• Kam. Apr 25th, 2024

Eks Ajudan BJ Habibie Nilai Jenderal Listyo Sigit Prabowo Teladan Bagi Polri

Penulis : Sukma Panjaitan

Jakarta, PERISTIWAINDONESIA.com |

Eks Ajudan Presiden BJ Habibie Albiner Sitompul menilai sosok Kabareskrim Polri Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo sangat berorientasi pada aspek pelayanan terhadap masyarakat. Sikap seperti ini harus terus dikembangkan demi mempertahankan citra positif Polri di mata masyarakat.

“Ketika saya berdialog ringan dan berat dengan Komisaris Jenderal Listyo Sigit Prabowo, maka sosok tokoh seperti beliaulah yang diharapkan masyarakat di jajaran Polri ini. Sikap Jenderal Listyo Sigit Prabowo Patut Ditiru Polri. Selain tenang, pak Sigit tetap bersahaja bila ditanya tentang perjalanan kariernya,” kata Albiner Sitompul yang juga Ketua Umum Jam’iyah Batak Muslim Indonesia (JBMI) ini, Minggu (17/8/2020) di Jakarta.

Albiner mengatakan, patut ditelaah langkah-langkah hidup Jenderal Sigit dalam menjalankan tugas dan aktivitas sehari-hari. Kesatuan yang memiliki jargon “Melindungi, Mengayomi dan Melayani Masyarakat” tersebut perlu dibuktikan secara profesional, modern, dan terpercaya.

“Ketenangan adalah kekuatan lahir dan bathin,” kata alumni AKABRI 1988 di Satuan Tentara Nasional Indonesia (TNI) ini.

Menurutnya, beberapa fakta prestasi telah dimiliki Jenderal Sigit. Di mata Albiner, Jenderal lulusan dari Akademi Kepolisian 1991 ini, ternyata tidak pernah berhenti memohon ketenangan dan kekuatan dari Tuhan Yang Maha Pengasih dan Penyayang.

“Hal ini juga ditunjukkannya, ketika memangku jabatan Kabareskrim, sebuah jabatan yang banyak didambakan orang lain. Dia tetap tidak lupa bersyukur dan bermohon kepada Tuhan dalam menghadapi jalan terjal dengan ragam tantangan dan rintangan. Semua dihadapinya dengan ketenangan lahir dan bathin,” kata Albiner Sitompul.

Entri point “ketenangan” itulah kemudian menjadi penilaian Albiner Sitompul yang menarik untuk diteladani. Jenderal Sigit merupakan perwira teladan di mata masyarakat, apalagi sebagai perwira termuda menjabat Kabareskrim dalam kurun satu dekade terakhir.

Diyakini Albiner, ketenangan dalam melaksanakan amanah dapat dibaca dari riwayat perjalanan hidup Jenderal Sigit.

Pertama, ketika dipromosikan tahun 2009 mengisi Kapolres di Pati, Jenderal Sigit dianggap minim prestasi. Kedua, penolakan keras dari MUI Banten ketika menduduki jabatan Kapolda dengan alasan rasis. Ketiga, ketika dipromosikan menduduki amanah sebagai Kabareskrim dengan aroma senioritas dan lainnya.

Namun, kata Albiner, tempaan jam terbang dan lingkungan zona kerja, menjadi daya tarik sendiri dalam membentuk ketenangan lahir dan batin Jenderal Sigit. Tidak heran, interaksi dengan para ulama yang intens ketika Jenderal Sigit bertugas di Jawa Tengah (Pati, Semarang, dan Solo) dan Banten. Kota penuh Kyai dan ulama sebagai cipta peluang untuk sharing kebangsaan dalam melayani masyarakat

“Sebut saja misalnya, silaturrahmi Jenderal Sigit dengan Kyai Sahal Mahfudz yang pernah menduduki Ketua MUI dan Dewan Penasihat Pengurus Besar Nahdhatul Ulama,” timpal Albiner.

Jenderal Sigit, katanya lagi. mulai dikenal publik saat karirnya tahun 2009, jabatan penting diamanahkan berawal dari Polres Pati, Wakapoltabes Semarang, dan Kapolres Surakarta.

Prestasi Sigit semakin cemerlang, terbukti pada tahun 2014 dipanggil ke Istana sebagai Ajudan Presiden Joko Widodo. Kemudian diamanahkan menjabat Kapolda Banten 2016. Lanjut ke Mabes Polri sebagai Kepala Divisi Propam Polri tahun 2018, hingga pada posisi strategis sebagai Kabareskrim (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *