Home / Daerah / Hukum

Sabtu, 23 Maret 2024 - 08:26 WIB

Paman Cabuli Ponakan Kandung di Taput, Melarikan Diri dan Ditangkap di Riau

Taput, Peristiwaindonesia.com – Sat Reskrim Polres Tapanuli Utara Polda Sumut bekerjasama dengan Resmob Polda Riau berhasil ringkus pelaku percabulan dilakukan Pamannya terhadap Keponakannya Kandung.Pelaku Inizial BS (58) Warga Taput, lakukan percabulan terhadap Keponakannya Inizial ALS (11) berhasil di ringkus Sat Reskrim bersama Resmob Polda Riau, Kamis, 21.03.2024 dari Kabupaten Kandis, Propinsi Riau.

Kepada MEDIA Jum’at 22.03.2024 Kasi Humas Aiptu W. Baringbing menjelaskan, peristiwa persetubuhan dilaporkan ke Polres Taput, Selasa, 19.03.2024 oleh Ibu kandung korban Inizial RS.

Dalam laporan-Nya, RS ceritakan, awal kejadian di ketahui dari saksi NSS (14 ) yang melihat langsung percabulan pada Rabu, 13.03.2024 sore di belakang Rumah Pelaku dengan meremas buah dada korban.

Lalu saksi melaporkan kepada Ibunya. Setelah mendapat laporan saksi, Ibu korban menanyakan hal tersebut kepada korban.

Dengan rasa takut karena ada ancaman BS, korbanpun menceritakan perlakuan bejad sang paman kepada Ibunya.

ALS menceritakan, seminggu sebelum ketahuan meremas buah dada nya, BS sudah menyetubuhi ALS sekali di belakang rumah BS waktu sepi dengan kalimat ancaman.

Lalu Ibunya korban pun langsung membuat pengaduan di Polres Taput.

Setelah di periksa saksi-saksi dan dilakukan Visum, Polisi pun mengejar pelaku ke kediamannya dan pelaku pun melarikan diri.

Hasil penyelidikan, Polisi pun mengetahui pelarian BS ke kandis Riau dan Tim pun bergerak dan menghubungi Resmob Polda Riau.

Pada hari Kamis, 21.03.2024 BS berhasil di tangkap dari rumah keluarganya. dan BS tadi malam sudah tiba di Polres Taput.

BS ditetapkan tersangka menerapkan Pasal 76E Jo Pasal 82 ayat (1) UU no 17 Tahun 2016 tentang Penetapan PP Pengganti UU No. 1 Tahun 2016, tentang perubahan Kedua atas undang nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak menjadi UU dan atau Pasal 76D Jo Pasal 81 ayat (1) dan ayat (2) Undang undang nomor 17 Tahun 2016.”dengan ancaman hukuman paling singkat 5 tahun, paling lama 15 tahun dan denda Rp 5  M.”

Red / Tim

Share :

Baca Juga

Daerah

Siap-siap, Sekolah di Halsel Yang Masuk Zona Merah Bakal Kembali Belajar Secara Daring

Hukum

Pemantau Keuangan Negara ( PKN ) ikuti sidang disiplin di polres Siak Riau

Hukum

Gabungan Elemen Masyarakat Tolak Permendikbud Ristek No 30 Tahun 2021 Diterima Ketua DPRD Bekasi

Daerah

Atas Perintah Bupati, BKPSDM Minahasa Layani ASN Secara Gratis

Hukum

NILAI HMI TERHADAP EKSISTENSI NKRI (Refleksi Milad 76 tahun HMI)

Daerah

DPC AWPI Kecam Penganiayaan Terhadap Wartawan Yang Diduga Dilakukan Oknum TNI-AL

Hukum

Penolakan PT.BIA Oleh Masyarakat dan Ormas Saber Mengunakan Ritual Adat Dayak, Berujung Penutupan Aktifitas Perusahaan

Daerah

PERAN MAJELIS ZIKIR SYEKH SOFYAN SIMBOLON DALAM MENINGKATKAN KETAATAN MASYARAKAT DI DESA TANJUNG KASAU