• Home
  • Redaksi
  • Info Iklan
Sabtu, September 12, 2026
  • Login
peristiwaindonesia.com
Advertisement
  • Home
  • Nasional
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Kriminal
  • Nusantara
  • Investigasi
  • Selebritis
  • Sportaiment
  • Kesehatan
  • Suara Buruh
  • Daerah
  • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Kriminal
  • Nusantara
  • Investigasi
  • Selebritis
  • Sportaiment
  • Kesehatan
  • Suara Buruh
  • Daerah
  • Pariwisata
No Result
View All Result
peristiwaindonesia.com
No Result
View All Result
Home Uncategorized

Sistem Seleksi Ujian Mandiri PTN Sangat Menguras Peserta

abed nego panjaitan by abed nego panjaitan
6 September 2020
in Uncategorized
0
Sistem Seleksi Ujian Mandiri PTN Sangat Menguras Peserta
0
SHARES
2.1k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Penulis : Marjuddin Waruwu

Jakarta, PERISTIWAINDONESIA.com |

Menteri Pendidikan Nadiem Makarim sepertinya belum mampu menunjukkan kebijakan dan langkah taktis dalam memajukan dunia pendidikan Indonesia seperti kepiawaiannya dalam membumikan dan mengembangkan ‘GOJEK’.

Padahal harapan Presiden Jokowi bertumpu padanya untuk memberikan oase ditengah ketertinggalan pendidikan Indonesia dibandingkan dengan negara tetangga yang sudah jauh lebih maju dalam beberapa dekade belakangan ini.

Hal ini disampaikan Pemerhati Pendidikan Tatang Sihotang SPd, Minggu (6/9/2020) di Jakarta.

Menurut Tatang, kehadiran Nadiem Makarim dijajaran Kabinet Indonesia Maju jilid dua mestinya mampu membenahi sistem pendidikan yang sarat dengan kelemahan inovasi, khususnya di bidang teknologi pendidikan.

“Hampir setahun di bawah kepemimpinannya, kinerja Kemendikbud masih jauh dari ekspektasi rakyat dan mungkin Presiden sendiri,” sesalnya.

Dalam hal seleksi penerimaan siswa baru khususnya lewat jalur mandiri, ujar Tatang, satu masalah yang dari tahun ke tahun masih terus saja menjadi momok yang menjadi kekecewaan besar bagi setiap calon mahasiswa dan orangtua, yang anaknya baru lulus SMA atau sederajat.

Bagaimana tidak, sebagian Rektor Perguruan Tinggi Negeri sepertinya tidak peka akan penderitaan rakyat ditengah pandemi corona ini, karena dengan sewenang-wenang mereka melakukan sistem penerimaan mahasiswa baru di Kampus yang mereka pimpin tanpa memperhitungkan kesulitan ekonomi sebagian rakyat kecil yang ingin masuk PTN tapi tidak punya kemampuan untuk mendafatar karena terbentur biaya pendaftaran.

“Aneh tapi nyata, beberapa PTN tega melakukan seleksi masuk hingga tiga gelombang penerimaan dengan biaya pendaftaran bervariasi, mulai Rp200.000 bahkan sampai Rp500.000 jika memilih beberapa jurusan, lalu kemana semua uang ini?” selidik Tatang.

Ironisnya, terdapat beberapa anak harus mendaftar lebih dari lima belas kali di beberapa PTN.

“Bisa dibayangkan, berapa dana yang harus dikeluarkan oleh orangtua dan anak untuk mendaftar saja, padahal belum tentu masuk. Maka bisa kita bayangkan juga bagaimana tekanan psikologis anak setiap mau membuka pengumuman pada web kampus yang didaftar, tapi berulangkali ditolak?” pungkasnya.

Tatang heran, mengapa Pemerintah, dalam hal ini pihak Kemendikbud tidak bisa mengendalikan sistem seleksi ini?

“Apakah otonomi kampus membuat Rektor sebagai penguasa kampus yang tidak bisa diintervensi kebijakannya? Padahal Undang-undang Perguruan Tinggi sangat jelas menyebutkan pengaruh bahkan hak suara mendikbud dalam pemilihan seorang Rektor PTN yakni hingga 35% hak suara,” tandasnya.

Ditambahkannya, keanehan lainnya, Pengumuman SBMPTN belum keluar, tetapi ada PTN yang sudah membuka pendaftaran ujian mandiri bahkan sudah ada yang melakukan seleksi mandiri.

“Maka tidak aneh jika seorang anak bisa lulus atau diterima di 7 PTN sekaligus karena mendaftar dan mengikuti saringan masuk sebanyak-banyaknya karena takut tidak dapat kursi. Di sisi lain, ada anak yang terus mengalami pressure karena sampai belasan kali mendaftar dan membuka pengumuman namun mendapat penolakan alias tidak diterima,” timpalnya.

Tatang bertanya, apakah antar Perguruan Tinggi Negeri tidak bisa membangun kerjasama dalam menerapkan sistem seleksi mandiri yang lebih humanis dan memudahkan Peserta untuk mengikutinya.

Sepertinya, menurut Tatang, setiap kampus adu gengsi dan ingin menunjukan bahwa mereka ingin tampil beda dan merasa lebih hebat dibandingkan kampus lainnya, namun mengorbankan calon mahasiswa dan orangtua.

“Dengan banyaknya uang yang harus dikeluarkan oleh calon mahasiwa dan orangtua untuk pendaftaran seleksi penerimaan mahasiswa baru yang sudah berlangsung dari tahun ke tahun ini, kiranya menjadikan pihak rektorat dan kampus sehat walafiat dalam menggunakan uangnya. Semoga mendikbud yang muda dan kreator ini mampu menyuguhkan inovasi terbaik dalam dunia pendidikan Indonesia dan juga mampu membangun sinergi antar-PTN dinegara yang berasaskan Pancasila,” tutupnya (*)

Previous Post

PK SBSI 1992 PT TFI Tangerang Santuni 50 Anak Yatim Piatu

Next Post

Paslon Amerta Bertarung Untuk Perubahan Kota Denpasar

abed nego panjaitan

abed nego panjaitan

RelatedPosts

Diduga Ada Intervensi di PTUN Bandar Lampung, Sengketa Tanah Keluarga Almarhum Hi. Muhammad Nawawi Memanas
Daerah

Diduga Ada Intervensi di PTUN Bandar Lampung, Sengketa Tanah Keluarga Almarhum Hi. Muhammad Nawawi Memanas

8 Oktober 2025
Uncategorized

Дрип казино ᐈ игровые автоматы, рулетка на деньги, бездепозитный бонус

20 Maret 2024
Uncategorized

Казино Bounty официальный сайт, вход, скачать и играть онлайн бесплатно в 2022 году, полная версия, игровые автоматы на деньги

11 Maret 2024
Kades Namo Buaya Subulussalam Terkesan Tertutup terkait Penggunaan Dana Desa
Uncategorized

Mesjid Desa Tugan Tidak Ada Air, Kemana Pemanfaatan Dana Desa?

28 Januari 2022
Masyarakat Desa Lapahan Buaya Ucap Terima Kasih Buat Bupati Singkil Usai di SK Lahan Perumahan BRR
Uncategorized

Masyarakat Desa Lapahan Buaya Ucap Terima Kasih Buat Bupati Singkil Usai di SK Lahan Perumahan BRR

23 Januari 2022
Krisis Air Bersih, Warga Silih Berganti Datangi Kantor PDAM Tirta Singkil 
Uncategorized

Krisis Air Bersih, Warga Silih Berganti Datangi Kantor PDAM Tirta Singkil 

20 Januari 2022
Next Post
Paslon Amerta Bertarung Untuk Perubahan Kota Denpasar

Paslon Amerta Bertarung Untuk Perubahan Kota Denpasar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Stay Connected test

  • 24k Followers
  • 99 Subscribers
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Sejarah Lahirnya Tahlilan Dalam Upacara Kematian, Khususnya Di Tanah Jawa, Indonesia

Sejarah Lahirnya Tahlilan Dalam Upacara Kematian, Khususnya Di Tanah Jawa, Indonesia

23 Februari 2021
SBSI 1992 Minta Jokowi Berikan Pekerjaan Pengganti 514 Korda dan 7.230 Pendamping BSP Kemensos yang Kehilangan Pekerjaan

SBSI 1992 Minta Jokowi Berikan Pekerjaan Pengganti 514 Korda dan 7.230 Pendamping BSP Kemensos yang Kehilangan Pekerjaan

7 Januari 2022
Ditjen PFM Dihapus, Komisi VIII Berjanji Akan Tindaklanjuti Aspirasi Korda dan Pendamping Kecamatan

Ditjen PFM Dihapus, Komisi VIII Berjanji Akan Tindaklanjuti Aspirasi Korda dan Pendamping Kecamatan

18 Januari 2022
RUU Pertanahan Yang Baru, Hak Milik Dicabut Jika Tanah Tak Dipakai

RUU Pertanahan Yang Baru, Hak Milik Dicabut Jika Tanah Tak Dipakai

7 Agustus 2020
Atasi Krisis Air Bersih, Tapanuli Utara Butuh Dana Rp 60 Miliar

Atasi Krisis Air Bersih, Tapanuli Utara Butuh Dana Rp 60 Miliar

0
Mikie Funland Beroperasi Kembali Dengan Protokol New Normal

Mikie Funland Beroperasi Kembali Dengan Protokol New Normal

0
Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan yang juga Juru bicara pemerintah untuk penanganan COVID-19 Achmad Yurianto menjawab pertanyaan saat wawancara di Graha BNPB, Jakarta, Kamis (18/6/2020)

Yurianto yang Dijuluki “Pembawa Berita Kematian” karena Sampaikan Data Covid-19

0
Konimex Dukung Masyarakat Siapkan Diri Hadapi Pandemi & New Normal

Konimex Dukung Masyarakat Siapkan Diri Hadapi Pandemi & New Normal

0
Seret Oknum ke Propam hingga Puspom TNI, Pelapor Siap Bongkar Praktik Culas ‘Uang Jalan’ BBM Ilegal

Seret Oknum ke Propam hingga Puspom TNI, Pelapor Siap Bongkar Praktik Culas ‘Uang Jalan’ BBM Ilegal

19 Juli 2026
Polres Metro Bekasi Kota Gelar Jumpa Pers Guna Paparan Hasil Operasi Berantas Jaya Telah Ungkap 77 Kasus.!!

Polres Metro Bekasi Kota Gelar Jumpa Pers Guna Paparan Hasil Operasi Berantas Jaya Telah Ungkap 77 Kasus.!!

22 Agustus 2026
Ketum SOKSI: Momentum Presiden Prabowo Memimpin Reformasi Nasional untuk Mengakhiri Paradoks Indonesia

Ketum SOKSI: Momentum Presiden Prabowo Memimpin Reformasi Nasional untuk Mengakhiri Paradoks Indonesia

17 Juli 2026
Bisnis Berkedok ‘Home SPA’ Berjamur di Sentra Kota Wisata

Bisnis Berkedok ‘Home SPA’ Berjamur di Sentra Kota Wisata

22 Agustus 2026

Recent News

Seret Oknum ke Propam hingga Puspom TNI, Pelapor Siap Bongkar Praktik Culas ‘Uang Jalan’ BBM Ilegal

Seret Oknum ke Propam hingga Puspom TNI, Pelapor Siap Bongkar Praktik Culas ‘Uang Jalan’ BBM Ilegal

19 Juli 2026
Polres Metro Bekasi Kota Gelar Jumpa Pers Guna Paparan Hasil Operasi Berantas Jaya Telah Ungkap 77 Kasus.!!

Polres Metro Bekasi Kota Gelar Jumpa Pers Guna Paparan Hasil Operasi Berantas Jaya Telah Ungkap 77 Kasus.!!

22 Agustus 2026
Ketum SOKSI: Momentum Presiden Prabowo Memimpin Reformasi Nasional untuk Mengakhiri Paradoks Indonesia

Ketum SOKSI: Momentum Presiden Prabowo Memimpin Reformasi Nasional untuk Mengakhiri Paradoks Indonesia

17 Juli 2026
Bisnis Berkedok ‘Home SPA’ Berjamur di Sentra Kota Wisata

Bisnis Berkedok ‘Home SPA’ Berjamur di Sentra Kota Wisata

22 Agustus 2026
peristiwaindonesia.com

Penerbit :
PT Rajawali Sukmajaya Pers
SK MENKUMHAM Nomor: AHU-41733.40.10.2014
SIUP Nomor: 2472/2306/1.1/0904/08/2017

Follow Us

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

©2008 www.peristiwaindonesia.com "Mandiri Terpercaya dan Profesional"

No Result
View All Result

©2008 www.peristiwaindonesia.com "Mandiri Terpercaya dan Profesional"

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In