Home / Daerah / Hukum

Senin, 1 April 2024 - 10:19 WIB

Polres Tapanuli Tengah Tetapkan 7 ( Tujuh ) Petugas KPPS Tersangka Penggelembungan Suara Pilpres Anies – Muhaimin Dan Pileg.

Tapteng, Sumut, Peristiwaindonesia.com ~ Polres Tapanuli Tengah telah menetapkan tujuh anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) sebagai tersangka dalam dugaan penggelembungan dan pengurangan suara Calon Presiden dan Calon Anggota Legislatif pada Pemilu yang berlangsung pada 14 Februari lalu.

Kasat Reskrim Polres Tapanuli Tengah, AKP Arlin Parlindungan, mengkonfirmasi bahwa ketujuh tersangka yang diidentifikasi sebagai Triwono Gajah (34), Sulastri Novalina Siregar (22), Rudi Kartono Lase (27), Nunut Suprianto Simamora (21), Bikso Hutauruk (23), Abwan Simanungkalit (50), dan Doni Halomoan Situmorang (21), telah ditetapkan sebagai tersangka dan menjadi target dalam proses penyidikan.

Mereka diduga melanggar Pasal 532 juncto 554 UU No.7 tahun 2017 tentang Pemilu, bersamaan dengan Pasal 55 ayat 1 KUHP.

“Aktor tersebut telah ditetapkan sebagai tersangka. Namun, sesuai dengan prosedur pidana pemilu, penyidikan memiliki jangka waktu 14 hari. Sayangnya, para tersangka menolak untuk hadir dalam proses penyidikan,” ujar AKP Arlin Parlindungan pada hari Sabtu (30/3/2024).

Polisi menjelaskan bahwa kejadian penggelembungan dan pengurangan suara terjadi di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 02, Desa Muara Ore, Kecamatan Sirandorung, Kabupaten Tapanuli Tengah. Para tersangka diduga memanipulasi suara Calon Presiden nomor urut 01, Anies dan Muhaimin Iskandar, menjadi 315 suara, padahal Daftar Pemilih Tetap (DPT) hanya mencapai 300.

Sementara itu, suara untuk pasangan calon nomor urut 02, Prabowo – Gibran, dan nomor urut 03, Ganjar-Mahfud, dilaporkan kosong.

“Aksi tersebut mencakup penambahan suara untuk Capres nomor urut 01 sebanyak 315, sedangkan jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) hanya 300, dengan partisipasi pemilih sebanyak 200-an,” tambah AKP Arlin.

Setelah aksi tersebut terungkap, para tersangka kemudian mengubah kembali jumlah suara untuk pasangan Anies – Muhaimin Iskandar menjadi 215, dari sebelumnya 315 suara. Selain itu, mereka juga diduga melakukan manipulasi terhadap suara Calon Anggota Legislatif.

Informasi yang diperoleh dari Kepolisian menunjukkan bahwa kejadian ini terungkap setelah seorang wanita memprotes ketika menemukan bahwa suara yang dipilihnya untuk Capres kosong, meskipun ia telah memilih di TPS yang sama dengan yang dia jaga.

“Protes dari seorang wanita yang menemukan bahwa suara untuk Capres yang dipilihnya kosong, meskipun dia telah memilih di TPS yang sama, memicu pemungutan suara ulang,” jelas AKP Arlin.   ( Red / Tim )

Aparat kepolisian tengah melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap seluruh dugaan pelanggaran pemilu yang dilakukan oleh para tersangka tersebut.

Share :

Baca Juga

Hukum

Terkait Belanja Internet Servic Provider, Dugaan Tindak Pidana Diskominfo Taput Naik ke Penyidikan

Daerah

Kadis Kesehatan Langkat Berikan Penjelasan Terkait Dana BLUD Dinkes Langkat

Daerah

Polres Sibolga Tapanuli Tengah, Latihan Pra Oos Ketupat Tiba 2024

Hukum

Fokus Harkamtibmas, 10 Polsek Jajaran Polda Maluku Utara Tidak Lagi Lakukan Penyidikan Kasus

Daerah

Peduli Korban Gempa Bumi Cianjur, PT Simone Acc Wanaherang Salurkan Bantuan

Daerah

Hadir di Halal Bihalal Dinas Pendidikan Langkat, PJ Bupati Sampaikan Arahan Penting Terhadap Sekolah.

Daerah

Kadis PMD Tapanuli Tengah Henry H Sitinjak, S.TP Minta Kades Dan Aparat Desa Jangan Anti Kritik.

Daerah

Pemkab Langkat Komitmen Wujudkan Pendidikan Berkualitas & Merata