• Sab. Mar 2nd, 2024

Satmabhara Edukasi Publik Taati Protokol Kesehatan

Byabed nego panjaitan

Des 17, 2020

Penulis: Agus Susanto

Yogyakarta, PERISTIWAINDONESIA.com |

Satuan Mahasiswa Bhayangkara (Satmabhara) harus mampu mengedukasi publik untuk mentaati protokol kesehatan di tengah kondisi yang masih menunjukkan peningkatan angka kasus penyebaran Covid-19.

Demikian disampaikan Rektor Universitas Widya Mataram (UWM) Prof Dr Edy Suandi Hamid MEc dalam acara penandatanganan Nota Kesepahaman antara Polda DIY dengan UWM, Institut Akprind Yogyakarta dan Stipram Yogyakarta.

Nota Kesepahaman tesebut berkaitan dengan pembinaan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Satmabhara di lingkungan kampus.

Turut Hadir dalam acara tersebut Ketua Stipram Yogyakarta, Rektor Institut Akprind Yogyakarta, Dirbinmas Polda DIY dan jajarannya.

“Mahasiswa yang tergabung dalam Satmabhara diharapkan lebih peduli pada permasalahan lingkungan, sosial, keamanan dan ketertiban masyarakat,” papar Prof Edy, Kamis (17/12/2020) di ruang Ganesha Kampus Stipram Yogyakarta.

Ketua Forum Rektor Indonesia (FRI) tahun 2008-2009 ini menuturkan, ketika bergabung dengan Satmabhara maka dituntut harus memiliki hardskills dan softskills. Communication skills menjadi salah satu pilar utama yg didapatkan dalam UKM Satmabhara.

“Mudah-mudahan penandatanganan nota kesepahaman ini memberikan manfaat bagi mahasiswa, dan membantu kinerja Polri. Harapannya tidak hanya berhenti pada nota kesepahaman, namun juga ditindaklanjuti dalam bentuk program,” ungkap anggota Parampara Praja Pemda DIY itu.

Dirbinmas Polda DIY Kombes Pol Drs Anjar Gunadi MM menyampaikan Satmabhara merupakan satu terobosan yang akan akan terus dikembangkan di Indonesia. Nota kesepahaman ini menunjukkan keseriusan Polda DIY untuk mengembangkan Satmabhara.

“Adik-adik Satmabhara ini calon pemimpin bangsa, oleh karenanya sumbangsih kepolisian bersama universitas dengan memberikan bekal softskills diharapkan Satmabhara ke depan menjadi nahkoda bangsa ini,” kata Anjar.

Dirbinmas Polda DIY menandaskan, mahasiswa Satmabhara juga dilatih memiliki critical point dalam situasi genting sehingga paham apa yang harus dilakukan.

“Hal itu penting untuk penerus bangsa. Bagi alumni Satmabhara juga akan masuk dalam paguyuban sebagai wadah untuk agen Kamtibmas minimal untuk diri sendiri, keluarga dan lingkungan sekitarnya,” jelas Kombes Anjar Gunadi (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *