Home / Suara Buruh

Sabtu, 18 Desember 2021 - 23:10 WIB

Terkait Bantuan Banjir, Kadis Sosial Padangsidimpuan Minta Maaf Kepada Korban

Ketika warga menemukan kutu di dalam beras, Dinas Sosial Pemko Padangsidimpuan langsung bertindak cepat menggantinya

Ketika warga menemukan kutu di dalam beras, Dinas Sosial Pemko Padangsidimpuan langsung bertindak cepat menggantinya

Penulis: Friska Harahap

Padangsidimpuan, PERISTIWAINDONESIA.com |

Kepala Dinas Sosial Pemko Padangsidimpuan Zufri Nasution meminta maaf terkait masalah bantuan paket sembako bagi warga yang mengungsi akibat banjir di Kelurahan Tobat (20 keluarga) dan Ujung Padang (16 keluarga).

Paket bantuan itu masing-masing berisi minyak goreng 2 Kilogram, gula 2 Kg, beras 5 Kg (sebagian ditemukan kutu beras) dan 10 bungkus mie instan (ada yang expired). Dan bantuan tersebut telah ditarik dan diganti pada hari itu juga.

“Maaf beribu maaf, ini murni kelalaian kami dan tidak ada unsur kesengajaan disana. Niat kami hanya ingin cepat-cepat membantu warga agar tidak terjadi kekosongan persediaan makanan saat mengungsi,” sebut Zufri, Rabu (15/12/2021) malam.

Diceritakannya, banjir melanda sejumlah titik wilayah Kota Padangsidimpuan pada Selasa (14/12/2021) sore hinggai malam. Dinas Sosial bersama Tagana ikut serta memantau lokasi pemukiman warga yang terdampak banjir.

Ada empat lokasi yang warganya terpaksa mengungsi. Yakni 50 KK di Jalan Kasantaroji dan 16 KK di sekitar jembatan menuju komplek DPR, Kelurahan Ujung Padang, Kecamatan Padangsidimpuan Selatan.

Kemudian 10 KK yang terdampak banjir juga terpaksa harus mengungsi di lingkungan Kampung Teleng Kelurahan Wek III dan 20 KK di Kelurahan Tobat, Kecamatan Padangsidimpuan Utara.

“Ketika mengurusi pengungsi di Jalan Kasantaroji, Lurah Ujung Padang Faisal Nasution bertanya tentang persediaan makanan. Kami langsung gerak cepat menjemput stok sembako di gudang Dinas Sosial,” katanya.

Untuk menutupi kebutuhan makanan pengungsi di Jalan Kasantaroji, malam itu diserahkan beras 150 Kg atau 30 sak, minyak goreng, gula dan mie instan. Tidak berbentuk paket tapi secara kumulatif dan diterima oleh Kepala Lingkungan setempat.

Kemudian menyerahkan bantuan serupa kepada 10 KK warga Kampung Teleng yang juga mengungsi akibat terdampak banjir. Untuk memasaknya, warga pengungsi di Jalan Kasantaroji maupun di Kampung Teleng sama-sama mendirikan dapur umum.

Keesokan paginya sekira pukul 10.00 WIB, Dinas Sosial bersama Tagana menyerahkan bantuan paket sembako kepada 16 keluarga yang mengungsi di sekitar jembatan Komplek DPR. Bantuan itu langsung diserahkan kepada masing-masing keluarga.

Sekira pukul 11.00 WIB, bantuan paket serupa juga diserahkan kepada masing-masing keluarga yang mengugsi di Kelurahan Tobat. Namun, sekira pukul 13.00 WIB diperoleh kabar bahwa di paket sembako itu ditemukan kutu beras dan beberapa mie instannya telah kadaluwarsa.

“Hari itu juga kita tarik dan ganti. Dari warga sekitar Komplek DPR bantuan yang tersisa tinggal enam paket lagi. Sekira pukul 18.30 WIB langsung kita ganti dengan paket baru kepada masing-masing 16 KK,” jelasnya.

Di Kelurahan Tobat, paket tersisa delapan lagi, dan sudah tidak utuh karena sebagiannya telah terpakai. Dinas Sosial mengganti bantuan 20 paket sembako itu sekira pukul 19.00 WIB.

“Saat menarik dan menggantinya, kami berulangkali minta maaf atas kelalaian ini. Warga menerimanya dan tau niat kami tulus membantu. Hanya saja kami tergesa-gesa dan tidak memeriksa apakah ada kutu beras atau mie instan yang sudah kadaluwarsa,” jelasnya.

Kepada seluruh masyarakat, Kadis Sosial Pemko Padangsidimpuan meminta maaf dan berjanji lebih teliti di kemudian hari. Permasalahan bantuan paket sembako ini kiranya dapat disudahi, karena sudah diganti dengan yang baru.

“Maaf beribu kali maaf,” pinta Zufri (*)

Share :

Baca Juga

Suara Buruh

Cuma Satu Kali Tanam, Tapi Dua Kali Panen

Suara Buruh

DPC SBSI 1992 Kota Tangerang Terima Bantuan Sembako Ikatan Isteri Partai Golkar Peduli

Suara Buruh

Ingin Laporkan Lahan Tani Mereka Digusur Paksa, Ratusan Petani Jalan Kaki Dari Medan Ke Istana Negara

Nusantara

Soksi Desak Pemerintah Serius Perhatikan Stunting

Suara Buruh

Istri Buruh Minta Perlindungan Kapoldasu. Hak Suami Tak Dibayar Rp8 Juta Malah Dipenjara Karena Pakai Uang Rp4 Jutaan Bayar Utang

Suara Buruh

Kelompok Punk di Salatiga Masalah Sosial Yang Belum Teratasi

Suara Buruh

Aliansi Buruh Lampung Gelar Demo Tolak Omnibus Law Cipta Kerja

Suara Buruh

Karyawan Ancam Usung Kasus PHK Massal Perum PPD Ke Jalur Hukum