• Kam. Apr 25th, 2024

Menjelang Divaksin, Dandim 1509/Labuha Bersama Forkopimda Halsel Laksanakan Medical Check Up

Byabed nego panjaitan

Feb 1, 2021

Penulis: Muh Saifullah

HALSEL, PERISTIWAINDONESIA.com |

Dandim 1509/Labuha Bersama Forkopimda Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) melaksanakan Screening Awal (Medical Check Up) sebagai langkah awal relawan Vaksin untuk mengetahui layak tidaknya, Senin (1/2/2021) di vaksin di RSUD Labuha desa Marabose kecamatan Bacan Kabupaten Halsel.

Relawan Vaksin Sinovac yang melaksanakan Medical cek Up antara lain Wakil Bupati Halsel Iswan Hasjim ST MT, Dandim 1509/ Labuha Letkol INF Untung Prayitno SIP MHan, Kapolres Halsel AKBP Muhammad Irvan SIK, Sekda Halsel Helmi Surya Bututihe, Kejari Halsel Fajar Haryombuko SH, Dir RSUD Labuha Asia Hasyim.

Dan tenaga medis yang disiapkan pada saat vaksin awal pada hari Selasa besok (2/2/2021) sebanyak 20 Orang.

Dalam Pelaksanan Check Up, para Relawan mendaftarkan diri sebagai peserta Vaksin Sinovac. Setelah pengecekan riwayat penyakit bawaan dan kondisi kesehatan oleh tim medis. Selanjutnya, akan melakukan pengambilan darah untuk di lakukan pengecekan penyakit dalam tubuh apakah layak di Vaksin atau tidak.

Setelah rangkaian pemeriksaan pada Medical check up, para Relawan akan menunggu informasi melalui pesan singkat yang akan dikirimkan kepada yang melakukan screening Awal.

Dirut RSUD Labuha Ibu Asia Hasyim mengatakan syarat bagi yang mendapatkan vaksin, tubuh para Relawan harus sehat, karena Vaksinasi merupakan proses pemberian produk biologis untuk merangsang respons kekebalan tubuh, maka syarat utama orang yang menerima vaksin adalah tubuh dalam kondisi sehat.

Para relawan juga tidak dalam kondisi demam, karena kondisi tubuh demam sama sekali tidak boleh mendapatkan vaksin, suhu tubuh harus stabil saat pemberian vaksin, Usia 18-59 tahun dalam kasus vaksin Covid-19 Sinovac, anak-anak juga lansia di luar kelompok usia tidak boleh mendapatkan vaksin.

Bukan penderita diabetes dan hipertensi bagi yang memiliki penyakit komorbid atau penyerta termasuk diabetes dan hipertensi yang tidak terkontrol tidak disarankan untuk melakukan vaksinasi.

“Khusus Covid-19, vaksin belum disarankan diberikan kepada mereka yang memiliki penyakit autoimun, sebagaimana yang tercantum dalam rekomendasi dari PP Perhimpunan Alergi Imunologi Indonesia (PP Peralmuni) di karenakan hingga kini belum ada riset terkait efektivitas vaksin terhadap penderita penyakit autoimun,” ungkap Direktur RSUD Labuha Asia Hasyim.

Dandim 1509/Labuha Letkol Inf Untung Prayitno mengatakan Medical Check Up ini merupakan bagian dari pemeriksaan sebelum menjadi Relawan Vaksinasi COVID-19.

“Semoga Besok kita semua layak mendapatkan Vaksin COVID-19, ini langkah awal kita menangkal penyakit, tetapi tetap melaksanakan Protokol kesehatan untuk tetap sehat,” imbuhnya (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *