Home / Investigasi

Selasa, 28 Desember 2021 - 18:40 WIB

Kontraktor Bingung. Pokja di Taput Menangkan Tawaran Tertinggi Diduga Rugikan Keuangan Negara

Foto bangunan SMPN 2 Hutaraja Kecamatan Sipoholon

Foto bangunan SMPN 2 Hutaraja Kecamatan Sipoholon

Penulis: Dedy Hutasoit

Taput, PERISTIWAINDONESIA.com

Presiden Joko Widodo pada saat peringatan Hari Anti Korupsi menegaskan Aparat Penegak Hukum termasuk KPK jangan cepat berpuas diri, karena penilaian masyarakat terhadap upaya pemberantasan korupsi masih belum baik.

Namun praktek korupsi di Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) dinilai semakin tumbuh subur. Dimana sejumlah kegiatan yang ada di Kabupaten Taput, khususnya pada kegiatan pengadaan barang dan jasa diduga menjadi ajang pabrik pencetak uang bagi kelompok tertentu, tidak mengikuti prosedur aturan dan Undang Undang yang berlaku, sehingga membingungkan para kontraktor di daerah tersebut.

Hal itu diutarakan salah satu Pemerhati Pengadaan Barang dan Jasa Kabupaten Taput Tohop Simare-mare, Selasa (28/12/2021) di Tarutung.

Menurutnya, kuat dugaan hal ini kerja sama tim Pokja dengan pihak rekanan serta PPK.

“Bahkan biasanya praktek demikian diduga kuat milik para penguasa atau keluarga penguasa,” ujar Tohop.

Hal senada diamini Direktur Eksekutif IP3 Baja Nusantara Ir I Djonggi Napitupulu.

Menurut Djonggi, pelaksanaan tender rehab ruang kelas SMPN 2 Tarutung sumber dana APBD TA 2021 dinilai merugikan keuangan negara.

Pasalnya, pada tender pascakualifikasi satu file dengan nilai pagu sebesar Rp1.012.000.000, namun nilai HPS terendah dalam penawaran harga yang dilaksanakan dalam tender sistim gugur hanya sebesar Rp1.011.200.000.

“Ada dugaan persekongkolan, terlihat dalam proses tender tersebut terindikasi para oknum Pokja tidak berpihak kepada negara. Penawaran hanya berkurang sebesar Rp800.000 saja dari pagu anggaran,” sesal Djonggi.

Penelusuran Awak media, terdapat beberapa paket proyek diduga sangat mencurigakan. Misalnya, Penawar terendah CV Miguel sebesar Rp756.072.337,55 namun digugurkan oleh Pokja dengan alasan “tidak menghadiri undangan klarifikasi administrasi, kualifikasi teknis dan harga”. Dalam proses tender ini pemenang kontraknya adalah penawar tertinggi yakni CV Galatta Sakti.

Menurut Djonggi, hal seperti ini terjadi juga pada CV Miguel. Dalam tender SMPN 2 Sipoholon Perusahaan CV Miguel adalah penawar terendah sebesar Rp742.412.351, namun digugurkan Pokja.

Kemudian lanjutnya, kecurigaan terhadap CV Jupenia dengan tawaran sebesar Rp931.438.076,72 digugurkan oleh Pokja dengan alasan peralatan utama yang ditawarkan akan ditempatkan pada paket lain.

“Artinya, Paket lain terhadap CV Jupenia sudah diatur pihak Pokja, terbukti dalam tender SMPN 2 Sipoholon  dimenangkan CV Jupenia dengan penawar tertinggi sebesar Rp965.292.943,94,” jelasnya.

Adanya dugaan pemotongan/penerimaan dari pihak rekanan yang dimenangkan oleh tim Pokja dari nilai pagu kegiatan, ketika dikonfirmasi, Kepala Bagian Pengadaan barang dan jasa Laumor Situmorang mengelak.

“Dang huantusi i Lae (Saya tidak mengerti itu, Lae),” jawabnya.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas Pendidikan Kabupaten Taput Ferdinan Sitinjak memilih bungkam saat dikonfirmasi kru Media ini (*)

Share :

Baca Juga

Investigasi

Diduga Proyek Siluman Ditemukan di Simalungun

Daerah

Polairud Polres Sibolga Patroli Dialogis Terhadap Warga Nelayan

Investigasi

Jadi Sorotan Warga, Sejumlah ASN Kabupaten Taput Berangkat ke Jakarta Hadiri Pesta Pernikahan Anak Abang Bupati

Investigasi

Diancam Saat Aksi Demo, Koalisi Perjuangan Rakyat akan Laporkan Kadis Pendidikan ke Polisi

Investigasi

Restan Sawit Tidak Diangkut Vendor, TBS Menumpuk di AFD 3 PTPN IV Kebun Pulu Raja

Daerah

Kurang Dari 24 Jam, Polres Padang Lawas Ringkus Pelaku Perampokan.

Investigasi

Padahal Dilarang, Kasek SD Tetap Jual Pakaian Seragam Ke Siswa Baru

Headline

Bangunan Tanpa PBG di Kec. Cakung Diduga Berakhir 86, Irbanko Didesak Bergerak