Home / Uncategorized

Selasa, 28 Juli 2020 - 11:14 WIB

Ketika Akan Membagikan Uang BLT Kades Buangin Tewas Gantung Diri

Penulis : Kiyosi Bombang

Mamasa, PERISTIWAINDONESIA.com |

Kepala Desa Buangin Kecamatan Rante Bulahan Timur Kabupaten Mamasa Pilipus, Senin (26/07/2020) sekira pukul 10.00 WIB ditemukan tewas tergantung di sebatang pohon kopi milik warga menggunakan seutas kabel.

Menurut Kasat Reskrim Polres Mamasa, Iptu Dedi Yulianto Kades Buangin Pilipus ditemukan warganya tewas gantung diri sesaat hendak dilakukan pembagian Bantuan Langsung Tunai (BLT) di Kantor Desa Buangin.

Dedi mengungkapkan, berdasarkan keterangan saksi Albert, yang tak lain keponakan korban menerangkan pagi itu bersama Pilipus berangkat dari rumahnya ke kantor Desa Buangin berboncengan mengendarai motor untuk membagikan BLT kepada warga Desa Buangin.

Saat ditengah jalan, Kades meminta turun dari motor dengan alasan ingin buang air besar di sungai kecil, sedangkan saksi Albert diarahkan untuk pergi ke Kantor Desa. Lanjut Kasat Reskrim, sekitar kurang lebih 1 (Satu) jam menunggu, Kades yang beralasan buang air besar itu tidak kunjung nongol di Kantor Desa, sementara warga sudah lama menunggunya sehingga langsung menyusul ke tempat dimana korban turun.

Warga desa bersama Camat, Babinkamtimas dan aparat lainnya kaget saat menyaksikan orang nomor Satu Desa Buangin itu telah meninggal dengan kondisi tergantung di sebuah pohon di kebun kopi milik warga.

“Warga yang melihat Kades ditemukan sudah terbujur kaku dengan kondisi tergantung dengan kabel masih melingkar dengan memakai jaket warna coklat, celana jens warna biru dan sandal masih melakat di kaki korban. Kuat dugaan korban mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri alias bunuh diri,” jelas Iptu Dedi Yulianto.

Berdasarkan investigasi Polres sementara ini, ujar Iptu Dedi Yulianto, tewasnya Kades Buangin karena gantung diri dan Polisi tidak menemukan tanda – tanda kekerasan di tubuh Kades. Hanya saja, berdasarkan pengakuan istri Kades, korban meninggalkan surat wasiat untuk keluarga dan masyarakatnya untuk pamit selamanya.

“Dari pemeriksaan disekujur tubuh korban, bersama medis setempat. Tidak ditemukan tanda – tanda kekerasan. Hanya saja leher korban sedikit lecet karena lilitan kabel kecil yang melingkar yang digunakan jadi alat untuk mengakhiri hidupnya. Dan selembar surat wasiat yang ditinggal, yang intinya surat itu meminta maaf kepada keluarganya termasuk anaknya dan masyarakatnya selama dia bertugas jadi pemimpin desa untuk pamit selamanya,” pungkas Dedi.

Dedi menambahkan, peristiwa yang menghebohkan masyarakat Desa Buangin khususnya para penerima BLT, yang seyogianya mendapatkan uang BLT, namun akhirnya ditunda karena mendapat musibah. Soal uang BLT yang akan dibagikan, berdasarkan informasi yang didapat bahwa Bendahara Desa sudah menyerahkan uang tersebut kepada korban.

“Kalau soal uang itu, Kami belum bisa bertanya lebih jauh ke Bendahara karena masih suasana berduka. Akan tetapi informasi yang kami dapat, bahwa bendahara desa sudah menyerahkan ke korban, tapi kami akan kroscek kembali kebenarannya,” tandas Dedi (*)

Share :

Baca Juga

Uncategorized

Satmabhara Edukasi Publik Taati Protokol Kesehatan

Uncategorized

Ratusan Anggota SBSI 1992 Kawal Perundingan Tripartit

Uncategorized

Menjamin Kontinuitas Layanan Usaha Jasa Konstruksi, LPJK Lakukan Transisi Layanan SBU dan Sertifikasi Kompetensi Kerja Konstruksi

Uncategorized

Mesjid Desa Tugan Tidak Ada Air, Kemana Pemanfaatan Dana Desa?

Uncategorized

Basarnas Mamuju Berangkatkan Tim Rescue Cari Nelayan Hilang di Polman

Uncategorized

WRC Sosialisasi Pencegahan Korupsi Di Harlah Lansia Mustika Handayani ke-16

Uncategorized

Terkait Kasus Santri Dianiaya Guru Pesantren. Oknum Polisi PPA Polres Cianjur Diduga Berpihak Kepada Terlapor

Suara Buruh

Ingin Laporkan Lahan Tani Mereka Digusur Paksa, Ratusan Petani Jalan Kaki Dari Medan Ke Istana Negara