• Sab. Feb 24th, 2024

Ingin Laporkan Lahan Tani Mereka Digusur Paksa, Ratusan Petani Jalan Kaki Dari Medan Ke Istana Negara

Byabed nego panjaitan

Agu 4, 2020

Penulis : Suradi

Lampung Selatan, PERISTIWAINDONESIA.com

Sekitar 150 orang petani dari Desa Simalingkar A dan Desa Sei Mencirim Kecamatan Pancur Batu Kabupaten Deli Serdang Sumatera Utara melakukan aksi jalan kaki menuju Istana Merdeka Jakarta.

Mereka sudah tiba di Kalianda Lampung Selatan setelah melakukan perjalanan selama 38 hari. Mereka melakukan aksi jalan kaki karena tanah garapan mereka digusur oleh perusahaan plat merah yaitu PTPN II, tanpa dialog pihak PTPN II memasang plang bertuliskan Nomor Sertifikat Hak Guna Usaha No.171/2009 .

Demikian disampaikan koordinator aksi Petani Widi Wahyudi kepada PERISTIWAINDONESIA.com di Kalianda, Minggu (02/08/2020).

“Kami Serikat Petani Simalingkar Bersatu dan Serikat Petani Mencirim Bersatu, mewakili ribuan kepala Keluarga yang lahan dan rumahnya digusur korporasi yang dibantu aparat TNI/Polri akan ke Istana untuk mengadu ke bapak Presiden Joko Widodo,” sebutnya.

Widi Wahyudi mengatakan lahan pertanian dan tempat tinggal mereka telah dimukimi sejak tahun 1951 dan mereka mengaku telah mengantongi Landreform sejak tahun 1984 dan parahnya ada 36 petani yang tanahnya sudah bersertifikat pun ikut digusur.

“Kami tinggal di Desa kami itu sudah sejak kakek buyut kami dari tahun 1951. Dan pada tahun 1984 warga sudah mengantongi Landreform. Parahnya lagi, sebanyak 36 Petani tanahnya telah bersertifikat, tapi ikut digusur. Lahan yang digusur ada sebanyakk 850 hektar,” imbuhnya.

Para petani merasa dizholimi dan tidak diperhatikan oleh Pemkab Deli Serdang dan Pemprop Sumatera Utara.

“Kami dizholimi, tanpa surat pemberitahuan dan surat perintah langsung ditangkap. Saat mereka menggusur lahan tanaman kami, semuanya warga melawan dan puluhan Petani terluka,” pungkasnya.

Saat ditanya apakah Petani sudah menempuh jalur hukum untuk mengadukan nasib yang mereka alami tersebut ke pihak penegak hukum, Widi Wahyudi mengaku lebih memilih melakukan aksi jalan kaki ke Jakarta ini.

“Kami belum mengajukan gugatan hukum. Kami selama ini mengadu ke Kabupaten dan Pemprop Sumut saja, tapi belum ada hasilnya. Maka itu kami melakukan aksi jalan kaki ini untuk menghadap langsung ke bapak Jokowi. Harapan kami melalui aksi ini keluhan kami didengarkan bapak Presiden. Dan biarlah bapak Presiden tahu bagaimana kondisi di Deli Serdang, sebab ada ribuan Petani yang dikriminalisasi,” tandasnya (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *