Home / Headline

Senin, 22 Maret 2021 - 08:49 WIB

Tokoh Buruh Indonesia Muchtar Pakpahan Meninggal Dunia

Penulis: Sri Karyati

Jakarta, PERISTIWAINDONESIA.com |

Tokoh pergerakan Buruh Indonesia Prof Dr Muchtar Pakpahan SH MA meninggal dunia, Minggu (21/3/2021) sekira pukul 21.10 WIB di Rumah Sakit Siloam, Jakarta.

Sosok Muchtar Pakpahan lahir di desa kecil Bah Jambi II, Tanah Jawa, kabupaten Simalungun, provinsi Sumatera Utara, 21 Desember 1953 (67 tahun).

Sekalipun penyakit kanker tenggorokan telah lama diderita Muchtar Pakpahan, namun tak pernah menyurutkan semangatnya untuk menggerakkan Serikat Buruh.

Muchtar Pakpahan tokoh buruh Indonesia. Pada tahun 1992 bersama KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) mendirikan Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBS).

Gebrakannya mendirikan Serikat Buruh Independen bebas dari campur tangan pemerintah menghantarkannya menjadi Tokoh Buruh Indonesia yang dikenal vokal dan mendunia, bahkan Muchtar Pakpahan dikenal juga sebagai tokoh Hak Azasi Manusia.

Dia orang pertama di Indonesia membebaskan hak universal buruh berserikat. Perjuangannya melalui SBSI untuk menaikkan gaji dalam UMR.

Di zaman Orde Baru, militer dengan tangan besinya sempat berusaha membungkam pergerakan para aktivis Buruh yang tergabung dalam SBSI.

Baca Juga  Pemerintah Terbitkan Sertifikat Elektronik, Namun Tak Otomatis Sertifikat Analog Ditarik

Menurut Muchtar Pakpahan, suatu kemustahilan gerakan buruh dapat menuntut kesejahteraan tanpa adanya perlawanan, apalagi sampai membuahkan hasil. “Melawan atau Ditindas” itu slogannya.

Dalam memperjuangkan kesejahteraan Buruh, Muchtar Pakpahan beberapa kali harus dijebloskan ke dalam penjara.

Pada Januari 1994 dia ditahan di Semarang, Agustus 1994 s/d Mei 1995 dia dipenjarakan di Medan karena kasus demonstrasi buruh pertama di Indonesia Juli 1996 s/d 1997 dia dipenjara di LP Cipinang.

Bahkan atas disertasinya berjudul Potret Negara Indonesia yang isinya diperlukan reformasi sebagai alternatif revolusi. Kebebasan berfikir sebagai intelektual kampus pun membuatnya diancam pidana mati karena dianggap melakukan subversif.

Sebagai seorang Akademisi Muchtar Pakpahan terakhir kalinya diangkat sebagai Guru Besar Untag dan mengajar juga di Fakultas Hukum Universitas Kristen Indonesia (UKI).

Dari hasil perjuangannya pula SBSI pernah menduduki utusan golongan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI, bahkan salah satu pendiri SBSI Gus Dur berhasil menjabat sebagai Presiden RI.

Baca Juga  Oknum Guru Sebut Ibu Korban Membuat Laporan Palsu. KPAI: Kasus Pencurian Sudah Berdamai

Muchtar Pakpahan pernah menjabat anggota Governing Body ILO mewakili Asia dan Vice President World Confederation of Labor (ILO).

Sementara Penghargaan dunia dianugerahkan kepada Muchtar Pakpahan yaitu George Meany Award dari AFL CIO USA (1997), Rule of Law Award dari ABA USA (1997), Peace of Justice Award dari Rainbow Push Coalitio byn (1997), Honoris Causa dari Dickenson College (1997), Quizenpenning from Netherlands (Mach 1998), Labor Right Defender Award from CLC Canada (June 1998), Labor Right. Defender, from the Presiden of france and Secretary General of UNO when celebrating 50 year human right declaration, 10 December 1998 in Paris, Time Magazine’s Asia’s 100 most influential people of 1996.

Selamat jalan Tokoh Buruh Indonesia, jasa-jasamu untuk Buruh Indonesia akan selalu dikenang(*)

Share :

Baca Juga

Headline

Natalius Pigai Nilai Pembangunan Integrasi Politik Jokowi Gagal di Papua. Dari 30 Menteri, Tak Ada Orang Papua

Headline

Warga Desa Namodindang Berneh Kabupaten Karo Berharap Jambur Mereka Diperbaiki

Headline

ASDP Buka 3 Rute Jarak Jauh: Patimban-Bandar Lampung, Patimban-Pontianak dan Patimban-Banjarmasin

Headline

Ormas Indonesia Bersatu Tiga Pilar Kutuk Keras Pembakaran Gereja dan Pembunuhan Empat Jemaat di Sigi

Headline

Satu Tahun PMI Asal Karawang Tak Digaji, HTW Malaysia Berhasil Paksa Majikan Bayar Hak Korban

Headline

Istana Bertemu Pengurus SBSI. Buruh Soroti Kinerja Pengawas Ketenagakerjaan

Headline

LMA Nabire Nyatakan Sikap Dukung Penuh Lenis Kogoya Jadi Wagub Papua

Headline

Ondoafi: Lenis Kogoya Wagub Papua, Maka Airlangga Hartarto Akan Jadi Presiden RI Tahun 2024