• Kam. Apr 25th, 2024

Jalan Desa Rusak Berat, Ratusan Warga Swadaya Perbaiki. Tak Percaya Lagi Janji Pemerintah Dan PTPN IV

Penulis: WH Butarbutar

Simalungun, PERISTIWAINDONESIA.com |

Ratusan masyarakat Desa Panombean Huta Urung kecamatan Jorlang Hataran kabupaten Simalungun propinsi Sumatera Utara (Sumut) belum lama ini protes kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Simalungun lantaran ruas jalan ke desa mereka tak kunjung di perbaiki.

Aksi protes warga ini di demonstrasikan dengan cara bergotong royong membangun ruas jalan secara swadaya, Selasa (22/12/2020).

“Adapun kekecewaan kami masyarakat Panombean Huta Urung, karena jalan menuju jalan utama kelurahan Tiga Balata tak kunjung diperbaiki, padahal kondisinya masih seperti jaman dahulu di saat Negara kita belum merdeka,” sungut warga setempat Naibaho, Selasa (29/12/2020).

Disampaikannya, pihak PTPN IV dan Pemkab Simalungun selama ini telah berjanji akan memperbaikinya, namun sampai saat ini tak kunjung terealisasi. Padahal, kondisi badan jalan telah rusak berat karena setiap hari digunakan sebagai sarana perlintasan kendaraan milik PTPN IV.

“Seharusnya perbaikan itu sebagai komitmen dan tanggung jawab sosial PTPN IV kepada masyarakat lingkungan sekitar,” ungkap Naibaho.

Dikatakannya, warga harus membuat aksi karena telah bosan atas janji-janji pemerintah dan pihak PTPN IV.

Lebih lanjut dikatakan, pada tanggal 19 Desember 2020 lalu, selama 2 hari masyarakat telah melakukan aksi pemortalan jalan dari dan menuju Nagori Panombean Huta Urung.

“Pada saat itu melalui mediasi telah dibuat kesepakatan dengan pihak perusahaan bahwa akan merealisasikan tuntutan masyarakat,” beber Naibaho.

Selain itu, melalui aksi damai di Pamatang Raya pada tanggal 23 Juli 2019 lalu, Pemkab Simalungun juga telah memberikan janji akan mewujudkan pembangunan jalan Nagori Panombean Huta Urung menuju Tiga Balata tersebut.

Ironisnya, ketika itu, pihak Pemkab Simalungun membubuhi tandatangan di atas materai 6000. Sekalipun sudah dijanjikan, namun perbaikan jalan tersebut tak kunjung terealisasi.

“Maka sebelum tuntutan kami atas perbaikan ruas jalan tersebut dikabulkan, aksi ini akan terus kami lakukan secara berkelanjutan,” tutup Naibaho.

Setelah aksi ini, pihak PTPN IV diwakili Askep, Asisten, Mandor dan rombongan yang didampingi Papam PTPN IV terlihat melakukan negosiasi dengan masyarakat dan turut terlihat hadir pihak Polsek Tiga Balata Kanit Pasaribu dan perwakilan Pemerintah Nagori Panombean Huta Urung.

Hasil negosiasi antara masyarakat Panombean Huta Urung dengan pihak PTPN IV berujung buntu. Pasalnya, seperti sebelumnya, tuntutan masyarakat tidak dapat dipenuhi oleh pihak perusahaan.

“Mereka hanya memberikan janji-janji dan harapan palsu,” sesal warga lainnya (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *