Home / Headline

Minggu, 28 November 2021 - 20:05 WIB

Wah, dr LCH Ngaku Bayar Rp20 Juta DP Pembelian Mobil Ambulance

Inilah Mobil Ambulance, disebut dr LCH, Rp 20 Juta uang mukanya dari dr LCH

Inilah Mobil Ambulance, disebut dr LCH, Rp 20 Juta uang mukanya dari dr LCH

Penulis: Dedy Hutasoit

Taput, PERISTIWAINDONESIA.com |

Isteri mantan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) dr LCH mengaku membayar Rp.20 Juta uang muka atau DP Pembelian satu unit mobil Ambulance layanan sosial di Taput.

“Rp20.000.000 uang mukanya (DP) dari saya untuk pembelian mobil Ambulance merek Grand Max dan untuk cicilannya kita yang bayar 3 sampai 4 kali,” rinci dr LCH melalui WhatsApp-nya baru-baru ini, sambil mengirim foto Mobil Ambulance dimaksud.

Selain itu, ungkap dr LCH kepada kru media ini, masih ada beberapa data penting lainnya, yang berhubungan erat dengan dirinya.

“Ini semua bisa kita buktikan, bahkan keterlibatan seorang bunda ikut terlibat atas proyek yang diberikan atau dikerjakan seseorang rekanan berinisial MN, namun asal proyek tersebut dari seorang bunda,” ungkap dr LCH sambil memuat tanda emoji senyum dari WhatsApp.

Baca Juga  Awas, Galian Parit Sekurity PTPN IV Kebun Laras Dikuatirkan Dapat Menggerus Pondasi Titi Besi

Menanggapi hal ini, warga Taput, Frengki Parapat angkat bicara.

”KPK dan Kejaksaan Agung tentu sudah tanggap atas dugaan pemberian uang muka pembelian mobil Ambulance kepada salah satu Partai, yang melibatkan tenaga medis adalah tindakan melawan hukum, apalagi terlibat untuk pembayaran cicilan mobil tersebut, bahkan KPK dan Kejaksaan Agung tentu harus menyeret para pelaku yang terlibat tersebut ke meja hokum,” tegas Frengki Parapat, Minggu (28/11/2021).

Frengki Parapat menjelaskan, pemberian dan pembayaran cicilan mobil ini telah mengarah pada Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dan Tindak Pidana Asal.

Menurutnya, TPPU sebagai suatu kejahatan punya ciri khas tersendiri dibanding kejahatan lain, yaitu adanya prinsip kejahatan ganda (double criminality), atau juga disebut kejahatan lanjutan (follow up crime).

Baca Juga  Mikie Funland Beroperasi Kembali Dengan Protokol New Normal

“Artinya, kejahatan ini mengharuskan adanya tindak pidana asal (predicate crime) yang menghasilkan uang yang kemudian hasilnya dilakukan proses pencucian (laundering),” pungkasnya.

Untuk itu, lanjut Frengki, mendukung KPK maupun Kejaksaan Agung agar mengungkap kasus ini, dimana praktek korupsi haruslah di berantas dari bumi Republik Indonesia yang kita cintai ini.

Ketua DPRD Tapanuli Utara Ir Poltak Pakpahan saat dikonfirmasi melalui WhatsApp meminta tanggapannya terkait pengakuan dr LCH tersebut memilih bungkam.

Demikian juga Drs Nikson Nababan M.Si selaku Ketua DPC PDIP Kabupaten Tapanuli Utara belum memberikan jawaban terkait uang pembelian mobil Ambulance PDIP berasal dari dr LCH (*)

Share :

Baca Juga

Headline

DR Capt Anthon Sihombing: “Saya Tiga Periode Anggota DPR RI, Tapi Hak Saya Berani Dirampas. Apalagi Hak Masyarakat Biasa?”

Headline

Ditemukan Proyek Pertanian Sumut Diduga Asal Jadi di Simalungun

Headline

Akhirnya Meninggal, Imam Masjid Dibacok Jemaah Saat Salat Magrib

Headline

Diperlakukan Sewenang-wenang, 5 Buruh PT JSI Minta Bantuan DPD SBSI 1992 Sumut

Headline

Pemkab Taput Dituding Rampas Lahan Masyarakat. Anthon Sihombing: “Tidak Ada Pemberitahuan, Besok Akan Saya Tembok Lahan Saya”

Headline

Puluhan Kades di Kalianda Ancam Mogok Kerja, LSM Minta Penggiat Anti Korupsi Pantau Penggunaan ADD

Headline

Mahasiswa dan Aliansi Gabungan Ormas di Lampung Tolak UU Omnibus Law

Headline

Milad GAM, Massa Kibarkan Bendera Bintang Bulan di Mesjid Raya Baiturrahman Banda Aceh