksama berbagai konsekuensi dan implikasi dari tindakan yang diambil, dengan bertindak secara bertanggung jawab dan memperhatikan kelangsungan serta keadilan jangka panjang.

Dengan empati, pemimpin dapat menjaga integritas dan moralitas dalam menjalankan tugasnya serta menjalankan komitmen terhadap prinsip-prinsip etika politik yang menempatkan kesejahteraan masyarakat sebagai prioritas utama.

Adahal yang menjadi momok menakutkan ditengah jalan yang dilalui oleh pembagunan bayang-bayang kolusi selalu mengintai, mengancam fondasi etika politik dan tegaknya hukum.

Ini bukan sekedar pelanggan terhadap norma, tetapi sebuah penghianatan terhadap kepercayaan masyarakat.

Ketika kolusi merajalela, masyarakat dilupakan sebagai subjek utama dalam proses pembangunan, pengusaha dan pejabat pemerintah yang terjerat dalam jaringan kolusi memperlakukan pemerintah sebagai alat untuk kepentingan pribadi mereka.

Ironinya, Izin usaha diberikan dengan sembrono lahan dengan SDA dengan eksploitasi dengan serakah, tanpa mempertimbangkan dampaknya terhadap masyarakat dan lingkungan masyarakat menjadi korban terperangkap dalam ketidakadilan dan ketidak pastian, juga ancaman terhadap bencana alam.

Didalam kegelapan yang mengancam, terdapat sinar harapan. Elit politik menjadi pemandu bagi subjek pembangunan terutama bagi masyarakat menghadapi tantangan ini.

Memperketat sistem pengawasan dan penerapan peraturan dan perundangan-undangan yang ketat, solusi dapat dicegah, integritas institusi pemerintahanpun dapat dipertahankan.

Menjaga integritas dan komitmen bersama, keadilan pembangunan ini dapat terselenggara, bagi kesejahteraan dan lingkungan kita. Saat ini juga untuk generasi mendatang yang lebih baik. (**)

Share :

Baca Juga

Daerah

Bobby Nasution Kenakan Busana Adat Melayu di Halal Bihalal Pemkab Langkat, PJ Bupati Langkat Sambut dengan Senyum Bahagia

Daerah

Pj. Bupati Tapteng Lantik Pejabat Administrator dan Pejabat Pengawas di Lingkungan Pemkab Tapteng

Daerah

Audensi dengan Bawaslu, Pj Bupati Langkat Faisal Hasrimy : Ayo Sukseskan Pilkada 2024

Daerah

Sinergitas Patroli Gabungan Tiga Pilar, Antisipasi Kenakalan Remaja di Kota Sibolga Sumut..

Daerah

Atas Perintah Bupati, BKPSDM Minahasa Layani ASN Secara Gratis

Daerah

Polres Tapteng Gerak Cepat Tangkap Pelaku Kekerasan Kepada Anak Dibawah Umur.

Daerah

Enggan Pindah Ke Perumahan Baru, Sekdes Kawasi Diduga Provokasi Warga

Daerah

Kabag Ops Polresta Sibolga Serah Terima Jabatan Kepada Pejabat Baru.