Home / Headline

Minggu, 3 Oktober 2021 - 22:04 WIB

LMA Papua: “Natalius Pigai Bicara Pribadi, Bukan Mewakili Masyarakat Papua”

Ketua Lembaga Masyarakat Adat Papua Dr Lenis Kogoya MHum

Ketua Lembaga Masyarakat Adat Papua Dr Lenis Kogoya MHum

Penulis: Marjuddin Nazwar

Jakarta, PERISTIWAINDONESIA.COM |

Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Papua Dr Lenis Kogoya menilai cuitan Mantan komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Natalius Pigai lewat akun Twitter-nya @NataliusPigai2, tidak mewakili masyarakat Papua.

“Ucapan sahabat saya Natalis Pigai, kritik Gubernur Jawa Tengah, yang hadir di Papua adalah bukan mewakili rakyat Papua. Itu pribadinya Pigai. Jangan kritik sembarangan tapi tidak punya dasar. Pak Ganjar itu hadir sebagai undangan dalam rangka PON ke XX, bukan unsur politik,” kata Lenis Kogoya, Minggu (3/10/2021) di Jakarta.

Menurut Tenaga Ahli Utama Kepresidenan ini, pemimpin Indonesia ke depan sudah ditentukan oleh Tuhan.

“Soal siapa Presiden ke-8, tunggu waktu. Jika Gubernur Jawa Tengah bisa maju mencalonkan RI-1, kenapa tidak?” jelas Lenis Kogoya.

Dikatakannya, rakyat akan menilai sendiri dan akan memilih sosok yang pantas dalam memimpin Indonesia ke depan.

“Kita selalu berdoa supaya Indonesia selalu aman dan damai, khususnya di Tanah Papua,” harapnya.

Baca Juga  Bercermin Dari Kasus Habib Rizieq. Polri Didesak Tetapkan Tersangka HUT Konglomerat Ricardo Gelael: Ada Ahok dan Raffi Ahmad

Disinggung pendapatnya atas kepemimpinan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, menurut Lenis Kogoya, Ganjar sangat mampu membawa perubahan untuk Indonesia ke depan.

“Saya pribadi melihat perubahan yang luar biasa. Jika pak Gubernur maju (calon Presiden), maka kita akan mendukungnya. Soal menang atau kalah, itu urusan belakang,” tandasnya.

Pendiri relawan DJM Satu Kali Lagi ini mengakui, sejak berumur 17 tahun telah bersekolah di Jawa Tengah.

“Saya tahu perkembangan sebelum dan setelah kepemimpinan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Saya lihat pembangunan saat ini sangat luar bisa,” tandasnya.

Penentang Ketidakadilan

Diberitakan sebelumnya, Natalius Pigai lewat akun Twitter pribadinya menulis cuitan berupa himbauan.

“Jgn percaya org Jawa Tengah Jokowi & Ganjar. Mrk merampok kekayaan kita, mereka bunuh rakyat papua, injak2 harga diri bangsa Papua dgn kata2 rendahan Rasis, monyet & sampah. Kami bukan rendahan. kita lawan ketidakadilan sampai titik darah penghabisan. Sy Penentang Ketidakadilan).” demikian cuitan Pigai.

Baca Juga  Buruh Kritik Sejumlah Kebijakan Pemerintah yang Dinilai Tak Penuhi Rasa Keadilan

Beberapa waktu kemudian, Mantan komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Natalius Pigai menuduh Jokowi tak adil terhadap orang Papua.

“Dari 34 Menteri, satu orang Papua tidak ada. Itu perwujudan daripada apartheid dan rasialisme. Dia (Jokowi) melaksanakan tindakan rasisme, kalau yang lain ucapkan melalui verbal,” kata Pigai.

“Kedua misalnya, Risma, Papua dianggap sebagai sampah. Jokowi tegur juga kagak?” sambungnya.

Terkait tudingan Ganjar Pranowo rasis, Pigai menyebut Ganjar sebelas-dua belas dengan Jokowi.

“Ganjar berpotensi untuk maju di 2024. Mereka memiliki pola-pola yang sama kapitalisasi Papua. Cenderung ke arah itu. Oleh karena itu, saya menyatakan, awal-awalnya mereka hadir sebagai malaikat. Akhirnya nanti juga rampok sumber daya alamnya, bunuh orangnya, nanti rasisnya. Itu satu kesatuan. Kecuali Ganjar itu tidak punya niat mau maju calon Presiden,” tuding Pigai (*)

Share :

Baca Juga

Headline

Pulihkan Psikis Korban Gempa, Polda Sulbar dan SSDM Polri Gelar Trauma Healing di Tenda Pengungsian

Headline

Inilah Daftar Upah Minimum Provinsi (UMP) 34 Provinsi Indonesia

Headline

Bercermin Dari Kasus Habib Rizieq. Polri Didesak Tetapkan Tersangka HUT Konglomerat Ricardo Gelael: Ada Ahok dan Raffi Ahmad

Headline

Kapolri Instruksikan Jajarannya Usut Tuntas Mafia Tanah Dan Tindak Siapapun Bekingnya

Headline

Kader Demokrat Ungkap Perbedaan Moeldoko Dengan AHY

Headline

Kejati Sulbar Berjanji Akan Pindahkan Oknum Pegawai Pengusir Wartawan

Headline

Pelaku Usaha Mikro di Gunungsitoli Minta BRI Jangan Persulit Penyaluran Dana KUR
Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan yang juga Juru bicara pemerintah untuk penanganan COVID-19 Achmad Yurianto menjawab pertanyaan saat wawancara di Graha BNPB, Jakarta, Kamis (18/6/2020)

Headline

Yurianto yang Dijuluki “Pembawa Berita Kematian” karena Sampaikan Data Covid-19