• Home
  • Redaksi
  • Info Iklan
Jumat, September 11, 2026
  • Login
peristiwaindonesia.com
Advertisement
  • Home
  • Nasional
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Kriminal
  • Nusantara
  • Investigasi
  • Selebritis
  • Sportaiment
  • Kesehatan
  • Suara Buruh
  • Daerah
  • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Kriminal
  • Nusantara
  • Investigasi
  • Selebritis
  • Sportaiment
  • Kesehatan
  • Suara Buruh
  • Daerah
  • Pariwisata
No Result
View All Result
peristiwaindonesia.com
No Result
View All Result
Home Headline

Prof Dr Muchtar Pakpahan: “UU Cipta Kerja Akan Membuat Hidup Buruh Semakin Buruk”

abed nego panjaitan by abed nego panjaitan
18 Oktober 2020
in Headline
0
Inilah Alasan Penting (K) SBSI Tolak UU Cipta Kerja Klaster Ketenagakerjaan
0
SHARES
656
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Penulis : Sukma Panjaitan

Jakarta, PERISTIWAINDONESIA.com |

Aktivis Buruh Prof Dr Muchtar Pakpahan SH MA mengingatkan bahwa Undang-Undang Cipta Kerja (UU CK) lebih buruk dari Undang-Undang No 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Artinya, UU CK ini akan membuat kehidupan Buruh semakin buruk.

“Undang-undang ini sangat mempermudah orang kaya menjadi kaya, tapi membuat Buruh tetap saja miskin,” ujar Ketua Umum Konfederasi (K) Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) ini, Sabtu (17/10/2020) saat menjadi pembicara dalam webinar yang diselenggarakan GMKI ini.

Dijelaskannya, pada UU No 13 Tahun 2003 mengatur Buruh yang bekerja selama 3 tahun, maka selanjutnya diangkat menjadi karyawan, tetapi pada UU CK tidak begitu.

“Tidak ada jaminan bahwa Buruh dari tenaga kontrak menjadi karyawan,” kata Muchtar dalam diskusi yang bertajuk “Masalah dan Tantangan Kluster Ketenagakerjaan,” yang dipandu moderator Nixon Gans Lalu SH MH dari PNPS senior- senior GMKI ini.

Disampaikannya, dalam pembuatan UU CK tidak melibatkan buruh. Padahal, dalam penyusunan pengganti UU No 13 Tahun 2003 tentang ketenagakerjaan berkaitan dengan kepentingan Buruh.

“Komisi IX DPR RI berjanji akan melibatkan Buruh, tapi dalam pembahasannya di balkon pun Buruh tidak ada,” timpal Guru Besar ini.

Menurut Muchtar, UU CK hanya memberikan kemakmuran bagi investor, sementera Buruh tetap saja miskin.

Pengalaman pahit pada Pemerintahan Orde Baru, kata Muchtar, semestinya dapat menjadi pembelajaran bersama. Pasalnya, pada era Orde Baru pemerintah lebih mengedepankan stabilitas, ketimbang lapangan kerja. Alhasil, pertumbuhan ekonomi di atas 7 persen, tetapi hanya memperkaya segelintir orang saja.

“Bahkan Indonesia dijuluki Macan Asia, ketika itu. Melahirkan Bankir seperti Soedono Salim atau Liem Sioe Liong. Akan tetapi hasil kekayaan yang di dapat dari Indonesia dia simpan ke luar negeri. Sementara masyarakat Indonesia tetap miskin,” ungkap Muchtar.

Muchtar menegaskan, pertumbuhan ekonomi tidak ada artinya bila tidak diiringi pertumbuhan lapangan pekerjaan.

“Tinggalkan saja pertumbuhan ekonomi kalau tidak ada pertumbuhan lapangan kerja,” terang Muchtar.

Muchtar mengemukakan, Buruh sepakat Bipartit Nasional dengan terbentuknya industrial gotong royong seperti yang dilakukan Jepang, Filandia Belanda, Jerman dan Kanada.

“Undang-undang ini tidak cocok bila dikatakan UU CK, tetapi UU ini lebih cocok disebut UU memudahkan investasi, karena dampaknya akan membuat Buruh miskin dan sengsara,” ujarnya.

Di kesempatan yang sama, anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Prof Dr Hendrawan Supratikno menjelaskan UU CK dibuat untuk mempermudah investasi dan mencegah orang miskin.

“Pemerintah membuat UU CK untuk memastikan masuknya investasi dan selalu berusaha memaksimalkan kewenangan lembaganya. Kita tahu ego sektoral di birokrasi, apalagi belantara hukum di Indonesia, dimana Investor dipersulit dengan banyaknya uang keluar untuk perijinan,” ujar Hendrawan (*)

Tags: Headline
Previous Post

Peduli Covid-19, Ketua DPRD Sumut Bagi-bagi Masker di Kecamatan Namanteran Tanah Karo

Next Post

Menanti Polesan Tabanan Menjadi Primadona Pariwisata Bali

abed nego panjaitan

abed nego panjaitan

RelatedPosts

Seret Oknum ke Propam hingga Puspom TNI, Pelapor Siap Bongkar Praktik Culas ‘Uang Jalan’ BBM Ilegal
Headline

Seret Oknum ke Propam hingga Puspom TNI, Pelapor Siap Bongkar Praktik Culas ‘Uang Jalan’ BBM Ilegal

19 Juli 2026
Ketum SOKSI: Momentum Presiden Prabowo Memimpin Reformasi Nasional untuk Mengakhiri Paradoks Indonesia
Headline

Ketum SOKSI: Momentum Presiden Prabowo Memimpin Reformasi Nasional untuk Mengakhiri Paradoks Indonesia

17 Juli 2026
Bisnis Berkedok ‘Home SPA’ Berjamur di Sentra Kota Wisata
Headline

Bisnis Berkedok ‘Home SPA’ Berjamur di Sentra Kota Wisata

22 Agustus 2026
Anggaran Kelurahan Muara Ampolu Diduga Disalahgunakan, Masyarakat Minta Lurah Dievaluasi
Headline

Anggaran Kelurahan Muara Ampolu Diduga Disalahgunakan, Masyarakat Minta Lurah Dievaluasi

14 Juli 2026
Dugaan Prostitusi Terselubung Sentra Eropa Kotwis: Praktik “Koordinasi” Mencuat, Kinerja Satpol PP Bogor Dipertanyakan
Headline

Dugaan Prostitusi Terselubung Sentra Eropa Kotwis: Praktik “Koordinasi” Mencuat, Kinerja Satpol PP Bogor Dipertanyakan

14 Juli 2026
Diduga Bekingi Mafia BBM Oknum Aparat TNI Aktif Dan POM Sibolga Berkerjasama Dengan Pemilik SPBU   14.225.315 Terancam Dilaporkan Ke BPH Migas dan Puspomad TNI AD Dijakarta
Headline

Diduga Bekingi Mafia BBM Oknum Aparat TNI Aktif Dan POM Sibolga Berkerjasama Dengan Pemilik SPBU 14.225.315 Terancam Dilaporkan Ke BPH Migas dan Puspomad TNI AD Dijakarta

9 Juli 2026
Next Post
Menanti Polesan Tabanan Menjadi Primadona Pariwisata Bali

Menanti Polesan Tabanan Menjadi Primadona Pariwisata Bali

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Stay Connected test

  • 24k Followers
  • 99 Subscribers
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Sejarah Lahirnya Tahlilan Dalam Upacara Kematian, Khususnya Di Tanah Jawa, Indonesia

Sejarah Lahirnya Tahlilan Dalam Upacara Kematian, Khususnya Di Tanah Jawa, Indonesia

23 Februari 2021
SBSI 1992 Minta Jokowi Berikan Pekerjaan Pengganti 514 Korda dan 7.230 Pendamping BSP Kemensos yang Kehilangan Pekerjaan

SBSI 1992 Minta Jokowi Berikan Pekerjaan Pengganti 514 Korda dan 7.230 Pendamping BSP Kemensos yang Kehilangan Pekerjaan

7 Januari 2022
Ditjen PFM Dihapus, Komisi VIII Berjanji Akan Tindaklanjuti Aspirasi Korda dan Pendamping Kecamatan

Ditjen PFM Dihapus, Komisi VIII Berjanji Akan Tindaklanjuti Aspirasi Korda dan Pendamping Kecamatan

18 Januari 2022
RUU Pertanahan Yang Baru, Hak Milik Dicabut Jika Tanah Tak Dipakai

RUU Pertanahan Yang Baru, Hak Milik Dicabut Jika Tanah Tak Dipakai

7 Agustus 2020
Atasi Krisis Air Bersih, Tapanuli Utara Butuh Dana Rp 60 Miliar

Atasi Krisis Air Bersih, Tapanuli Utara Butuh Dana Rp 60 Miliar

0
Mikie Funland Beroperasi Kembali Dengan Protokol New Normal

Mikie Funland Beroperasi Kembali Dengan Protokol New Normal

0
Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan yang juga Juru bicara pemerintah untuk penanganan COVID-19 Achmad Yurianto menjawab pertanyaan saat wawancara di Graha BNPB, Jakarta, Kamis (18/6/2020)

Yurianto yang Dijuluki “Pembawa Berita Kematian” karena Sampaikan Data Covid-19

0
Konimex Dukung Masyarakat Siapkan Diri Hadapi Pandemi & New Normal

Konimex Dukung Masyarakat Siapkan Diri Hadapi Pandemi & New Normal

0
Seret Oknum ke Propam hingga Puspom TNI, Pelapor Siap Bongkar Praktik Culas ‘Uang Jalan’ BBM Ilegal

Seret Oknum ke Propam hingga Puspom TNI, Pelapor Siap Bongkar Praktik Culas ‘Uang Jalan’ BBM Ilegal

19 Juli 2026
Polres Metro Bekasi Kota Gelar Jumpa Pers Guna Paparan Hasil Operasi Berantas Jaya Telah Ungkap 77 Kasus.!!

Polres Metro Bekasi Kota Gelar Jumpa Pers Guna Paparan Hasil Operasi Berantas Jaya Telah Ungkap 77 Kasus.!!

22 Agustus 2026
Ketum SOKSI: Momentum Presiden Prabowo Memimpin Reformasi Nasional untuk Mengakhiri Paradoks Indonesia

Ketum SOKSI: Momentum Presiden Prabowo Memimpin Reformasi Nasional untuk Mengakhiri Paradoks Indonesia

17 Juli 2026
Bisnis Berkedok ‘Home SPA’ Berjamur di Sentra Kota Wisata

Bisnis Berkedok ‘Home SPA’ Berjamur di Sentra Kota Wisata

22 Agustus 2026

Recent News

Seret Oknum ke Propam hingga Puspom TNI, Pelapor Siap Bongkar Praktik Culas ‘Uang Jalan’ BBM Ilegal

Seret Oknum ke Propam hingga Puspom TNI, Pelapor Siap Bongkar Praktik Culas ‘Uang Jalan’ BBM Ilegal

19 Juli 2026
Polres Metro Bekasi Kota Gelar Jumpa Pers Guna Paparan Hasil Operasi Berantas Jaya Telah Ungkap 77 Kasus.!!

Polres Metro Bekasi Kota Gelar Jumpa Pers Guna Paparan Hasil Operasi Berantas Jaya Telah Ungkap 77 Kasus.!!

22 Agustus 2026
Ketum SOKSI: Momentum Presiden Prabowo Memimpin Reformasi Nasional untuk Mengakhiri Paradoks Indonesia

Ketum SOKSI: Momentum Presiden Prabowo Memimpin Reformasi Nasional untuk Mengakhiri Paradoks Indonesia

17 Juli 2026
Bisnis Berkedok ‘Home SPA’ Berjamur di Sentra Kota Wisata

Bisnis Berkedok ‘Home SPA’ Berjamur di Sentra Kota Wisata

22 Agustus 2026
peristiwaindonesia.com

Penerbit :
PT Rajawali Sukmajaya Pers
SK MENKUMHAM Nomor: AHU-41733.40.10.2014
SIUP Nomor: 2472/2306/1.1/0904/08/2017

Follow Us

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

©2008 www.peristiwaindonesia.com "Mandiri Terpercaya dan Profesional"

No Result
View All Result

©2008 www.peristiwaindonesia.com "Mandiri Terpercaya dan Profesional"

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In