• Sab. Mar 2nd, 2024

Terminal Sruwen Tengaran Kabupaten Semarang Butuh Sentuhan Investor

Byabed nego panjaitan

Des 8, 2020

Penulis: Berthy Marthyn

Semarang, PERISTIWAINDONESIA.com |

Terminal Sruwen Tengaran kabupaten Semarang sejak berdiri 30 tahun lalu sangat ramai dan salah satu pusat ekonomi dan transportasi paling padat pada jamannya.

Namun saat ini terminal Sruwen ini malah sepi dan tidak ada kegiatan keluar masuk mobil angkutan antar kota dan daerah.

“Sekarang hanya ada warung yang ada diatasnya memakai tempat tunggu penumpang dan warung-warung kecil serta PO bis malam disekitarnya,” tutur salah seorang warga, Suyamto Selasa (8/12/2020), yang mengaku telah bekerja sejak tahun 2015 di terminal tersebut.

Dikatakannya, sepinya terminal dimulai sejak tahun 2017, saat dibukanya salah satu pool bis mobil di Karanggede, sehingga mengurangi penumpang.

Bahkan penumpang mulai berkurang dan mobil-mobil sudah tidak masuk lagi ke dalam terminal.

“Mereka menaikan dan menurunkan penumpang di pinggir jalan dekat terminal. Bahkan mereka Stand by menunggu penumpang diluar terminal,” ungkap Suyamto.

Salah satu Tokoh Masyarakat Sruwen bapak Tri menimpali, bahwa terminal awalnya adalah lapangan bola karena adanya pengembangan daerah sehingga berubah fungsi menjadi terminal.

Awalnya, menurut Tri, masyarakat sangat senang dan menyambut baik hadirnya toko, warung makan, Bank dan sarana penunjang ekonomi masyarakat disekitar terminal Sruwen. Seiring berjalannya waktu, terminal tersebut berubah menjadi sepi.

“Untuk itu perlu adanya penataan kembali dan kerjasama yang berkesinambungan antara departemen perhubungan dan kepolisian untuk menata kembali mobil angkutan, supaya menggunakan terminal sebagai tempat keluar masuk menaikan dan menurunkan penumpang,” harapnya.

Warga yakin, kesempatan masih terbuka luas untuk menata kembali terminal Sruwen sehingga rute yang awalnya sebagai pusat central untuk masyarakat dapat menjadi sarana perjalanan dari Karanggede ke Salatiga dan Karanggede ke Boyolali.

Harapan masyarakat sekitar terminal Sruwen ini bisa dikembangkan jauh lebih baik ke depannnya karena memiliki lahan dan area yang luas bila dikembangkan dengan baik akan mencapai 2.000 M².

“Terminal ini perlu disentuh investor, sehingga dapat dikelola dengan baik, bahkan bisa juga dibangun Mall, Toserba dan Pusat Ekonomi Segitiga Emas, Karanggede, Boyolali dan Salatiga,” tandasnya (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *