Home / Kesehatan

Minggu, 19 Juni 2022 - 16:38 WIB

TAUHID LANDASAN GIZI DAN KESEHATAN

Inda Lestari || Hazra Ria Habibah Dalimunthe || Rekka Wahyu || Dimas Audrian1

indaafi28@gmail.com || hazradalimunthe@gmail.com || rekkawahyu08@gmail.com || dimasaudrian@gmail.com

 

Abstrak

Namun tetap harus dilihat bahwa sumber makanan ini memiliki gizi yang ideal. Makanan yang dimakan manusia harus mengandung berbagai macam zat makanan yang dapat menopang jalannya kehidupan manusia. Akal dan kecenderungan normal untuk makan makanan adalah kenyataan nyata pada orang untuk menjaga kesejahteraan mereka. Secara resmi, salah satu faktor persuasif dalam menjaga kesehatan fisik dan psikologis manusia adalah makanan dan menjaga kesehatan manusia untuk menjaga kesempurnaannya yang sebenarnya dan posisi dan kebanggaan yang luar biasa di antara hewan yang sebagian besar didasarkan pada nutrisi, halal, dan makanan berkualitas. Islam telah mengatur sedemikian rupa, baik dalam Al-Qur’an maupun Hadits dalam hal makanan. Islam dan Kesehatan umumnya tetap berhubungan erat dalam menjaga eksistensi manusia melalui makanan yang sehat, halal dan thayyiban. Islam dan kesejahteraan pada dasarnya memiliki tujuan yang sama untuk pada akhirnya bermanfaat bagi umat manusia. Dengan demikian, dalam melahap makanan ada beberapa keadaan yang harus dipenuhi dan benar-benar diperhatikan agar orang terhindar dari berbagai macam penyakit yang berasal dari makanan.

Kata Kunci : Gizi, Kesehatan, Makanan, Dan Halal.

Abstract

Notwithstanding, it should in any case be viewed as about these food sources have ideal nourishment. Food ate by people should contain different sorts of dietary substance that can uphold the course of human existence. Sense and normal propensity to eat food is an evident reality in people to keep up with their wellbeing. Officially, one of the persuasive variables in keeping up with human physical and psychological wellness is food and keeping up with human wellbeing to keep up with its actual flawlessness and remarkable position and pride among animals which are for the most part founded on nutritious, halal, and quality food. Islam has managed in such a manner, both in the Qur’an and Hadith in regards to food. Islam and Health generally remain closely connected in keeping up with human existence through sound, halal and thayyiban food. Islam and wellbeing fundamentally have a similar objective to ultimately benefit humankind. In this manner, in devouring food there are a few circumstances that should be met and truly focused on so people keep away from different kinds of sicknesses that come from food.

Keywords: nutrition, health, food, and halal.

 

 

1 Mahasiswa Aktif Semester IV Aqidah dan Filsafat Islam (AFI) Fakultas Ushuluddin dan Studi Islam UIN Sumatera Utara, Medan.


PENDAHULUAN

Menjaga kesehatan dan kesegaran tubuh, pikiran, dan jiwa manusia merupakan fitrah dan naluri setiap orang. Di satu sisi dianggap sebagai tujuan hidup, di sisi lain merupakan sarana dan langkah awal untuk mencapai kesempurnaan jasmani dan rohani. Makanan memiliki hubungan langsung dan berpengaruh dengan jiwa manusia, jika tubuh diberi makan dengan benar, itu membuka jalan bagi kesehatan jiwa dan pada gilirannya mengarah pada kesempurnaan dan transendensi manusia.

Berbagai faktor terlibat dalam menjaga kesehatan, termasuk mencegah mikroba berbahaya, kesedihan dan rasa sakit, keputusasaan, dan menikmati fasilitas yang layak, lingkungan yang tenang, pekerjaan yang baik, teman yang akrab dan saleh, kemungkinan untuk memenuhi kebutuhan hidup dan makanan sehat, hiburan dan olahraga, tidur dan istirahat yang cukup. Semua faktor ini akan mempengaruhi pemeliharaan kesehatan fisik dan kesegaran mental dan hubungan yang tidak terpisahkan antara tubuh dan jiwa mengharuskan apa pun yang bermanfaat bagi tubuh bermanfaat bagi jiwa.

Salah satu faktor tersebut adalah makanan manusia yang merupakan kunci utama dan berpengaruh dengan kesehatan.2 Beberapa kriteria dan standar yang harus diperhatikan dalam memilih dan mengonsumsi makanan agar memberikan efek yang baik bagi tubuh dan jiwa. Al-Quran, buku pedoman dan rencana hidup manusia yang telah membantu manusia untuk memilih makanan yang sehat dan juga baik. Yang terpenting adalah kriteria makanan yang halalan thayyiban yang terdapat di dalam Al-Qur’an.3

Di sisi lain, kita juga perlu untuk menghindari beberapa jenis makanan yang dilarang dalam Al-Qur’an. Manusia harus berhati-hati dalam menghindari jenis makanan yang dilarang oleh Allah untuk menjamin kesehatannya. Jika makanan rusak atau terkontaminasi mikroba yang akan dikonsumsi, itu akan menunjukkan efek berbahaya pada tubuh yang berdampak pada pikiran dan jiwa. Makanan yang kelihatannya baik, dan juga sehat, tetapi milik orang lain dan

2https://www.researchgate.net/publication/348737681_Sehat_Dalam_Perspektif_Al-

 Qur’an, diakses pukul 22.12, pada tanggal 15 Juni 2022.

3https://www.researchgate.net/publication/332561383_ISLAM_DAN_KESEHATAN,

diakses pada pukul 08.16, tanggal 14 Juni 2022.


secara tidak sah sampai ke tangan konsumen, atau makanan berprotein yang terbuat dari daging babi dan monyet yang ternyata tidak rusak atau tercemar tetapi haram menurut hukum Tuhan, seperti bangkai, darah, dan sebagainya disebut najis (tidak halal) di bawah hukum ilahi dan hal-hal yang memiliki kontak khusus dengan mereka disebut motinajis.4 Diantaranya ada yang pada dasarnya haram dan ada pula yang sengaja haram dan jelas yang haram itu berarti dilarang memakan dan meminumnya.

Secara keseluruhan, tulisan ini bertujuan untuk mengetahui kriteria Al- Qur’an tentang makanan untuk menjaga dan memelihara kesehatan. Dalam pandangan Al-Qur’an, manusia adalah yang paling mulia dari semua makhluk dan kebutuhannya juga telah dianggap kredibel dan berharga. Di antara kebutuhan manusia adalah kebutuhan akan makanan yang dianggap penting oleh Allah dan Dia telah memberikan solusi dan perintah untuk memenuhi kebutuhan ini. Semua itu sudah diatur di dalam Al-Qur’an tentang makanan yang halalan thayyiban.5

PEMBAHASAN

  1. Konsep Gizi Dalam Islam

Gizi adalah proses mengkonsumsi, menyerap, dan menggunakan zat gizi yang dibutuhkan tubuh untuk pertumbuhan, perkembangan, dan pemeliharaan kehidupan.6 Untuk mendapatkan nutrisi yang cukup dan tepat, orang perlu mengonsumsi makanan sehat, yang terdiri dari berbagai nutrisi dan zat dalam makanan yang menyehatkan tubuh. Pola makan yang sehat memungkinkan orang untuk mempertahankan berat dan komposisi tubuh yang diinginkan (persentase lemak dan otot dalam tubuh), melakukan aktivitas fisik dan mental sehari-hari, dan meminimalkan risiko penyakit dan kecacatan.7

Pola diet (puasa) sehat terdiri dari bentuk makanan dan minuman padat nutrisi di semua kelompok makanan, dalam jumlah yang disarankan, dan dalam batas

 

4 https://tajdid.uinjambi.ac.id/index.php/tajdid/article/view/29/42, diakses pukul 22.07, pada tanggal 15 Juni 2022.

5 http://jurnal.uinbanten.ac.id/index.php/alqalam/article/download/1369/1093,                    diakses pukul21.53, pada tanggal 15 Juni 2022.

6 Nirmala Devi, Nutrion And Food: Gizi Untuk Keluarga (Jakarta: PT Kompas Media Nusantara, 2010), h. 5.

7 https://ejournal.widyamataram.ac.id/index.php/agrotech/article/view/12/8, diakses pukul 17.54, pada tanggal 14 Juni 2022.


kalori. Menurut pedoman ini, elemen inti yang membentuk pola hidup sehat ketika diet (puasa) meliputi:8

  • Sayuran dari semua jenis dan warna (termasuk kacang-kacangan dan polong-polongan, seperti kacang polong dan lentil).
  • Buah-buahan, terutama buah
  • Biji-bijian, setidaknya setengahnya adalah gandum
  • Susu, termasuk susu bebas lemak atau rendah lemak, yogurt, dan keju atau versi bebas laktosa dan minuman kedelai dan yogurt yang diperkaya sebagai
  • Makanan berprotein, termasuk daging tanpa lemak, unggas, dan telur; makanan laut; buncis, kacang polong, dan lentil; dan kacang-kacangan, biji-bijian, dan produk
  • Minyak, termasuk minyak nabati dan minyak dalam makanan, seperti makanan laut dan kacang-kacangan.

 

Jika orang mengkonsumsi terlalu banyak makanan, obesitas dapat terjadi. Jika mereka mengkonsumsi sejumlah besar nutrisi tertentu, biasanya vitamin atau mineral, efek berbahaya (toksisitas) tidak dapat terjadi. Jika orang tidak mengkonsumsi cukup nutrisi, kekurangan gizi dapat berkembang, mengakibatkan gangguan kekurangan gizi.9

Beberapa sumber gizi yang terdapat pada kandungan dalam makanan diantaranya adalah :

a.       Karbohidrat

Karbohidrat merupakan biomolekul dari kelas senyawa organik dengan jumlah yang banyak dan ditemukan pada organisme hidup di bumi. Kelompok zat pada karbohidrat makanan sangat beragam dengan sifat kimia, fisika, dan fisiologi.10 Karbohidrat, protein, dan lemak merupakan jenis makronutrien utama dalam makanan (nutrisi yang dibutuhkan setiap hari dalam jumlah banyak). Mereka memasok 90% dari berat kering makanan dan 100% energinya. Ketiganya

8https://jurnal.gizikaryahusadakediri.ac.id/index.php/gizikh/article/download/49/32,

diakses pukul 17.28, pada tanggal 14 Juni 2022.

9 Vilda Ana Veria Setyawati dan Eko Hartini, Buku Ajar Dasar Ilmu Gizi Kesehatan Masyarakat (Yogyakarta: Deepublish, 2012), h. 5-6.

10 Andi Eka Yunianto, dkk, Ilmu Gizi dasar, (yayasan Kita Menulis, 2021), h. 1.


memberikan energi (diukur dalam kalori), tetapi jumlah energi dalam 1 gram (1/28 ons) berbeda yaitu, 4 kalori dalam satu gram karbohidrat atau protein 9 kalori dalam satu gram lemak.

Nutrisi ini juga berbeda dalam seberapa cepat mereka memasok energi. Karbohidrat adalah yang tercepat, dan lemak adalah yang paling lambat. Karbohidrat, protein, dan lemak dicerna di usus, di mana mereka dipecah menjadi unit dasarnya:11

  • Karbohidrat menjadi gula
  • Protein menjadi asam amino
  • Lemak menjadi asam lemak dan gliserol

Tubuh menggunakan unit dasar ini untuk membangun zat yang dibutuhkan untuk pertumbuhan, pemeliharaan, dan aktivitas (termasuk karbohidrat, protein, dan lemak lainnya). Karbohidrat tergantung pada ukuran molekul, karbohidrat mungkin sederhana atau kompleks.12

  • Karbohidrat sederhana: Berbagai bentuk gula, seperti fruktosa (gula buah) dan sukrosa (gula meja), adalah karbohidrat sederhana. Mereka adalah molekul kecil, sehingga mereka dapat dipecah dan diserap oleh tubuh dengan cepat dan merupakan sumber energi tercepat. Mereka dengan cepat meningkatkan kadar glukosa darah (gula darah). Buah- buahan, produk susu, madu, dan sirup maple mengandung sejumlah besar karbohidrat sederhana, yang memberikan rasa manis pada sebagian besar permen dan
  • Karbohidrat kompleks: Karbohidrat ini terdiri dari rangkaian panjang karbohidrat sederhana. Karena karbohidrat kompleks adalah molekul yang lebih besar daripada karbohidrat sederhana, mereka harus dipecah menjadi karbohidrat sederhana sebelum dapat diserap. Dengan demikian, mereka cenderung memberikan energi ke tubuh lebih lambat daripada karbohidrat sederhana tetapi masih lebih cepat daripada protein atau lemak. Karena mereka dicerna lebih lambat daripada karbohidrat

 


11 Sunita Almatsier, dkk, Gizi Seimbang Dalam Daur Kehidupan (Jakarta: Gramedia Pustaka, 2011), h. 5.

12 Samuel Oetoro, dkk, Smart Eating: 1.000 Jurus makanan Pintar Dan Hidup Bugar

(Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 2012), h. 13.


 

sederhana, mereka cenderung tidak diubah menjadi lemak. Mereka juga meningkatkan kadar gula darah lebih lambat dan ke tingkat yang lebih rendah daripada karbohidrat sederhana tetapi untuk waktu yang lebih lama. Karbohidrat kompleks termasuk pati dan serat, yang terdapat dalam produk gandum (seperti roti dan pasta), biji-bijian lain (seperti gandum hitam dan jagung), kacang-kacangan, dan sayuran akar (seperti kentang dan ubi jalar).13

Dalam Al-Qur’an surah Yasin Allah menjelaskan tentang biji-bijian, yang berbunyi:

Artinya : “Dan suatu tanda (kebesaran Allah) bagi mereka adalah bumi yang mati (tandus). Kami hidupkan bumi itu dan Kami keluarkan darinya biji- bijian, maka dari (biji-bijian) itu mereka makan”. (QS. Yasin:33)14

Jika orang mengkonsumsi lebih banyak karbohidrat daripada yang mereka butuhkan pada saat itu, tubuh menyimpan beberapa karbohidrat ini di dalam sel (sebagai glikogen) dan mengubah sisanya menjadi lemak. Glikogen adalah karbohidrat kompleks yang dapat dengan mudah dan cepat diubah tubuh menjadi energi. Glikogen disimpan di hati dan otot. Otot menggunakan glikogen untuk energi selama periode latihan yang intens. Jumlah karbohidrat yang disimpan sebagai glikogen dapat menyediakan kalori hampir satu hari. Beberapa jaringan tubuh lainnya menyimpan karbohidrat sebagai karbohidrat kompleks yang tidak dapat digunakan untuk menyediakan energi.

b.      Protein

Protein terdiri dari unit yang disebut asam amino, dirangkai dalam formasi kompleks. Karena protein adalah molekul kompleks, tubuh membutuhkan waktu lebih lama untuk memecahnya. Akibatnya, mereka adalah sumber energi yang jauh lebih lambat dan tahan lama daripada karbohidrat. Ada 20 asam amino.

 


13 Yayuk Hartriyanti, dkk, Gizi Kerja (Yogyakarta: Gadjah Mada Universyty Press, 2020), h. 21-22.

14 QS. Yasin:33


 

Tubuh mensintesis beberapa di antaranya dari komponen di dalam tubuh, tetapi tidak dapat mensintesis 9 asam amino disebut asam amino esensial. Mereka harus dikonsumsi dalam makanan. Setiap orang membutuhkan 8 asam amino ini: isoleusin, leusin, lisin, metionin, fenilalanin, treonin, triptofan, dan valin. Bayi juga membutuhkan yang ke-9, histidin. Dua kategori yang terdapat sumber protein yaitu protein konvensional (berasal dari protein nabati dan protein hewani) dan protein non-konvensional (berasal dari mikroba). 15

Persentase protein yang dapat digunakan tubuh untuk mensintesis asam amino esensial bervariasi dari satu protein ke protein lainnya.16 Tubuh dapat menggunakan 100% protein dalam telur dan persentase tinggi protein dalam susu dan daging. Tubuh dapat menggunakan sedikit kurang dari setengah protein di sebagian besar sayuran dan sereal. Tubuh membutuhkan protein untuk memelihara dan mengganti jaringan dan berfungsi serta tumbuh. Protein biasanya tidak digunakan untuk energi. Namun, jika tubuh tidak mendapatkan cukup kalori dari nutrisi lain atau dari lemak yang disimpan dalam tubuh, protein dipecah menjadi badan keton untuk digunakan sebagai energi. Jika lebih banyak protein yang dikonsumsi daripada yang dibutuhkan, tubuh memecah protein dan menyimpan komponennya sebagai lemak.17

Tubuh mengandung sejumlah besar protein. Protein, blok bangunan utama dalam tubuh, adalah komponen utama dari sebagian besar sel. Misalnya, otot, jaringan ikat, dan kulit semuanya terbuat dari protein. Orang dewasa perlu makan sekitar 60 gram protein per hari (0,8 gram per kilogram berat badan atau 10 hingga 15% dari total kalori). Orang dewasa yang mencoba membangun otot membutuhkan sedikit lebih banyak. Anak-anak juga membutuhkan lebih karena mereka tumbuh. Orang yang membatasi kalori untuk menurunkan berat badan biasanya membutuhkan jumlah protein yang lebih tinggi untuk mencegah hilangnya otot saat mereka menurunkan berat badan. Orang yang lebih tua mungkin memerlukan tingkat protein yang lebih tinggi hingga 1,2 g/kg berat

 


15 Made Astawan, dkk. Isolat Protein: Teknik Produksi, Sifat fungsional dan Aplikasinya Industri, (Bogor: IPB Press, 2020), h. 12.

16 Sunita Almatsier, dkk, Gizi Seimbang Dalam Daur Kehidupan, (Jakarta: Gramedia Pustaka, 2011), h. 9.

17 Merryana Adriani Dan Bambang Wijatmadi, Pengantar Gizi Masyarakat (Jakarta: Kencana, 2012), h. 8.


 

badan. Namun jumlah ini berlebihan dan berpotensi membahayakan pada kondisi tertentu seperti insufisiensi ginjal dan gagal ginjal. Studi juga menunjukkan  bahwa protein lebih mengenyangkan (membantu orang merasa kenyang lebih lama) daripada karbohidrat dan lemak.

Dalam Mengenai bahan makanan nabati dari darat, Al-Qur’an memberikan

petunjukan melalui Al-Qur’an surat Al- Baqarah ayat 61:

Artinya : “Dan (ingatlah), ketika kamu berkata, “Wahai Musa! Kami tidak tahan hanya (makan) dengan satu macam makanan saja, maka mohonkanlah kepada Tuhanmu untuk kami, agar Dia memberi kami apa yang ditumbuhkan bumi, seperti: sayur-mayur, mentimun, bawang putih, kacang adas dan bawang merah.” Dia (Musa) menjawab, “Apakah kamu meminta sesuatu yang buruk sebagai ganti dari sesuatu yang baik? Pergilah ke suatu kota, pasti kamu akan memperoleh apa yang kamu minta.” Kemudian mereka ditimpa kenistaan dan kemiskinan, dan mereka (kembali) mendapat kemurkaan dari Allah. Hal itu (terjadi) karena mereka mengingkari ayat-ayat Allah dan membunuh para nabi tanpa hak (alasan yang benar). Yang demikian itu karena mereka durhaka dan melampaui batas”. (QS. Al-Baqarah:61)18

c.       Lemak

Lemak adalah molekul kompleks yang terdiri dari asam lemak dan gliserol. Tubuh membutuhkan lemak untuk pertumbuhan dan energi. Ini juga menggunakannya untuk mensintesis hormon dan banyak zat lain yang dibutuhkan untuk aktivitas tubuh (seperti prostaglandin). Lemak adalah sumber energi paling lambat tetapi merupakan bentuk makanan yang paling hemat energi. Setiap gram lemak memasok tubuh dengan sekitar 9 kalori, lebih dari dua kali lipat yang dipasok oleh protein atau karbohidrat. Karena lemak adalah bentuk energi yang efisien, tubuh menyimpan kelebihan energi sebagai lemak. Tubuh menyimpan kelebihan lemak di perut (lemak visceral) dan di bawah kulit (lemak subkutan) untuk digunakan saat membutuhkan lebih banyak energi. Tubuh juga dapat18 QS. Al-Baqarah:61

menyimpan kelebihan lemak di pembuluh darah dan di dalam organ, yang dapat menghalangi aliran darah dan merusak organ, sering kali menyebabkan gangguan serius.19

Dalam Al-Qur’an di isyaratkan penggunaan minyak dalam makanan sebagaimana tertulis di QS. Al- Mu’minun ayat 20:20

Artinya : “Dan (Kami tumbuhkan) pohon (zaitun) yang tumbuh dari gunung Sinai, yang menghasilkan minyak, dan bahan pembangkit selera bagi orang-orang yang makan”.(QS. Al-Mu’minun:20)

Ketika tubuh membutuhkan asam lemak, ia dapat membuat (mensintesis) asam lemak tertentu. Lainnya, yang disebut asam lemak esensial, tidak dapat disintesis           dan            harus       dikonsumsi            dalam      makanan.              Asam      lemak  esensial membentuk sekitar 7% dari lemak yang dikonsumsi dalam diet normal dan sekitar 3% dari total kalori (sekitar 8 gram). Mereka termasuk asam linoleat dan asam linolenat, yang ada dalam minyak nabati tertentu. Asam eikosapentaenoat dan asam   dokosaheksaenoat,    yang            merupakan          asam          lemak      esensial                 untuk perkembangan otak, dapat disintesis dari asam linolenat. Namun, mereka juga hadir dalam minyak ikan laut tertentu, yang merupakan sumber yang lebih efisien. Asam linoleat dan asam arakidonat adalah asam lemak omega-6. Asam linolenat, asam eicosapentaenoic, dan asam docosahexaenoic adalah asam lemak omega-3. Diet kaya asam lemak omega-3 dapat mengurangi risiko aterosklerosis (termasuk penyakit arteri koroner). Ikan danau dan ikan laut dalam tertentu mengandung sejumlah besar asam lemak omega-3. Wanita yang sedang hamil atau menyusui sebaiknya memilih ikan yang rendah merkuri. Di Amerika Serikat, orang cenderung mengonsumsi cukup asam lemak omega-6, yang terdapat dalam minyak yang digunakan dalam banyak produk olahan. makanan, tetapi tidak cukup asam lemak omega-3. Lemak dibagi menjadi 2 jenis yaitu, lemak tak jenuh tunggal dan lemah jenuh ganda.

 


19 Patola, dkk, Gizi Kesehatan Dan Penyakit (Yayasan Kita Menulis, 2020), h. 6.

20 Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an, Makanan Dan Minuman Dalam Perspektif Al- Qur’an Dan Sains (Jakarta: Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an, 2013), h. 20.


 

Lemak jenuh lebih cenderung meningkatkan kadar kolesterol dan meningkatkan risiko aterosklerosis. Makanan yang berasal dari hewan umumnya mengandung lemak jenuh, yang cenderung padat pada suhu kamar. Lemak yang berasal dari tumbuhan umumnya mengandung asam lemak tak jenuh tunggal atau tak jenuh ganda, yang cenderung berbentuk cair pada suhu kamar. Minyak kelapa sawit dan kelapa adalah pengecualian. Mereka mengandung lebih banyak lemak jenuh daripada minyak nabati lainnya.21

Lemak trans (asam lemak trans) adalah kategori lemak yang berbeda. Mereka adalah buatan manusia, dibentuk dengan menambahkan atom hidrogen (hidrogenasi) ke asam lemak tak jenuh tunggal atau tak jenuh ganda. Lemak dapat terhidrogenasi sebagian atau seluruhnya (atau jenuh dengan atom hidrogen). Di Amerika Serikat, sumber makanan utama lemak trans adalah minyak nabati terhidrogenasi parsial, yang sebelumnya digunakan dalam banyak makanan yang disiapkan secara komersial. Mengkonsumsi lemak trans dapat berdampak buruk pada kadar kolesterol dalam tubuh dan dapat berkontribusi pada risiko aterosklerosis . Karena itu, Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) telah melarang penggunaan lemak trans dalam makanan siap saji, meskipun dalam jumlah kecil mungkin masih ada.

Lemak dalam makanan pihak berwenang umumnya merekomendasikan  bahwa lemak harus dibatasi kurang dari sekitar 28% dari total kalori harian (atau kurang dari 90 gram/hari). Lemak jenuh harus dibatasi kurang dari 8%. Menghilangkan lemak trans dari diet dianjurkan. Bila memungkinkan, lemak tak jenuh tunggal dan lemak tak jenuh ganda, termasuk lemak omega-3, harus diganti dengan lemak jenuh dan lemak trans. Secara ideal mengkonsumsi makanan dengan jenis tak jenuh diperbolehkan tetapi tidak boleh berlebihan dan harus di olah dengan tepat.22

 


21 Lilis Bonowati, Ilmu Gizi Dasar (Yogyakarta: Deepublish, 2012), h. 19-20.

22 Hindah Muaris, Sajian Nikmat Rendah Lemak, (Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama),



B.     Konsep Kesehatan Dalam Islam

Definisi Kesehatan dalam pemikiran Islam, kesehatan diartikan sebagai kesucian, kebersihan dan penebusan dari segala jenis kesalahan, serta jauh dari malapetaka dan dangkal dan batiniah. Dalam Islam, konsep kesehatan seperti yang ditunjukkan dalam Al-Qur’an dan Sunnah (hadits dan praktik Nabi) adalah bahwa manusia harus sehat secara mental, fisik, dan sosial.

Definisi konvensional tentang kesehatan adalah tidak adanya manifestasi penyakit dan meyakini bahwa kesehatan adalah keadaan sejahterah fisik, mental dan sosial yang utuh.23 Islam menganggap hal ini sebagai komponen penting dari iman dan hukum Islam, yang diterapkan umat Islam selama zaman keemasan mereka dan dengan demikian memberikan bukti yang mendukung penerapannya. Prinsip penting dalam Islam adalah bahwa makanan yang kita konsumsi akan berdampak langsung tidak hanya pada tubuh fisik kita tetapi juga jiwa kita. Untuk menjaga kesehatan yang optimal kita harus. memastikan diet dan nutrisi yang tepat Nabi suci Muhammad mengatakan Perut adalah rumah penyakit.

Konsep dasar gizi dalam kesehatan yaitu, Gizi tidak hanya berarti gizi fisik. Kebutuhan nutrisi adalah jiwa, pikiran dan terakhir dari tubuh. Dalam Islam, semua yang ada di alam semesta ini diatur oleh seperangkat hukum Ilahi atau hukum alam. Jadi nutrisi, makanan dan kesehatan terkait dengan dasar Ilahi. Islam telah meletakkan dasar dalam Al-Qur’an dan Sunnah untuk pendekatan terbaik dari kesehatan yang seimbang.24 Pendekatan ini terutama melalui pemilihan yang terbaik, metode pencegahan, dan menjauhi hal-hal yang berbahaya.

Pendekatan holistik Islam terhadap kesehatan termasuk memperlakukan tubuh kita dengan hormat dan memeliharanya, tidak hanya dengan iman, tetapi juga dengan makanan yang halal dan bergizi. Bagian utama dari menjalani hidup sesuai dengan petunjuk Sang Pencipta adalah menerapkan pola makan yang sesuai. Memilih makanan yang sehat dan menghindari yang tidak sehat sangat penting untuk kesehatan yang baik. Allah meminta setiap orang untuk makan makanan yang halal. Allah berfirman dalam surah Al-Baqarah: 168, yaitu:

 


23 Irwan, Etika Dan Perilaku Kesehatan (Yogyakarta: Absolute Media, 2017), h. 24.

24 Abdul Basith Muhammad As-Sayyid, Pola Makan Rasulullah: Makanan Sehat Berkualitas Menurut Al-Qur’an Dan As-Sunnah (Jakarta: Almahira, 2007), h. 18.


 

Artinya, “Wahai manusia! Makanlah dari (makanan) yang halal dan baik yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan. Sungguh, setan itu musuh yang nyata bagimu”. (QS. Al-Baqarah:168)25

Artinya : “Dan (ingatlah) ketika Musa memohon air untuk kaumnya, lalu Kami berfirman, “Pukullah batu itu dengan tongkatmu!” Maka memancarlah daripadanya dua belas mata air. Setiap suku telah mengetahui tempat minumnya (masing-masing). Makan dan minumlah dari rezeki (yang diberikan) Allah, dan janganlah kamu melakukan kejahatan di bumi dengan berbuat kerusakan”. (Q.S Al-Baqarah:60)

Artinya : “Wahai anak cucu Adam! Pakailah pakaianmu yang bagus pada setiap (memasuki) masjid, makan dan minumlah, tetapi jangan berlebihan. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan”. (Q.S Al-A’raf: 31)26

Mengenai gagasan moderasi melalui 4 makanan, disebutkan dalam Surah Taha Makanlah dari hal-hal yang baik yang telah Kami berikan untuk rezekimu, tetapi jangan melakukan kelebihan di dalamnya.

 


25 Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an, Makanan Dan Minuman Dalam Perspektif Al- Qur’an Dan Sains (Jakarta: Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an, 2013), h. 1 dan 2.

26 Abdul Basith Muhammad As-Sayyid, Pola Makan Rasulullah: Makanan Sehat Berkualitas Menurut Al-Qur’an Dan As-Sunnah (Jakarta: Almahira, 2007), h. 20.


Artinya : “Makanlah dari rezeki yang baik-baik yang telah Kami berikan kepadamu, dan janganlah melampaui batas, yang menyebabkan kemurkaan-Ku menimpamu. Barangsiapa ditimpa kemurkaan-Ku, maka sungguh, binasalah dia”. (QS. Thaha : 81)27

Dalam pendekatan lain, Islam menuntut 5 dari pengikutnya untuk melarang makanan dan minuman selama satu bulan penuh dari fajar hingga matahari terbenam. Puasa meningkatkan produktivitas dan mengekang inflasi. Allah berfirman dalam Al-Qur’an: Surah Al-Baqarah

Artinyai:” Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa”. (QS. Al-Baqarah ayat 183)28

Cara hidup Islami adalah sistem prinsip-prinsip ilahi dan kode etik untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari setiap orang. Gaya hidup Islami menganut banyak pola positif yang mempromosikan kesehatan dan menolak segala perilaku yang bertentangan dengan kesehatan. Karena itu, Islam memiliki banyak ide konstruktif untuk ditawarkan di bidang perawatan kesehatan dan praktik medis.

 

C.  Makanan Sehat Dalam Islam

Makanan adalah bahan bakar: itu adalah komponen kehidupan yang penting dan tak terhindarkan. Ini adalah komoditas praktis yang, secara harfiah, kita tidak dapat hidup tanpanya. Karena, tanpa makanan, tubuh kita sama sekali tidak memiliki rezeki untuk bertahan hidup. Tetapi makanan menawarkan lebih dari sekadar kebutuhan penting untuk kehidupan. makanan, zat yang pada dasarnya terdiri dari protein, karbohidrat, lemak, dan nutrisi lain yang digunakan dalam tubuh suatu organisme untuk mempertahankan pertumbuhan dan proses vital dan untuk menyediakan energi.29 Penyerapan dan pemanfaatan makanan oleh tubuh sangat penting untuk nutrisi dan difasilitasi oleh pencernaan. Tumbuhan yang mengubah energi matahari menjadi makanan melalui fotosintesis, adalah sumber

 


27 QS. Thaha:81

28 QS. Al-Baqarah:183

29 Andang W. Gunawan, Food Combining: Kombinasi Makanan Serasi Pola makanan Untuk Langsing Dan Sehat (Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 1999), h. 38.



makanan utama.30 Hewan yang memberi makan pada tumbuhan sering dijadikan sebagai sumber makanan bagi hewan lain.

Makanan sehat adalah makanan yang memberi nutrisi yang dibutuhkan untuk mempertahankan kesejahteraan tubuh manusia dan mempertahankan energi. Air, karbohidrat, lemak, protein, vitamin, dan mineral adalah nutrisi utama yang membentuk pola makan yang sehat dan seimbang.31 Pangan yang dinyatakan sehat harus mengandung vitamin dan gizi yang diperlukan, rasa dan bau yang enak, segar, alami dan bermanfaat bagi kesehatan manusia. Secara praktis pemilihan makanan, asupan makanan dan komposisi makanan yang tepat harus memastikan makanan yang dikonsumsi tidak mengandung zat gizi yang berbahaya bagi kesehatan manusia, mampu menjaga kesehatan dengan memastikan komunikasi yang tepat melalui pelabelan yang benar, dan mampu melestarikan karakteristik makanan.32

Hidup dalam Islam bukan hanya mempersiapkan akhirat tetapi juga untuk menjalani hidup yang sehat dan bahagia di dunia ini. Kesehatan adalah salah satu nikmat terbesar dari Allah SWT yang dianugerahkan-Nya kepada umat manusia. Dalam Al-Qur’an, ada banyak ayat yang menganjurkan makan makanan sehat dan juga makan dalam jumlah sedang. Allah (SWT) menyatakan dalam Al-Qur’an:

Artinya :“Dan langit telah ditinggikan-Nya dan Dia ciptakan keseimbangan. Agar kamu jangan merusak keseimbangan itu. dan tegakkanlah keseimbangan itu dengan adil dan janganlah kamu mengurangi keseimbangan itu.” (QS: Al- Rahman:7-9)33

 



1-2.

30 Pipit Festy W, Buku Ajar Gizi Dan Diet (Surabaya: UM Surabaya Publishing,2018), h.

31 Samuel Oetoro, dkk, Smart Eating: 1.000 Jurus makanan Pintar Dan Hidup Bugar  (Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 2012), h. 10-11.

32            https://jurnal.umj.ac.id/indeks.php/JKK/article/viewFile/4199/3267,   diakses         pukul 17.34, pada tanggal 14 Juni 2022.

33 Abdul Basith Muhammad As-Sayyid, Pola Makan Rasulullah: Makanan Sehat Berkualitas Menurut Al-Qur’an Dan As-Sunnah (Jakarta: Almahira, 2007), h. 19.



Islam juga menawarkan serangkaian instruksi khusus yang datang dengan jaminan, janji surga abadi. Tidak ada tanggal “gunakan sebelum” pada jaminan ini dan ini memungkinkan ekstensi tanpa batas. Jika Anda membuat kesalahan atau mengklik tombol yang salah, instruksi dengan jelas memberi tahu Anda cara memperbaiki dan mengembalikan normalitas. Tuhan merancang dan menciptakan manusia untuk tujuan khusus menyembah Dia dan mengutus Nabi dan Rasul dengan bimbingan khusus untuk membuat tugas kita mudah. Namun, tanpa tuntunan Tuhan untuk hidup, umat manusia bisa tersesat dan terombang-ambing di dunia yang tidak masuk akal atau menawarkan keamanan dan kepuasan yang nyata. Kehidupan dijalani tanpa tujuan atau makna dan banyak orang mencari keberadaan yang memberikan sedikit atau tidak sama sekali rasa memiliki kehidupan yang layak untuk dijalani.

Tradisi Nabi Muhammad mengajarkan kita untuk menghargai kesehatan yang baik dan menyadari nilai sebenarnya sebagai salah satu karunia Tuhan yang tak terhitung jumlahnya.

Artinya : “Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat.” (QS. Ibrahim:7)34

Al-Qur’an berisi banyak ayat nasihat tentang makan sehat yang berhubungan dengan keterkaitan kesehatan fisik dan spiritual. Anjuran untuk makan hanya makanan yang baik dan murni sering dikombinasikan dengan peringatan untuk mengingat Tuhan dan menghindari setan. Makan sehat tidak hanya memuaskan rasa lapar tetapi juga berpengaruh pada seberapa baik kita beribadah.

Jika seseorang menjadi terobsesi dengan makanan atau menikmati terlalu banyak makanan tidak sehat 35atau junk food,36 dia mungkin menjadi lemah secara

 


34 QS. Ibrahim:7

35 Muhammad Suwardi, Solusi Sehat Islami (Jakarta: Zaytuna, 2011), h. 16

36 Junk Food adalah makanan yang mengandung nutrisi terbatas, biasanya junk food mengandung garam, gula, lemak, serta kalori yang tinggi namun sedikit gizi. Contoh junk food seperti kripik kentang, permen, gorengan dan lain-lain.



fisik atau terganggu dari tujuan utamanya untuk melayani Tuhan. Di sisi lain, jika seseorang berkonsentrasi secara eksklusif pada upaya spiritual dan mengabaikan kesehatan dan gizi mereka, cedera kelemahan atau penyakit juga akan mengakibatkan kegagalan untuk melaksanakan ibadah wajib. Bimbingan yang ditemukan dalam Al-Qur’an dan tradisi Nabi Muhammad menyarankan umat manusia untuk menjaga keseimbangan antara dua ekstrem ini.

Pola makan yang sehat seimbang dengan campuran semua makanan yang telah disediakan Tuhan untuk ciptaan-Nya. Berbagai memenuhi semua kebutuhan tubuh akan karbohidrat, mineral, vitamin, protein, lemak dan asam amino. Banyak ayat Al-Qur’an menyebutkan makanan yang Tuhan sediakan bagi kita untuk memelihara dan memelihara tubuh kita. Ini bukan daftar lengkap persyaratan diet melainkan gagasan umum tentang jenis makanan yang menjaga kesehatan tubuh

dan mencegah penyakit.

Artinya : “Itulah perintah Allah yang diturunkan-Nya kepada kamu; barangsiapa bertakwa kepada Allah, niscaya Allah akan menghapus kesalahan- kesalahannya dan akan melipatgandakan pahala baginya”. (QS. At-Talaq:5)37

Artinya : “Dan Dialah yang menundukkan lautan (untukmu), agar kamu dapat memakan daging yang segar (ikan) darinya, dan (dari lautan itu) kamu mengeluarkan perhiasan yang kamu pakai. Kamu (juga) melihat perahu berlayar padanya, dan agar kamu mencari sebagian karunia-Nya, dan agar kamu bersyukur”. (QS. An-Nahl:14)38

 


37 QS. At-Thalaq:5

38 Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an, Makanan Dan Minuman Dalam Perspektif Al- Qur’an Dan Sains (Jakarta: Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an, 2013), h. 10.



Artinya : “Dengan (air hujan) itu Dia menumbuhkan untuk kamu tanam- tanaman, zaitun, kurma, anggur dan segala macam buah-buahan. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang berpikir”. (QS. An-Nahl:11)39

Tuhan telah memberi kita daftar makanan yang dilarang dan selain ini semua yang lain dianggap halal. Meskipun makanan manis dan junk food (makanan tidak sehat yang tinggi kalori dan lemak) tidak dilarang, mereka harus dimakan dengan hemat sebagai bagian dari diet seimbang, yang dirancang untuk menjaga kesehatan yang optimal. Banyak penyakit kronis yang paling umum saat ini berasal dari kebiasaan makan yang tidak sehat. Penyakit jantung koroner, hipertensi, diabetes, obesitas, dan depresi semuanya dikaitkan dengan pola makan yang tidak memadai.40 Tradisi Nabi Muhammad memuji moderasi sebagai cara untuk menjaga kesehatan yang baik dan Al-Qur’an menekankan perlunya keseimbangan antara setiap ekstrem.

Setiap manusia membutuhkan tubuh dan pikiran yang sehat untuk menyembah Tuhan dengan cara yang benar. Untuk memelihara pikiran yang sehat, hati yang baik dan tubuh yang sehat harus diawali pada kesehatan. Hati dan pikiran dipelihara dengan mengingat Allah, dan ibadah dilakukan dengan cara yang halal, dan tubuh dipelihara dengan memakan makanan yang baik dan halal yang telah disediakan Allah. Perhatian terhadap pola makan dan gizi merupakan bagian dari sistem kesehatan holistik yang melekat dalam Islam.

 

C.     Makanan Thayyib

Terjemahan literal dari Tayyiban adalah baik, bersih, sehat. Ini biasanya digunakan oleh Muslim untuk merujuk pada makanan, tetapi sering kali dengan kualitas atau kemurnian yang lebih tinggi, seperti makanan organik atau bahkan hanya makanan sehat. Ini juga mencakup keprihatinan universal seperti menjadi alami, ramah lingkungan, eko-etika, tidak kejam terhadap hewan, bertanggung jawab secara sosial, dan mengurangi konsumsi berlebihan. Dengan demikian,

 


39 Emma Pandi Wirakusuma, Sehat Cara Al-Qur’an dan Hadis (Jakarta: PT. Mizan Publika, 2010), h. 30.

40 Arie Dwi Alristina, Ilmu Gizi Dan Buku Pembelajaran (Purwodadi: Sarnu Untung, 2021), h. 7-8.


 

makanan bisa halal (terbuat dari bahan-bahan yang diperbolehkan) tetapi tidak Tayyiban.41

Makanan Thayyib “Thayyib” menurut bahasa berarti “lezat”, “hebat”, “enak”, khususnya” dan “menyenangkan”. Substansinya dan tidak rusak (muda) atau tercampur dengan barang-barang yang berantakan. Beberapa kesimpulan berbeda mengartikannya sebagai “makanan yang menggiurkan bagi orang yang memakannya dan tidak melukai tubuh dan jiwa”.

  1. Quraish Shihab mengakhiri penilaian para pengamat bahwa makanan thayyib itu padat, sesuai (tidak ekstrim), aman untuk dimakan, dan jelas halal. “Thayyib” berasal dari bahasa Arab dari akar kata thaba-yathibu-thayyib- thayyibah; sesuatu yang besar disebut tayyib. Thayyib daripada kata khabts. Jadi kata khabts adalah segala sesuatu yang tidak disukai karena keanehan dan rasa malunya terhadap materi atau tidak relevan, baik menurut perspektif akal maupun syariat. Karena diingat karena kata khabts adalah hal-hal yang mengerikan tentang keyakinan, wacana, dan aktivitas.

Pengikatan perintah makan di sini dengan perintah untuk taat, meminta agar orang-orang pada umumnya fokus pada sisi bhakti, yang tempatnya berusaha menjauhi segala hal yang menyebabkan siksaan dan mengganggu rasa aman. Di masa depan, siksaan Allah di muka bumi adalah akibat dari menyalahgunakan aturan-aturan Allah yang berlaku di dunia ini, sedangkan siksaan di akhirat adalah akibat dari mengabaikan aturan-aturan syariat.

Aturan Tuhan di planet ini berkaitan dengan makanan, misalnya: barangsiapa makan makanan yang kotor atau mengandung kuman, maka pada saat itu ia akan mengalami akibat buruk penyakit. Penyakit yang disebabkan oleh pelanggaran ini adalah disiplin Allah di planet ini. Dengan asumsi ini masalahnya, maka, pada saat itu, perintah untuk menjadi saleh di sisi umum dan sehubungan dengan makanan, meminta agar makanan apa pun yang dicerna tidak menyebabkan penyakit atau secara keseluruhan memberikan kesejahteraan bagi yang memakannya.42 Harus memberinya keamanan untuk kehidupan ukhrawinya.

 


41 https://moraef.kemenag.go.id/documents/article/98077985952811443, diakses pukul 17.48, pada tanggal 14 Juni 2002.

42 M. Quraish Shihab, Tafsir Maudhu’i atas Berbagai Persolan Umat,(Bandung: Mizan, 1996), h. 145.


 

Dengan cara ini, umat Islam harus terus berhati-hati dan fokus pada tata krama di mana mereka mendapatkan makanan dan waspada Makanan yang akan disantap, lagi-lagi, ada begitu banyak jenis makanan instan yang beredar di masyarakat kita dalam segala bentuk dan kemasan yang memikat, namun tidak sedikit dari mereka yang mengandung bahan-bahan yang berbahaya bagi kesehatan kita. Oleh karena itu, umat Islam tidak boleh terlibat dengan hasutan publikasi yang menarik, yang menyambut mereka untuk memoles jenis makanan dan minuman tertentu. Muslim perlu memeriksa bagian makanan, tanggal kadaluwarsa, dan lebih jauh lagi kehalalannya.43

D.     Makanan Halal (الل ح)

Halal berasal dari bahasa Arab yang artinya diperbolehkan. Dalam istilah Islam, itu berarti diperbolehkan menurut aturan Islam. Ini paling sering disebut dalam hal makanan, tetapi itu termasuk semua jenis tindakan yang diizinkan dalam Islam.44 Lawan dari halal adalah haram atau kadang disebut non-halal. Ini mengacu pada apa pun yang dianggap melanggar hukum menurut ajaran Islam. Meskipun sering digunakan untuk menyebut makanan, kata ini juga bisa merujuk pada tindakan melanggar hukum lainnya dalam Islam seperti mencuri, korupsi, dll.

Kriteria Al-Qur’an untuk konsumsi makanan, Al-Qur’an telah membatasi makan makanan dalam beberapa kasus dengan dua batasan, yaitu halal dan thayyiban.45 Semua makanan yang boleh dimakan menurut ajaran Islam disebut makanan halal. Ini pada dasarnya adalah makanan apa pun yang tidak termasuk dalam kategori Haram (atau dilarang). Dalam Islam, semua makanan dan minuman halal kecuali yang dilarang secara eksplisit dalam Al-Qur’an. Muslim di seluruh dunia menerima Al-Qur’an sebagai kitab petunjuk dan bantalan yang sempurna bagi umat manusia dan percaya bahwa Al-Qur’an sebagai wahyu

 


43 M. Quraish Shihab, Tafsir Maudhu’i atas Berbagai Persolan Umat,(Bandung: Mizan, 1996), h. 146.

44 Nurhaimah Tambunan Dan Manshuruddin, Makna Makanan Halal Dan Baik Dalam Islam (Penerbit: Catteleya Darmaya Fortuna), h. 1.

45https://www.researchgate.net/publication/336551918_Makanan_Higienis_Dan_Bergizi

_Dalam_Perspektif_Agama_Islam, diakses pukul 22.26, pada tanggal 15 Juni 2022.



terakhir dari Tuhan.46 Makanan yang thayyiban merupakan makanan sehat serta mengandung gizi yang cukup dan seimbang serta proporsial, dalam artian sesuai pada kondisi dan kebutuhan.47 Sedangkan makanan yang halal menurut islam merupakan makanan yang diperbolehkan atau diizikan untuk di konsumsi sesuai dengan ketentuan syariat islam. Makanan yang halalan thayyiban atau halal dan baik sangat berguna bagi kebutuhan jasmani dan rohani. 48

Dengan pertumbuhan pasar konsumen Muslim, ada kebutuhan untuk lebih memahami istilah yang digunakan untuk menggambarkan banyak layanan, kebutuhan, dan praktik yang terkait dengan segmen konsumen ini. Memahami konsep, istilah, dan definisi ini akan membantu pemangku kepentingan untuk menavigasi segmen dengan lebih baik. Yang pertama dari istilah-istilah ini untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik adalah kata “halal”.

Artinya : “Wahai orang-orang yang beriman! Makanlah dari rezeki yang baik yang Kami berikan kepada kamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika kamu hanya menyembah kepada-Nya”. (QS. Al-Baqarah:172)49

Artinya : “Dan makanlah dari apa yang telah diberikan Allah kepadamu sebagai rezeki yang halal dan baik, dan bertakwalah kepada Allah yang kamu beriman kepada-Nya”. (QS. Al-Ma’idah:88)50

 


46 Sukiman, Teologi Pembangunan Islam: Membumikan Nilai-Nilai Tauhid Dalam kehidupan Umat Islam Modern (Medan: Perdana Publishing, 2017), h. 209.

47 Muhammad Reevany Bustami, dkk. CSR Islam: Tujuh Prinsip Tranformasi Organisasi Untuk Kemajuan Bisnis dan Masyarakat. (Malang: UMMperss, 2021), h. 60.

48 Tambunan, Nurhalima. Makna Makanan Halal dan Baik Dalam Islam. (Cattleya Darmaya Fortuna, 2022). H. 8-12.

49 Denny Indra Praja, Islamic Food Combining: Menu Sehat Nabi Muhammad

(Yogyakarta: Garudhawaca, 2014), h. 10.

50 Denny Indra Praja, Islamic Food Combining: Menu Sehat Nabi Muhammad

(Yogyakarta: Garudhawaca, 2014), h. 15.



Artinya : Allah berfirman, “Wahai para rasul! Makanlah dari (makanan) yang baik-baik, dan kerjakanlah kebajikan. Sungguh, Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan”. (QS. Al-Mu’minun:51)

Artinya : “Maka makanlah yang halal lagi baik dari rezeki yang telah diberikan Allah kepadamu; dan syukurilah nikmat Allah, jika kamu hanya menyembah kepada-Nya”. (QS. An-Nahl:114)51

Meskipun beberapa ajaran tertentu berbeda-beda, konsensusnya adalah bahwa makanan/minuman harus bebas dari babi, alkohol/mabuk, racun, bahan-bahan berbahaya, atau unsur-unsur yang tidak higienis. Setiap daging harus disembelih sesuai dengan metode yang ditentukan di bawah hukum Islam yang dikenal sebagai Zabihah. Dalam beberapa kasus, istilah ini digunakan oleh restoran untuk menunjukkan bahwa makanan tersebut layak dikonsumsi oleh umat Islam. Namun, istilah-istilah ini tidak menyampaikan tingkat jaminan yang dibutuhkan Muslim. Makanan harus halal (boleh dikonsumsi) atau tidak halal (tidak boleh dikonsumsi). Mashbooh adalah kata Arab yang berarti curiga atau ragu-ragu. Jika status halal atau haram suatu makanan tidak dapat ditentukan, maka itu adalah Mashbooh.

Ada sedikit perbedaan pendapat dalam hukum Islam tentang hewan yang dianggap halal, tetapi konsensus umum adalah bahwa semua makanan laut adalah halal dan hewan darat herbivora itu halal asalkan mereka telah disembelih sesuai dengan hukum Islam Zabihah. Tata cara penyembelihan hewan menurut Islam. Muslim menganggap ini sebagai cara paling manusiawi dan paling baik untuk menyembelih hewan untuk dikonsumsi.

 


51 Nurhaimah Tambunan Dan Manshuruddin, Makna Makanan Halal Dan Baik Dalam Islam (Catteleya Darmaya Fortuna), h. 6.


 

 Artinya : “Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, dan (daging) hewan yang disembelih bukan atas (nama) Allah, yang tercekik, yang dipukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan yang diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu sembelih. Dan (diharamkan pula) yang disembelih untuk berhala. Dan (diharamkan pula) mengundi nasib dengan azlam (anak panah), (karena) itu suatu perbuatan fasik. Pada hari ini orang-orang kafir telah putus asa untuk (mengalahkan) agamamu, sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepada-Ku. Pada hari ini telah Aku sempurnakan agamamu untukmu, dan telah Aku cukupkan nikmat-Ku bagimu, dan telah Aku ridai Islam sebagai agamamu. Tetapi barangsiapa terpaksa karena lapar, bukan karena ingin berbuat dosa, maka sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang”. (QS. Al-Ma’idah:3)52

Semua makanan dan minuman dianggap halal kecuali yang secara eksplisit dilarang dalam Al-Qur’an, seperti alkohol dan bahan memabukkan lainnya seperti narkotika hewan mati yang tidak disembelih darah, babi, daging yang disembelih untuk berhala semua karnivora dengan gigi seperti singa dan harimau semua makhluk bersayap yang memiliki cakar, misalnya burung pemangsa, elang, hering, elang, dan sebagainya keledai peliharaan, tikus, kalajengking, ular, katak setiap hewan yang telah mati (kecuali ikan dan makhluk laut) sebelum disembelih secara Islami.53

Agar makanan atau minuman menjadi halal, juga harus memenuhi parameter berikut: Itu tidak mengandung sesuatu yang haram dalam hukum syariah (seperti yang diuraikan di atas) itu tidak disiapkan, diproses, atau terkontaminasi dengan sesuatu yang haram itu tidak disiapkan, diproses, diangkut, atau disimpan menggunakan fasilitas apa pun yang terkontaminasi oleh sesuatu yang haram. Tidak mengandung bahan najis (najis) menurut hukum syariah harus aman untuk

 


52 Nurhaimah Tambunan Dan Manshuruddin, Makna Makanan Halal Dan Baik Dalam Islam (Catteleya Darmaya Fortuna), h. 17.

53 Anna Priangani Roswiem, Buku Saku Dan Produk Halal (Jakarta: Republika, 2015), h. 6-7



dikonsumsi manusia, tidak beracun, tidak memabukkan, atau tidak berbahaya bagi kesehatan. Tidak boleh disiapkan, diproses, atau diproduksi menggunakan peralatan yang terkontaminasi najis atau makanan haram menurut hukum syariah.


KESIMPULAN

 

Al-Qur’an telah menyebutkan dua kriteria untuk menggunakan makanan, termasuk halal dan kemurnian. Mengingat ayat 88 surah Al-Maidah, dipahami bahwa kedua kriteria ini juga menjadi penekanan dan Allah telah menghalalkan hal-hal yang baik. Dengan kata lain, makanan baik sama dengan makanan halal. Makanan thayyiban itu bersih dan menyegarkan serta menyenangkan bagi orang- orang. Sebaliknya, makanan najis yang secara lahiriah dan tersembunyi najis dan tidak baik bagi jiwa adalah haram dalam pandangan Al-Qur’an dan harus dihindari. Al-Qur’an mencegah orang makan makanan yang tidak murni, yang menunjukkan pentingnya kesehatan manusia. Tentu saja, jiwa dan alam manusia yang utuh jijik memakan makanan yang tidak murni dan keinginan untuk memakan makanan yang murni yang mencerminkan konsistensi antara  hukum dan ciptaan, yaitu konsistensi antara sifat manusia dan agama ilahi. Meskipun makan makanan murni dianjurkan oleh Al-Qur’an, kadang-kadang harus dihindari atau dapat dikatakan bahwa dalam beberapa kasus dapat berubah menjadi makanan yang tidak murni. Dalam hal ini harus dihindari, termasuk memakan makanan milik orang lain tanpa persetujuan mereka, makan berlebihan dan berlebihan, makan dalam keadaan perut kenyang atau dalam keadaan kurang nafsu makan, memakan makanan di tempat yang najis dengan piring yang najis, memakan makanan. di hadapan anggur, dan lain-lain.


DAFTAR PUSTAKA

 

Abdul Basith Muhammad As-Sayyid, Abdul. 2007. Pola Makan Rasulullah: Makanan Sehat Berkualitas Menurut Al-Qur’an Dan As-Sunnah. Jakarta: Almahira.

 

Almatsier, Sunita, dkk, 2011. Gizi Seimbang Dalam Daur Kehidupan. Jakarta: Gramedia Pustaka.

 

Astawan, Made. dkk. 2020. Isolat Protein: Teknik Produksi, Sifat fungsional dan Aplikasinya Industri. IPB Press.

 

Bambang Wijatmadi, Merryana Adriani. 2012. Pengantar Gizi Masyarakat.

Jakarta: Kencana.

 

Bonowati, Lilis. 2012. Ilmu Gizi Dasar. Yogyakarta: Deepublish, 2012.

 

Devi, Nirmala. 2010. Nutrion And Food: Gizi Untuk Keluarga. Jakarta: PT Kompas Media Nusantara.

 

Dwi Alristina, Arie. 2021. Ilmu Gizi Dan Buku Pembelajaran. Purwodadi: Sarnu Untung.

 

Eka Yunianto, Andi. dkk. 2021. Ilmu Gizi dasar. yayasan Kita Menulis.

 

Eko Hartini, Vilda Ana Veria Setyawati. 2012. Buku Ajar Dasar Ilmu Gizi Kesehatan Masyarakat. Yogyakarta: Deepublish.

 

Festy W, Pipit. 2018. Buku Ajar Gizi Dan Diet. Surabaya: UM Surabaya Publishing.

 

Hartriyanti, Yayuk, dkk. 2020. Gizi Kerja. Yogyakarta: Gadjah Mada Universyty Press.

 

http://jurnal.uinbanten.ac.id/index.php/alqalam/article/download/1369/1093, diakses pukul21.53, pada tanggal 15 Juni 2022.

 

https://ejournal.widyamataram.ac.id/index.php/agrotech/article/view/12/8, diakses pukul 17.54, pada tanggal 14 Juni 2022.

 

https://jurnal.gizikaryahusadakediri.ac.id/index.php/gizikh/article/download/4 9/32 diakses pukul 17.28, pada tanggal 14 Juni 2022.

 

https://jurnal.umj.ac.id/indeks.php/JKK/article/viewFile/4199/3267,                                                                             diakses pukul 17.34, pada tanggal 14 Juni 2022.

 

https://moraef.kemenag.go.id/documents/article/98077985952811443, diakses pukul 17.48, pada tanggal 14 Juni 2002.

 

https://tajdid.uinjambi.ac.id/index.php/tajdid/article/view/29/42, diakses pukul 22.07, pada tanggal 15 Juni 2022.


https://www.researchgate.net/publication/332561383_ISLAM_DAN_KESEH ATAN, diakses pada pukul 08.16, tanggal 14 Juni 2022.

 

https://www.researchgate.net/publication/336551918_Makanan_Higienis_Dan_Bergi zi_Dalam_Perspektif_Agama_Islam, diakses pukul 22.26, pada tanggal 15 Juni 2022.

https://www.researchgate.net/publication/348737681_Sehat_Dalam_Perspektif_Al-Qur’an, diakses pukul 22.12, pada tanggal 15 Juni 2022.

 

Indra Praja, Denny. 2014. Islamic Food Combining: Menu Sehat Nabi Muhammad. Yogyakarta: Garudhawaca.

Irwan. 2017. Etika Dan Perilaku Kesehatan. Yogyakarta: Absolute Media. Manshuruddin, Nurhaimah Tambunan. Makna Makanan Halal Dan Baik

Dalam Islam. Penerbit: Catteleya Darmaya Fortuna.

 

Muaris, Hindah. Sajian Nikmat Rendah Lemak. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

 

Oetoro, Samuel, dkk, 2012. Smart Eating: 1.000 Jurus makanan Pintar Dan Hidup Bugar. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

 

Patola, dkk, Gizi Kesehatan Dan Penyakit (Yayasan Kita Menulis, 2020), h. 6.

 

Pentashihan, Lajnah, Mushaf Al-Qur’an. 2013. Makanan Dan Minuman Dalam Perspektif Al-Qur’an Dan Sains. Jakarta: Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an, 2013.

 

Priangani Roswiem, Anna. 2015. Buku Saku Dan Produk Halal. Jakarta: Republika.

Quraish Shihab, M. 1996. Tafsir Maudhu’i atas Berbagai Persolan Umat.

Bandung: Mizan.

 

Reevany Bustami, Mohammad. dkk. 2021. CSR Islam: Tujuh Prinsip Transformasi Organisasi Untuk Kemajuan Bisnis dan Masyarakat. Malang: UMMpress.

 

Reni Wulan Sari, M.Kes. dkk. 2008. Dangerous Junk Food: Bahaya Makanan Cepat Saji dan Gaya Hidup Sehat. Yogyakarta: Redaksi O2.

 

Sukiman. 2017. Teologi Pembangunan Islam: Membumikan Nilai-Nilai Tauhid Dalam kehidupan Umat Islam Modern. Medan: Perdana Publishing.

 

Suwardi, Muhammad. 2011. Solusi Sehat Islami. Jakarta: Zaytuna.

 

Tambunan, N. 2022. Makna Makanan Halal dan Baik Dalam Islam. Cattleya Darmaya Fortuna.


  1. Gunawan, Andang. 1999. Food Combining: Kombinasi Makanan Serasi Pola makanan Untuk Langsing Dan Sehat. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 1999.

 

Wirakusuma, Emma Pandi. 2010. Sehat Cara Al-Qur’an dan Hadis. Jakarta: PT. Mizan Publika.

Share :

Baca Juga

Daerah

Musda LMA Jaya Wijaya Berjalan Lancar

Kesehatan

Vaksin Sinovac Tiba di Banten, Polda Banten Kawal dan Jaga ketat Penyimpanannya

Daerah

DPRD Kabupaten Langkat RDP dengan Aliansi Guru Honorer PPPK

Daerah

Aktivis Edyanto Simatupang Dikeroyok Gerombolan OTK

Kesehatan

Disuntik Pertama Vaksin Sinovac, Nanang Ermanto Imbau Masyarakat Tetap Disiplin 3M

Daerah

Pimpin Apel Gabungan Perdana, Faisal Hasrimy: Terapkan 4 Prinsip menjadi ASN berkualitas

Daerah

Pemkab Karo Terima Kunjungan ASN Pemkab Demak

Daerah

Jambur Dusun 3 Namorindang Berneh Rusak Parah, Gubsu dan Bupati Deliserdang Diminta Turun Tangan